Artikel ini mengupas tuntas cara menyusun kalimat pasif dalam bahasa Inggris agar kamu tidak lagi terjebak dalam kebingungan saat harus mengubah struktur kalimat aktif secara akurat.
Masalahnya, banyak pembelajar menganggap passive voice sesederhana bahasa Indonesia, padahal ketepatan penggunaan tenses dalam bentuk pasif menjadi penentu utama apakah tulisan akademik atau profesionalmu terlihat kredibel atau justru berantakan di mata penutur asli.
Terus-menerus salah menempatkan to be atau tertukar menggunakan past participle hanya akan membuatmu terlihat kurang kompeten saat harus menulis laporan formal atau berkirim email internasional.
Sebagai solusinya, Miss Amelia dari Cetta English telah menyiapkan panduan langkah demi langkah yang praktis agar kamu bisa menguasai passive voice dengan rasa percaya diri tinggi.

Cara membuat kalimat pasif dalam Bahasa Inggris
Kalau kamu masih bingung cara membuat kalimat pasif, kamu bisa ikuti langkah-langkah dari Miss Amelia.
Ada empat cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:
1. Ubah objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif
Kalimat aktif memiliki subjek dan objek, nah, kalau ingin diubah menjadi pasif, kamu perlu menukar subjek dan objeknya.
Objek dalam kalimat aktif pindah posisi menjadi subjek dalam kalimat pasif.
Contohnya:
Kalimat aktif: John helped me. (John membantu saya.)
Objek dari kalimat di atas adalah “me”, bentuk subjek dari “me” adalah “I”.
Ada list pronoun yang perlu kamu ingat untuk mengetahui itu subjek atau objek.
I (Subject) – me (Object)
He (Subject) – him (Object)
She (Subject) – her (Object)
We (Subject) – us (Object)
They (Subject) – them (Object)
2. Ubah kata kerja menjadi pasif
Miss Amelia menjelaskan kalau mau mengubah kata kerja dalam Bahasa Inggris dari aktif menjadi pasif, kamu perlu menambahkan “to be” sebelum kata kerjanya.
Contoh:
“John helped me.”
Karena “helped” adalah kata kerja lampau, tambahkan “was” atau “were” untuk membuatnya menjadi pasif.
“I was helped by John.”
Berikut ini adalah list “to be” berdasarkan tensesnya yang bisa digunakan sebelum kata kerja.
Present simple – am / are / is
Present continuous – is being / are being
Perfect – has been / have been
Simple past – was / were
Past continuous – was being / were being
Modals: will, can etc – will be, can be etc.
3. Tambahkan bentuk past participle dari kata kerjanya
Mengutip dari English First, past participle adalah kata kerja yang menunjukkan bentuk pasif dari sebuah aktivitas.
Kata kerja bentuk ketiga digunakan untuk setiap kata kerja yang ingin dipasifkan.
Contoh:
Gave menjadi given
Help menjadi helped
4. Tambahkan siapa yang melakukannya dengan menuliskan “by” di akhir kalimat
Kalau kamu ingin menambahkan keterangan siapa yang melakukan kegiatan tersebut, bisa dicantumkan di akhir kalimat.
Jangan lupa tuliskan “by” sebelum objeknya.
Contoh:
“She was awarded a degree by the University of London.”
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
“Secara umum, kita berbicara dan menulis dalam bentuk aktif. Namun, bentuk pasif sangat berguna dalam penulisan formal seperti laporan ilmiah,” jelas Miss Amelia. Penggunaan kalimat pasif biasanya digunakan untuk menegaskan proses dan hasil daripada siapa pelakunya.
Selain itu, kamu perlu sangat teliti dalam memperhatikan perubahan objek menjadi subjek serta tense yang digunakan dalam kalimat aktif aslinya. Ketelitian ini penting supaya kamu terhindar dari 5 kesalahan umum saat belajar bahasa Inggris yang jarang disadari.

Level Up Skill English-mu dan Kuasai Grammar Bareng Cetta!
Menguasai kalimat pasif hanyalah satu dari sekian banyak tantangan grammar yang sering bikin kepala pusing kalau dipelajari sendirian. Tanpa bimbingan yang tepat, kamu akan terus merasa ragu setiap kali ingin menyusun kalimat kompleks, yang akhirnya menghambat kelancaranmu dalam berkomunikasi secara profesional maupun sosial.
Jangan biarkan keraguan menghalangi progresmu! Segera bergabung di Kelas Antares Cetta English dan rasakan pengalaman belajar yang berbeda:
- Kelas Dasar: Sangat cocok untuk membangun fondasi bahasa Inggris yang kuat dari nol.
- Grammar & Speaking: Keseimbangan sempurna antara pemahaman struktur dan praktik bicara langsung.
- Perluas Vocabulary Range: Perkaya kosa kata harianmu agar tidak lagi menggunakan kata yang itu-itu saja.
- Membiasakan Speaking: Latihan intensif untuk meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi.
- Mengurangi Long Pauses: Teknik jitu untuk bicara lebih mengalir tanpa banyak jeda yang mengganggu.
Masih bingung level mana yang paling cocok buat kamu? Yuk, manfaatkan layanan Konsultasi Gratis dengan Admin Cetta sekarang juga untuk cek level kemampuanmu dan pilih kelas yang paling pas untuk meraih targetmu!



