Punya rencana lanjut studi di China tahun 2026? Sebelum berangkat kamu perlu memastikan kesiapan budget-mu. Soalnya, selain biaya kuliah, ada banyak komponen pengeluaran lain yang wajib diperhitungkan sejak awal.
Oleh sebab itu, Cetta Mandarin akan mengupas tuntas estimasi biaya hidup 2026 secara realistis. Mulai dari gambaran ekonomi China, rincian biaya bulanan mahasiswa, hingga perbedaan signifikan antara kota metropolitan dan kota pinggiran.
Dengan begitu, kamu bisa menyusun perencanaan finansial yang matang dan terhindar dari budget shock saat sudah tiba di China.
Di akhir artikel, Cetz juga akan menemukan rekomendasi kelas bahasa Mandarin yang bisa membantu persiapanmu sebelum berangkat ke Negeri Tirai Bambu. Jadi, simak terus artikel ini sampai habis, ya!
Berapa Biaya Hidup Rata-rata Masyarakat China?
Sebelum masuk ke estimasi mahasiswa, kita lihat dulu gambaran umum biaya hidup masyarakat China. Berdasarkan data resmi dari National Bureau of Statistics of China, pada tahun 2025:
- Pendapatan disposabel per kapita nasional: 43.377 yuan atau sekitar 102 juta rupiah per tahun.
- Pendapatan disposabel warga kota: 56.502 yuan atau sekitar 137 juta per tahun.
- Pendapatan disposabel warga desa: 24.456 yuan atau sekitar 59 juta per tahun
Jika dirata-ratakan, pengeluaran konsumsi tahunan masyarakat berada di kisaran 29.000–35.000 yuan per tahun.
Sebelum mulai mempersiapkan dokumen dan memperkirakan biaya hidup, ada baiknya mulai cek artikel panduan lengkap kuliah di China ini!
Berapa Biaya Hidup Mahasiswa di China?
Setelah mengetahui pengeluaran rata-rata masyarakat China, kini kamu perlu juga mengetahui berapa biaya hidup mahasiswa di China per bulan.
Umumnya, kota besar seperti Beijing dan Shanghai memang memiliki biaya hidup lebih tinggi dibanding kota Tier-2 seperti Chengdu atau Chongqing.
Supaya lebih jelas dan mudah dihitung, berikut perbandingan estimasi biaya hidup mahasiswa di China berdasarkan lokasi kota:
Biaya Hidup di Kota Besar (Beijing / Shanghai)
| Keperluan | Estimasi (Yuan) | Estimasi (Rupiah) |
| Uang Kuliah S1 (per tahun) | 30.000–40.000 | Rp73,2–97,7 juta |
| Asrama Kampus (per tahun) | 12.000–30.000 | Rp29,3–73,2 juta |
| Makan (3x sehari) | 800 – 2.000 | Rp1,9 – 4,7 juta |
| Transportasi | 150 – 400 | Rp350 ribu – 940 ribu |
| Internet & Pulsa | 50 – 100 | Rp120 – 235 ribu |
| Belanja & Hiburan | 800 – 2.000 | Rp1,9 – 4,7 juta |
| Lain-lain (laundry, dll) | 300 – 600 | Rp 700 ribu – 1,4 juta |
Total pembelanjaan yang kamu perlukan di luar uang kuliah di kota besar seperti Beijing bisa berada di kisaran Rp12–26 juta per bulan tergantung gaya hidup dan tipe hunian.
Namun perlu diingat bahwa pengeluaran jika kamu di kota Shanghai umumnya 15–20% lebih banyak dari Beijing.
Biaya Hidup di Daerah Provinsi di China
| Keperluan | Estimasi (Yuan) | Estimasi (Rupiah) |
| Uang Kuliah S1 (per tahun) | 19.800–24.000 | Rp48,3–58,6 juta |
| Asrama Kampus (per tahun) | 1.500–9.000 | Rp3,6–22 juta |
| Makan (3x sehari) | 500 – 1.500 | Rp1,2 – 3,5 juta |
| Transportasi | 100 – 200 | Rp244 – 488 ribu |
| Internet & Pulsa | 50 – 100 | Rp120 – 235 ribu |
| Belanja & Hiburan | 500 – 1.500 | Rp1,2 – 3,5 juta |
| Lain-lain | 200 – 500 | Rp470 ribu – 1,2 juta |
Untuk estimasi biaya hidup mahasiswa di China wilayah Tier-2 seperti Nanjing, Hangzhou, Chengdu, atau Wuhan, total biaya hidup bulanan di luar biaya kuliah umumnya berada di kisaran Rp4,8–7,3 juta.
Artinya, perbedaannya bisa mencapai 30–40% lebih hemat dibanding kota besar. Selain di China, kamu juga bisa kepoin artikel biaya hidup di Prancis untuk mahasiswa dari Cetta French ini, loh!
Pengaruh Gaya Hidup terhadap Total Pengeluaran Bulanan
Lokasi memang berpengaruh, tapi gaya hidup sering kali jadi faktor penentu terbesar dalam menghitung biaya hidup mahasiswa di China.
Mahasiswa yang tinggal di asrama kampus dan makan di kantin tentu akan punya pengeluaran berbeda dengan mahasiswa yang memilih sewa apartemen sendiri dan rutin nongkrong atau traveling.
Supaya lebih kebayang, ini ilustrasi realistisnya:
| Gaya Hidup | Estimasi (Yuan/Bulan) | Estimasi (Rupiah/Bulan) |
| Hemat (Asrama + Kantin) | 2.500 – 3.500 | Rp6,1 – 8,5 juta |
| Menengah | 4.000 – 6.000 | Rp9,8 – 14,6 juta |
| Nyaman (Apartemen + Nongkrong) | 7.000 – 10.000 | Rp17,1 – 24,4 juta |
Ada juga biaya tambahan yang perlu kamu perhitungkan, seperti:
- Biaya asuransi: Sekitar Rp 925.000 – Rp1.850.000 per tahun.
- Biaya buku (Jika Diperlukan): Rp450.000 – Rp700.000 per tahun.
- Visa pelajar China: Sekitar Rp 774.000 – 2.486.000
Menariknya, kamu bisa mengajukan beasiswa penuh seperti dari China Scholarship Council (CSC) yang memberikan tunjangan sekitar ¥2.500-3.500 atau sekitar 6.1-8.5 juta rupiah per bulan, mahasiswa di kota Tier-2 masih bisa hidup cukup nyaman, loh!
Bahkan, kamu bisa menabung jika pengeluaranmu tetap terkontrol. Intinya, kamu tetap bisa menyesuaikan budget sesuai kemampuan.
Persiapkan Dirimu Bersama Cetta Mandarin!
Merencanakan biaya hidup mahasiswa di China itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah kesiapan bahasa dan mental sebelum berangkat.
Di kelas Chuji Shang 1 dan Chuji Xia dari Cetta Mandarin, kamu gak hanya akan belajar bahasa tapi juga mendalami budaya China.
Beberapa kelebihan dari kelas di Cetta Mandarin, yaitu:
- Bisa bercakap-cakap dengan lancar dari Basic hingga Advanced.
- Memahami etika dan tradisi masyarakat Tionghoa.
- Siap menghadapi ujian HSK dengan percaya diri.
Masih bingung pilih kelas yang mana? Tenang, kamu bisa konsultasi GRATIS dulu dengan admin Cetta Mandarin via WhatsApp untuk tahu level yang paling cocok buatmu. Sudah siap wujudkan mimpi kuliah di China 2026?












