Pengertian Procedure Text, Jenis dan Strukturnya dalam Bahasa Inggris

Pernah bingung nulis teks prosedur dalam Bahasa Inggris? Jangan khawatir! Dengan panduan ini, kamu akan memahami pengertian, jenis, dan cara menyusun procedure text dengan struktur yang benar. Cetta juga sertakan contoh-contoh praktis buatmu!
Gambar pada Procedure Text

CETTA – Bagi kamu yang sedang dalam tahap belajar bahasa Inggris, pasti kamu akan mempelajari tentang contoh procedure text dalam bahasa Inggris.

Procedure text atau dalam bahasa Indonesianya teks prosedur merupakan salah satu materi yang sangat penting untuk dipelajari.

Nah, kali ini Cetta akan membahas tentang pengertian, jenis, dan struktur teks prosedur di dalam pelajaran bahasa Inggris.

Yuk simak artikelnya sampai selesai.

 

Pengertian Teks Procedure dalam Bahasa Inggris yang Sering Dipelajari

Teks prosedur atau procedure text adalah jenis teks yang memberikan instruksi langkah demi langkah tentang cara melakukan suatu tindakan atau proses. 

Tujuannya adalah untuk memberikan panduan yang jelas kepada kamu agar mereka dapat menyelesaikan suatu tugas dengan benar. 

Teks prosedur dapat ditemukan dalam berbagai konteks, seperti resep masakan, petunjuk perakitan, manual penggunaan, panduan perawatan, dan sebagainya.

Kemudian instruksi-instruksi tersebut disusun dalam urutan yang logis dan terstruktur, mulai dari langkah awal hingga mencapai tujuan akhir. 

Biasanya, teks prosedur menggunakan konjungsi seperti “pertama”, “kedua”, “kemudian”, “selanjutnya”, dan “akhirnya” untuk membantu kamu untuk memahami urutan dari langkah-langkah tersebut.

Selain itu, teks prosedur juga seringkali mencakup deskripsi tentang bahan atau serangkaian alat yang diperlukan dalam teks prosedur tersebut. 

Hal ini akan membantu kamu untuk dapat mempersiapkan segala yang diperlukan sebelum memulai. 

Untuk proses yang lebih kompleks atau sulit dipahami hanya dengan teks. Tak jarang, teks prosedur juga disertai dengan gambar atau diagram yang menjelaskan tahapan pengerjaannya dengan lebih jelas. 

Tentunya, hal ini akan membantu kamu untuk memahami instruksi dengan lebih baik dan mengurangi risiko kesalahan.

 

BACA JUGA:  50 Contoh Menu dalam Bahasa Inggris, Bisa Kamu Tiru!

 

Ciri-Ciri Procedure Text dalam Bahasa Inggris

Setelah kamu mengetahui apa itu teks prosedur, selanjutnya Cetta akan membahas mengenai ciri-ciri procedure text dalam bahasa Inggris.

Ciri utama dari teks prosedur adalah penggunaan bahasa imperatif yang tegas dan jelas untuk menginstruksikan kamu.

Meskipun begitu, ada ciri-ciri lain dari text procedure. Apa aja? Yuk simak terus artikel ini.

 

1. Penggunaan Bahasa Imperatif

Teks prosedur biasanya menggunakan bahasa imperatif untuk memberikan instruksi kepada kamu. 

Contohnya adalah “Buka”, “Masukkan”, “Campurkan”, dan sebagainya.

 

2. Urutan Langkah

Teks prosedur menyusun instruksi secara berurutan dari langkah awal hingga langkah terakhir. 

Hal ini ditujukan untuk memudahkan kamu dalam mengikuti instruksi secara menyeluruh, benar dan sistematis.

 

3. Penggunaan Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal seperti “pertama”, “kedua”, “kemudian”, “selanjutnya”, dan “akhirnya” sering digunakan untuk menandai urutan langkah.

Tentu saja bertujuan untuk memudahkan kamu pada saat membaca tahapan-tahapan yang dituliskan.

 

4. Deskripsi Material atau Alat

Selanjutnya teks prosedur biasanya mencakup deskripsi tentang bahan atau alat yang diperlukan untuk menyelesaikan urutan pekerjaan yang kamu lakukan. 

Ini membantu kamu mempersiapkan segala yang diperlukan sebelum memulainya dan tentunya bisa memudahkan kamu pada saat  mengikuti tahapan yang tersedia di teks prosedur.

 

5. Daftar Bahan atau Alat

Teks prosedur juga seringkali dilengkapi dengan daftar bahan atau alat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. 

Ini memudahkan kamu untuk memeriksa dan memastikan bahwa mereka memiliki semua yang diperlukan sebelum memulai.

 

6. Gambar atau Diagram

Tak cuma teks, procedure text biasanya juga memiliki gambar yang menjelaskan masing-masing tahapan yang ada didalamnya.

Tujuannya dari pemberian gambar ini adalah untuk mempermudah dan memberikan gambaran kepada kamu mengenai tahapan yang harus dilakukan dalam teks prosedur tersebut.

Ciri-ciri di atas merupakan sesuatu yang pasti ada di dalam sebuah teks prosedur, maka dari itu saat kamu sedang dalam tahap belajar bahasa Inggris kemudian menemukan ciri-ciri seperti itu, maka sudah pasti itu adalah teks prosedur.

 

BACA JUGA:  50 Kata Benda Dalam Bahasa Inggris, Lengkap Dengan Artinya!

 

Tujuan dari Teks Prosedur

 

Tujuan Teks Procedure dalam Bahasa inggris

Adapun tujuan dari teks prosedur adalah memberikan panduan langkah demi langkah yang jelas dan terinci kepada kamu untuk dapat menyelesaikan suatu tugas atau proses dengan benar dan efisien. 

Beberapa tujuan lainnya dari teks prosedur meliputi:

 

1. Memberikan Instruksi yang Jelas

Teks prosedur bertujuan untuk menyampaikan instruksi dengan cara yang mudah dipahami olehmu. 

Instruksi yang jelas membantu kamu untuk mengikuti langkah-langkah dengan tepat dan menghindari kebingungan atau kesalahpahaman.

 

2. Memfasilitasi Pelaksanaan Tugas

Kemudian teks prosedur membantu kamu dalam mengeksekusi tugas atau proses dengan efisien. 

Dengan menyediakan panduan langkah demi langkah, teks prosedur memastikan bahwa kamu dapat menyelesaikan tugas dengan lancar dan tanpa hambatan.

 

3. Meningkatkan Kepatuhan dan Keselamatan

Dalam konteks tertentu, seperti panduan keamanan atau petunjuk penggunaan peralatan, tujuan teks prosedur adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan keselamatan. 

Instruksi yang jelas dan terinci dapat membantu mencegah kecelakaan atau kesalahan yang dapat membahayakan.

 

4. Memfasilitasi Pembelajaran

Selanjutnya tujuan teks prosedur yaitu dapat digunakan sebagai alat pembelajaran untuk memperkenalkan kamu pada suatu konsep atau prosedur tertentu. 

Dengan memberikan panduan langkah demi langkah, teks prosedur membantu kamu untuk memahami dan menguasai suatu keterampilan atau pengetahuan baru.

 

5. Menyediakan Referensi yang Berguna

Teks prosedur juga dapat berfungsi sebagai referensi yang berguna untuk digunakan kembali di masa depan. 

Dengan menyimpan teks prosedur yang telah disusun, kamu dapat menggunakannya sebagai panduan saat mereka perlu menyelesaikan tugas yang serupa di kemudian hari.

Dengan demikian, tujuan utama dari teks prosedur adalah untuk memberikan panduan yang jelas dan terinci kepada kamu sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas atau proses dengan benar, efisien, dan aman.

 

 

Jenis-Jenis Procedure Text

Teks prosedur atau procedure text dapat dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada konteks dan tujuan penggunaannya. 

Berikut adalah beberapa jenis teks prosedur:

 

1. Resep Masakan

Jenis teks prosedur ini memberikan instruksi langkah demi langkah tentang cara memasak suatu hidangan atau minuman. 

Resep masakan biasanya mencantumkan bahan-bahan yang diperlukan beserta cara mempersiapkannya, langkah-langkah memasak, serta instruksi tambahan seperti suhu dan waktu memasak.

 

2. Panduan Perakitan

Panduan perakitan memberikan instruksi tentang cara merakit suatu barang atau produk. Biasanya digunakan untuk merakit perabotan, mainan, perangkat elektronik, atau barang-barang lain yang memerlukan perakitan.

 

3. Penggunaan Alat secara Manual

Jenis teks prosedur ini akan memberikan instruksi tentang cara menggunakan suatu perangkat, mesin, atau peralatan dengan benar dan aman. 

Ini mencakup informasi tentang pengoperasian, pemeliharaan, dan masalah yang umumnya terjadi.

 

4. Petunjuk Perawatan

Kemudian jenis teks ini memberikan panduan tentang cara merawat atau merawat suatu barang, peralatan, atau mesin. 

Contohnya termasuk panduan perawatan kendaraan bermotor, peralatan rumah tangga, atau peralatan elektronik.

 

5. Petunjuk Pemakaian Obat

Petunjuk pemakaian obat memberikan informasi tentang cara menggunakan suatu obat dengan benar, termasuk dosis yang dianjurkan, cara penggunaan, dan peringatan tentang efek samping.

 

6. Panduan Keamanan

Selanjutnya jenis teks ini memberikan instruksi tentang cara menggunakan suatu produk atau fasilitas dengan aman. 

Ini bisa termasuk panduan keamanan untuk peralatan elektronik, petunjuk evakuasi dalam keadaan darurat, atau aturan keselamatan di tempat kerja.

 

7. Petunjuk Pemakaian Perangkat Lunak (Software)

Petunjuk pemakaian perangkat lunak memberikan instruksi tentang cara menggunakan suatu program komputer atau aplikasi secara efektif.

Hal ini mencakup langkah-langkah penginstalan, navigasi antarmuka pengguna, dan fungsi-fungsi dasar.

 

8. Panduan Penelitian atau Eksperimen

Jenis yang terakhir yaitu panduan penelitian atau eksperimen, teks ini memberikan panduan tentang cara melakukan penelitian atau eksperimen dalam bidang tertentu. 

Ini mencakup langkah-langkah metodologi, pengukuran, analisis data, dan interpretasi hasil.

Setiap jenis teks prosedur memiliki struktur dan format yang khas sesuai dengan tujuan dan konteks penggunaannya. 

Namun, pada umumnya, mereka mengikuti pola yang serupa dalam menyajikan instruksi langkah demi langkah secara sistematis kepada kamu.

 

Contoh-Contoh Teks Prosedur dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

 

Contoh Procedure Teks dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Memasuki bagian terakhir, Cetta akan memberikan beberapa contoh procedure text yang bisa kamu pelajari dan gunakan.

Berikut beberapa contoh dari teks prosedur, mulai dari resep masakan hingga panduan penelitian.

 

BACA JUGA:  50 Contoh Menu dalam Bahasa Inggris, Bisa Kamu Tiru!

 

Contoh Procedure Text Resep Masakan untuk Membuat Telur

Ingredients (bahan-bahan):

  • 2 eggs (2 buah telur)
  • Salt and pepper to taste (garam dan cabai secukupnya)
  • Butter or cooking oil (mentega atau minyak goreng

Equipment (alat-alat):

  • Frying pan (wajan)
  • Spatula (spatula)

Instructions (cara):

  1. Prepare the Eggs: Crack the eggs into a small bowl. Be careful not to break the yolks. Add a pinch of salt and pepper to taste.

    (Siapkan Telur: Pecahkan telur ke dalam mangkuk kecil. Berhati-hatilah agar kuning telur tidak pecah. Tambahkan sedikit garam dan merica sesuai selera.)
  2. Heat the Pan: Place a frying pan on the stove and turn the heat to medium. Add a small amount of butter or cooking oil to the pan.

    (Panaskan Panci: Letakkan wajan di atas kompor dan nyalakan api dengan suhu medium. Tambahkan sedikit mentega atau minyak goreng ke dalam wajan.)
  3. Cook the Eggs: Once the butter or oil is hot, carefully pour the eggs into the pan. Allow them to cook undisturbed for about 1-2 minutes, until the edges start to set.

    (Masak Telur: Setelah mentega atau minyak panas, tuangkan telur ke dalam wajan dengan hati-hati. Biarkan telur dimasak tanpa diaduk selama sekitar 1-2 menit, sampai pinggirannya mulai mengeras.)
  4. Flip the Eggs: Gently flip the eggs using a spatula. Cook for an additional 1-2 minutes, depending on how well-done you prefer your eggs.

    (Balik Telur: Balik telur dengan lembut menggunakan spatula. Masak selama 1-2 menit tambahan, tergantung seberapa matang Anda ingin telur Anda.)
  5. Serve: Once the eggs are cooked to your liking, transfer them to a plate. Serve hot with toast or your favorite sides.

    (Sajikan: Setelah telur matang sesuai selera Anda, pindahkan ke piring. Sajikan panas dengan roti panggang atau lauk favorit Anda.)

 

Contoh Procedure Text Perakitan Rak Buku

Tools Needed (Alat yang Dibutuhkan):

  • Screwdriver (Obeng)
  • Hammer (Palu)
  • Pliers (Tang)

Steps (Langkah-langkah):

  1. Prepare the Materials: Gather all the materials needed for assembling the bookshelf, including the bookshelf parts, screws, screwdriver, and assembly instructions.(Persiapkan bahan-bahan: Kumpulkan semua bahan yang dibutuhkan untuk merakit rak buku, termasuk bagian-bagian rak buku, sekrup, obeng, dan petunjuk perakitan.)
  2. Organize the Workspace: Clear a flat and spacious area to work on assembling the bookshelf. Make sure you have enough room to lay out all the parts.(Atur ruang kerja: Bersihkan area yang datar dan luas untuk merakit rak buku. Pastikan Anda memiliki cukup ruang untuk menyusun semua bagian.)
  3. Read the Instructions: Carefully read through the assembly instructions provided with the bookshelf. Familiarize yourself with the steps and diagrams.(Baca petunjuk: Bacalah dengan seksama petunjuk perakitan yang disertakan dengan rak buku. Kenali langkah-langkah dan diagramnya.)
  4. Identify Parts: Lay out all the parts of the bookshelf and identify each piece according to the instructions. This will make it easier to follow the assembly steps.(Identifikasi bagian-bagian: Susun semua bagian rak buku dan identifikasi setiap bagian sesuai petunjuk. Hal ini akan memudahkan Anda mengikuti langkah-langkah perakitan.)
  5. Start with Base: Begin by assembling the base of the bookshelf according to the instructions. Use the provided screws and screwdriver to secure the pieces together.(Mulai dengan dasar: Mulailah merakit bagian dasar rak buku sesuai petunjuk. Gunakan sekrup dan obeng yang disediakan untuk mengencangkan bagian-bagian tersebut.)
  6. Build the Shelves: Continue assembling the shelves one by one, following the order in the instructions. Make sure each shelf is securely attached to the frame.(Bangun rak-rak: Lanjutkan merakit rak-rak satu per satu, mengikuti urutan dalam petunjuk. Pastikan setiap rak terpasang dengan kokoh pada rangka.)
  7. Attach Back Panel: Once all the shelves are in place, attach the back panel of the bookshelf as directed. This will provide stability to the entire structure.(Pasang panel belakang: Setelah semua rak terpasang, pasang panel belakang rak buku sesuai petunjuk. Hal ini akan memberikan stabilitas pada struktur keseluruhan.)
  8. Final Checks: Double-check all the screws and connections to ensure everything is securely fastened. Make any necessary adjustments.(Pemeriksaan terakhir: Periksa kembali semua sekrup dan sambungan untuk memastikan semuanya terpasang dengan kokoh. Lakukan penyesuaian yang diperlukan.)
  9. Clean Up: Clean up your workspace by removing any packaging materials or tools. Place the assembled bookshelf in its designated location.(Bersihkan: Bersihkan area kerja Anda dengan menghilangkan semua bahan kemasan atau alat. Letakkan rak buku yang sudah dirakit di lokasi yang ditentukan.)
  10. Enjoy Your Bookshelf: Now that your bookshelf is assembled, organize your books and decorative items on it. Sit back and enjoy your newly assembled bookshelf!(Nikmati rak buku Anda: Sekarang rak buku Anda sudah terpasang, susun buku-buku dan barang dekoratif di atasnya. Duduklah dan nikmati rak buku baru Anda!)

 

Contoh Procedure Text Penggunaan Alat (Manual Use)

Using a Manual Can Opener Procedure (Prosedur Penggunaan Pembuka Kaleng Manual)

Steps (Langkah-langkah):

  1. Prepare the Can Opener: Ensure that the manual can opener is clean and in good working condition. Check for any damage or rust that may affect its performance.(Persiapkan Pembuka Kaleng: Pastikan bahwa pembuka kaleng manual bersih dan dalam kondisi kerja yang baik. Periksa apakah ada kerusakan atau karat yang dapat memengaruhi kinerjanya.)
  2. Position the Can: Place the can on a flat and stable surface, such as a countertop or table. Make sure the can is upright and stable to prevent spills.

    (Posisikan Kaleng: Letakkan kaleng di atas permukaan yang datar dan stabil, seperti lantai meja atau countertop. Pastikan kaleng berdiri tegak dan stabil untuk mencegah tumpahan.)
  3. Hold the Can Opener: Grasp the handle of the can opener firmly with one hand, ensuring a comfortable and secure grip.

    (Pegang Pembuka Kaleng: Genggam pegangan pembuka kaleng dengan erat menggunakan satu tangan, pastikan pegangan tersebut nyaman dan kokoh.)
  4. Position the Blade: Position the cutting blade of the can opener on the edge of the can’s lid, near the rim. The cutting wheel should be facing inward toward the center of the can.

    (Posisikan Pisau: Letakkan pisau potong pembuka kaleng pada pinggiran tutup kaleng, dekat dengan tepi atas kaleng. Roda potong harus menghadap ke dalam menuju pusat kaleng.)
  5. Lock the Can Opener: If your can opener has a locking mechanism, engage it to secure the can opener in place on the can’s rim. This helps maintain stability during the opening process.

    (Kunci Pembuka Kaleng: Jika pembuka kaleng Anda memiliki mekanisme kunci, aktifkan untuk mengunci pembuka kaleng di tempatnya pada pinggiran kaleng. Hal ini membantu menjaga stabilitas selama proses pembukaan.)
  6. Begin Turning: Using your other hand, start turning the handle of the can opener clockwise. Apply steady and even pressure to the handle to rotate the cutting wheel along the edge of the lid.

    (Mulai Memutar: Gunakan tangan lain Anda, mulailah memutar pegangan pembuka kaleng searah jarum jam. Berikan tekanan yang stabil dan merata pada pegangan untuk memutar roda potong sepanjang pinggiran tutup kaleng.)
  7. Continue Turning: Keep turning the handle until the cutting wheel has made a complete rotation around the can’s rim. You may hear a slight popping sound as the blade pierces through the lid.

    (Lanjutkan Memutar: Teruslah memutar pegangan sampai roda potong membuat putaran lengkap di sekitar pinggiran kaleng. Anda mungkin akan mendengar suara pop kecil saat pisau menembus tutup.)
  8. Lift the Lid: Once the cutting wheel has gone around the entire lid, release the locking mechanism (if applicable) and lift the handle of the can opener to release the lid from the can.

    (Angkat Tutup: Setelah roda potong mengelilingi seluruh tutup, lepaskan mekanisme kunci (jika ada) dan angkat pegangan pembuka kaleng untuk melepaskan tutup dari kaleng.)
  9. Remove the Lid: Carefully lift the lid off the can using your fingers or a utensil, making sure not to touch any sharp edges. Dispose of the lid safely.

    (Angkat Tutup: Angkat tutup dari kaleng dengan hati-hati menggunakan jari atau alat, pastikan untuk tidak menyentuh bagian tajam. Buang tutup dengan aman.)
  10. Clean the Can Opener: After use, clean the manual can opener thoroughly with warm, soapy water. Dry it completely before storing it to prevent rust or damage.

    (Bersihkan Pembuka Kaleng: Setelah digunakan, bersihkan pembuka kaleng manual dengan air hangat dan sabun secara menyeluruh. Keringkan sepenuhnya sebelum menyimpannya untuk mencegah karat atau kerusakan.)
  11. Store the Can Opener: Store the clean and dry can opener in a safe and accessible place for future use.

    (Simpan Pembuka Kaleng: Simpan pembuka kaleng yang bersih dan kering di tempat yang aman dan mudah dijangkau untuk penggunaan di masa depan.)

 

Contoh Text Procedure Petunjuk Perawatan Sepeda

Maintenance Instructions for a Bicycle (Petunjuk Perawatan Sepeda)

Steps (Langkah-langkah):

  1. Prepare the Tools: Gather the necessary tools for bike maintenance, including a bike stand, tire pump, lubricant, rag or cloth, wrench set, and cleaning brush.

    (Persiapkan Alat: Kumpulkan alat-alat yang diperlukan untuk perawatan sepeda, termasuk stang sepeda, pompa ban, pelumas, lap atau kain, set kunci pas, dan sikat pembersih.)
  2. Clean the Bike: Start by cleaning the bike thoroughly using a mild soap solution and water. Use a sponge or soft brush to remove dirt and grime from the frame, wheels, and components.

    (Bersihkan Sepeda: Mulailah dengan membersihkan sepeda secara menyeluruh menggunakan larutan sabun ringan dan air. Gunakan spons atau sikat lembut untuk menghilangkan kotoran dari rangka, roda, dan komponen sepeda.)
  3. Inspect the Tires: Check the tire pressure using a tire gauge and inflate or deflate as needed. Inspect the tires for any signs of wear, cuts, or punctures, and replace if necessary.

    (Periksa Ban: Periksa tekanan ban menggunakan pengukur tekanan ban dan tambahkan atau kurangi angin sesuai kebutuhan. Periksa ban untuk tanda-tanda keausan, sayatan, atau sobekan, dan ganti jika diperlukan.)
  4. Lubricate Moving Parts: Apply lubricant to the chain, derailleur, pedals, and other moving parts of the bike. Wipe off any excess lubricant with a clean cloth to prevent buildup.

    (Pelumas Bagian yang Bergerak: Oleskan pelumas pada rantai, derailleur, pedal, dan bagian-bagian yang bergerak lainnya dari sepeda. Lap sisa pelumas dengan kain bersih untuk mencegah penumpukan.)
  5. Check Brake System: Test the brake system to ensure it is working properly. Adjust the brake pads and cables if necessary and replace worn-out brake pads.

    (Periksa Sistem Rem: Uji sistem rem untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik. Sesuaikan bantalan rem dan kabel jika diperlukan, dan ganti bantalan rem yang aus.)
  6. Inspect the Gears: Check the gears and shifters for smooth operation. Clean and lubricate the gears if they appear dirty or stiff.

    (Periksa Gigi: Periksa gigi dan pengganti gigi untuk operasi yang lancar. Bersihkan dan berilah pelumas pada gigi jika terlihat kotor atau kaku.)
  7. Adjust Seat and Handlebars: Ensure that the seat and handlebars are adjusted to a comfortable position. Tighten any loose bolts or screws to prevent rattling while riding.

    (Sesuaikan Kursi dan Stang: Pastikan bahwa kursi dan stang sepeda disesuaikan dengan posisi yang nyaman. Kencangkan baut atau sekrup yang kendur untuk mencegah bergetar saat berkendara.)
  8. Test Ride: Take a short test ride to check the overall performance of the bike. Pay attention to any unusual noises, vibrations, or handling issues.

    (Uji Coba Berkendara: Lakukan uji coba berkendara singkat untuk memeriksa kinerja keseluruhan sepeda. Perhatikan adanya suara yang tidak biasa, getaran, atau masalah penanganan.)
  9. Clean and Store Tools: After completing maintenance, clean and store your tools properly to keep them in good condition for future use.

    (Bersihkan dan Simpan Alat: Setelah menyelesaikan perawatan, bersihkan dan simpan alat-alat Anda dengan baik untuk menjaga kondisinya agar tetap baik untuk penggunaan di masa depan.)

 

Contoh Procedure Text Petunjuk Pemakaian Obat

Instructions (Instruksi):

  1. Dosage Instructions: Take one tablet of the medicine with a full glass of water after meals.(Petunjuk Penggunaan: Minum satu tablet obat dengan segelas air setelah makan.)
  2. Frequency: Take the medicine twice daily, in the morning and evening.(Frekuensi: Konsumsi obat dua kali sehari, pagi dan malam.)
  3. Duration: Continue taking the medicine for seven days or as directed by your healthcare provider.(Durasi: Lanjutkan penggunaan obat selama tujuh hari atau sesuai petunjuk dari penyedia layanan kesehatan Anda.)
  4. Storage: Store the medicine in a cool, dry place away from direct sunlight. Keep it out of reach of children.(Penyimpanan: Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.)

 

Contoh Procedure Text Panduan Keamanan

Tools Needed (Alat yang Dibutuhkan):

  • Safety goggles
  • Gloves
  • Fire extinguisher

Steps (Langkah-langkah): 

  1. Before starting any work, wear safety goggles and gloves to protect your eyes and hands. Keep a fire extinguisher nearby in case of emergencies.

    (Sebelum memulai pekerjaan, kenakan kacamata dan sarung tangan keselamatan untuk melindungi mata dan tangan Anda. Selalu siapkan alat pemadam kebakaran di dekat tempat kerja untuk mengantisipasi keadaan darurat.)
  2. Read and follow the safety instructions provided by the manufacturer for each tool and equipment you use.

    (Bacalah dan ikuti petunjuk keselamatan yang disediakan oleh produsen untuk setiap alat dan peralatan yang Anda gunakan.)
  3. Maintain a clean and organized workspace. Remove any clutter or obstacles that could cause accidents.

    (Pertahankan ruang kerja tetap bersih dan terorganisir. Hapus segala kekacauan atau halangan yang dapat menyebabkan kecelakaan.)
  4. If you notice any safety hazards or malfunctions in equipment, report them immediately to your supervisor or safety officer.

    (Jika Anda menemukan bahaya keselamatan atau kerusakan pada peralatan, laporkan segera kepada atasan atau petugas keselamatan.)

 

Contoh Text Procedure Petunjuk Pemakaian Perangkat Lunak

Steps (Langkah-langkah):

  1. Download the software from the official website. Ensure that you are downloading the correct version compatible with your operating system. Visit the official website of the software provider and navigate to the download section. Click on the download link for the software and save the installer file to your computer.

    (Unduh perangkat lunak dari situs web resmi. Pastikan Anda mengunduh versi yang sesuai dengan sistem operasi Anda. Kunjungi situs web resmi penyedia perangkat lunak dan arahkan ke bagian unduhan. Klik tautan unduhan untuk perangkat lunak dan simpan file instalernya di komputer Anda.)
  2. Run the installer and follow the on-screen instructions to complete the installation. Locate the downloaded installer file on your computer and double-click it to run the installation wizard. Follow each step of the wizard carefully, such as choosing the installation location, selecting additional components if necessary, and agreeing to the terms and conditions.

    (Jalankan installer dan ikuti petunjuk yang muncul di layar untuk menyelesaikan instalasi. Temukan file installer yang diunduh di komputer Anda dan klik ganda untuk menjalankan wizard instalasi. Ikuti setiap langkah wizard dengan hati-hati, seperti memilih lokasi instalasi, memilih komponen tambahan jika diperlukan, dan menyetujui syarat dan ketentuan.)
  3. Open the software and enter the provided license key to activate it. Once the installation is complete, launch the software by double-clicking its shortcut on the desktop or finding it in the Start menu. When prompted, enter the license key that you received with your purchase to activate the software. Follow any additional activation steps required by the software.

    (Buka perangkat lunak dan masukkan kunci lisensi yang disediakan untuk mengaktifkannya. Setelah instalasi selesai, buka perangkat lunak dengan mengklik ganda pintasan di desktop atau mencarinya di menu Start. Ketika diminta, masukkan kunci lisensi yang Anda terima saat pembelian untuk mengaktifkan perangkat lunak. Ikuti langkah aktivasi tambahan yang diperlukan oleh perangkat lunak.)
  4. Configure the software settings according to your preferences. After activation, access the software’s settings or preferences menu to customize its features according to your needs. This may include setting language preferences, choosing default folders for file storage, adjusting display options, and configuring notifications.

    (Atur pengaturan perangkat lunak sesuai dengan preferensi Anda. Setelah aktivasi, akses pengaturan atau menu preferensi perangkat lunak untuk menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan Anda. Ini mungkin termasuk mengatur preferensi bahasa, memilih folder default untuk penyimpanan file, menyesuaikan opsi tampilan, dan mengonfigurasi pemberitahuan.)
  5. Refer to the user manual for detailed instructions on using the software’s features. If you encounter any difficulties or need guidance on how to use specific features of the software, consult the user manual or help documentation provided by the software developer. The user manual typically contains step-by-step instructions, tips, and troubleshooting advice.

    (Lihat panduan pengguna untuk petunjuk detail mengenai fitur perangkat lunak. Jika Anda mengalami kesulitan atau membutuhkan panduan tentang cara menggunakan fitur tertentu dari perangkat lunak, lihat panduan pengguna atau dokumentasi bantuan yang disediakan oleh pengembang perangkat lunak. Panduan pengguna biasanya berisi petunjuk langkah demi langkah, tips, dan saran pemecahan masalah.)
  6. Periodically check for and install software updates to ensure optimal performance. Software updates often include bug fixes, security patches, and new features. Regularly check for updates through the software’s update checker or settings menu. Download and install updates as recommended to keep your software running smoothly and securely.

    (Secara berkala periksa dan instal pembaruan perangkat lunak untuk memastikan kinerja optimal. Pembaruan perangkat lunak sering kali mencakup perbaikan bug, patch keamanan, dan fitur baru. Periksa secara berkala pembaruan melalui pengumpan pembaruan atau menu pengaturan perangkat lunak. Unduh dan instal pembaruan sesuai anjuran untuk menjaga perangkat lunak Anda berjalan dengan lancar dan aman.)

 

Contoh Procedure Text Panduan Penelitian atau Eksperimen

Needed Tools (Alat yang Dibutuhkan):

  • Laboratory equipment (peralatan laboratorium)
  • Writing materials (alat tulis)

Steps (Langkah-langkah):

  1. Prepare the experimental setup according to the research protocol. Ensure that all necessary equipment and materials are available and organized. Set up any apparatus or instruments required for data collection.

    (Persiapkan setup eksperimen sesuai dengan protokol penelitian. Pastikan semua peralatan dan bahan yang diperlukan tersedia dan terorganisir. Siapkan alat atau instrumen yang diperlukan untuk pengumpulan data.)
  2. Follow safety procedures and guidelines throughout the experiment. Wear appropriate personal protective equipment (PPE) such as lab coats, gloves, and safety goggles. Familiarize yourself with emergency procedures and the location of safety equipment like fire extinguishers and first aid kits.

    (Ikuti prosedur keamanan dan pedoman selama eksperimen. Kenakan perlengkapan pelindung diri (PPE) yang sesuai seperti jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata safety. Kenali prosedur darurat dan lokasi peralatan keselamatan seperti pemadam kebakaran dan kotak pertolongan pertama.)
  3. Record accurate and detailed observations during the experiment. Use a laboratory notebook or data collection sheet to document your observations, measurements, and any changes observed during the experiment. Note down the experimental conditions, variables tested, and any unexpected results encountered.

    (Catat pengamatan yang akurat dan detail selama eksperimen. Gunakan buku catatan laboratorium atau lembar pengumpulan data untuk mendokumentasikan pengamatan, pengukuran, dan perubahan apa pun yang diamati selama eksperimen. Catat kondisi eksperimen, variabel yang diuji, dan hasil yang tidak terduga yang ditemui.)
  4. Analyze the data collected using appropriate statistical methods or analytical techniques. Organize the data into tables, graphs, or charts for easy interpretation and comparison. Apply statistical tests or calculations to draw conclusions and analyze trends or patterns in the data.

    (Analisis data yang terkumpul menggunakan metode statistik yang sesuai atau teknik analitis. Susun data ke dalam tabel, grafik, atau diagram untuk memudahkan interpretasi dan perbandingan. Terapkan uji statistik atau perhitungan untuk menarik kesimpulan dan menganalisis tren atau pola dalam data.)
  5. Interpret the results of the experiment based on your data analysis. Discuss any significant findings, trends, or correlations observed during the experiment. Compare your results with existing literature or theoretical expectations. Draw conclusions and propose further research or experiments if applicable.

    (Interpretasikan hasil eksperimen berdasarkan analisis data Anda. Bahas temuan signifikan, tren, atau korelasi yang diamati selama eksperimen. Bandingkan hasil Anda dengan literatur yang ada atau ekspektasi teoritis. Tarik kesimpulan dan usulkan penelitian atau eksperimen lanjutan jika diperlukan.)
  6. Document your experimental procedure, results, and conclusions in a research report or scientific paper. Follow the standard format for scientific writing, including an introduction, methods, results, discussion, and conclusion sections. Include references to sources of information or previous studies that support your findings.

    (Dokumentasikan prosedur eksperimental, hasil, dan kesimpulan Anda dalam laporan penelitian atau makalah ilmiah. Ikuti format standar untuk penulisan ilmiah, termasuk bagian pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Sertakan referensi ke sumber informasi atau studi sebelumnya yang mendukung temuan Anda.)

 

Nah, Cetta sudah menjelaskan bagian terkahir dari teks prosedur, yaitu contoh-contoh teks prosedur yang bisa kamu pelajari dan gunakan sesuai kebutuhanmu.

Dengan begitu, selesai juga pembahasan dari Cetta mengenai procedure text. Menarik, bukan?

Bagikan Artikel ini:

Artikel Lainnya

Isi Data Diri Dulu, Yuk!
Cetta Akan Kirimkan Kode Promonya ke Emailmu