Siap-siap Merinding di Hari Halloween!

Siap-siap Merinding di Hari Halloween

Cetta Online Class
Belajar Kategori tidak ditemukan Tanpa Ribet
Plus Dapet Diskon 10%

CETTAPada tanggal 31 Oktober nanti, dunia akan merayakan hari Halloween.

Hari Halloween ini pasti bukan hal yang asing lagi, nih, buat kamu.

Udah cukup sering kita melihat di film, televisi, video, dan berbagai macam bentuk lainnya informasi-informasi tentang hari Halloween.

Nah, kamu penasaran nggak, sih, gimana sejarah dari hari Halloween dan apa aja tradisi dan budaya yang ada di perayaan ini?

Sebelum merayakan hari Halloween nanti, ada baiknya kamu mengetahui sejarah dibalik adanya perayaan tersebut.

Pada artikel ini, kita akan ngebahas tuntas sejarah dari hari Halloween!

Udah siap merinding belum?

Baca juga: Cari Tahu Tentang British Pop yang Mendunia!

Cikal Bakal Hari Halloween

Perayaan hari Halloween bisa kita telusuri dari sejarah kaum Kelt, kaum pagan yang tinggal di daerah Perancis Utara dan Britania Raya pada 2000 tahun yang lalu.

Berdasarkan kalender Gael, kalender yang digunakan oleh kaum Kelt, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 November.

Sedangkan, pada tanggal 31 Oktober, mereka akan merayakan Samhain.

Berdasarkan kepercayaan mereka, kehidupan antara orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal akan menyatu di Samhain.

Menurut IDN Times, biasanya mereka akan mengenakan kostum dari kulit dan kepala hewan ketika merayakan Samhain.

Selain itu, mereka juga biasanya menyediakan sesajen bagi para arwah di depan pintu rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk persembahan kepada Aos si, peri dan arwah yang dianggap oleh kaum Kelt sebagai ‘peramal masa depan’.

Samhain sendiri berarti ‘akhir musim panas’.

Lengkapnya, Samhain adalah perayaan yang menandakan akhir dari kehangatan musim panen dan dimulainya musim dingin yang identik dengan ‘kegelapan dan kematian’.

Nggak heran, hari Halloween, yang terinspirasi oleh Samhain, akhirnya mengusung warna oranye (musim panen) dan hitam (kematian).

BACA JUGA: Festival Budaya Jepang yang Menarik Dikunjungi

Asal-usul Kata ‘Halloween’

Menurut Kompas, Gereja Katolik Roma menetapkan malam peringatan All Hallows’ Eve atau ‘Malam Orang Kudus’ dirayakan pada tanggal 1 November.

Hal ini pun mengartikan bahwa malam All Hallows’ Eve akan jatuh pada tanggal 31 Oktober.

Dua abad kemudian, pengaruh agama Kristen akhirnya mencapai kota Celtic, Skotlandia, yang ketika itu masih merayakan Samhain.

Perayaan malam All Hallows’ Eve yang mirip dengan Samhain menyebabkan terjadinya peleburan budaya.

Dalam bahasa Skotlandia sendiri, kata ‘eve’ adalah ‘even’, dan sering dipendekkan menjadi e’en atau een.

Seiring berjalannya waktu, (All) Hallow(s) E(v)en berubah secara perlahan menjadi Hallowe’en.

Berdasarkan perubahan tersebut, akhirnya timbul istilah Halloween yang kita ketahui sampai sekarang.

Simbol dan Tradisi Khas Hari Halloween

Pada perayaan hari Halloween, terdapat beberapa hal yang menjadi nilai unik dari perayaan ini.

Menurut Kompas, contoh dari nilai-nilai unik tersebut adalah Jack O’Lantern, kucing hitam, dan trick or treat.

Jack O’Lantern

Jack O Lantern Hari Halloween
Image by Bany_MM from Pixabay

Hari Halloween kerap kali disimbolkan dengan labu yang dibentuk menyerupai wajah yang menyeramkan dan diberikan lilin di dalamnya.

Labu ini dikenal dengan nama Jack O’Lantern.

Jack O’Lantern sendiri awalnya dikisahkan sebagai seseorang yang berhasil menipu iblis agar ia nggak masuk neraka.

Namun, dia juga nggak dimasukkan surga karena dosa tersebut.

Akhirnya, arwahnya berkeliaran hingga kini sambil membawa lentera untuk mencari tempat peristirahatan terakhirnya.

Kucing Hitam

Kucing Hitam
Image by Pixabay from Pexels

Pada perayaan hari Halloween, kostum berbentuk kucing berwarna hitam bukanlah hal yang asing untuk dikenakan.

Hal ini disebabkan oleh kucing hitam yang digambarkan sebagai seorang penyihir.

Penyihir tersebut mengubah dirinya menjadi kucing hitam untuk menyamarkan diri.

Trick or Treat

Trick or Treat
Image by Yaroslav Shuraev from Pexels

Trick or treat adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak ketika sedang merayakan hari Halloween.

Menurut Britannica, anak-anak akan berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengenakan kostum.

Di tiap rumah, mereka akan meminta permen atau hadiah lainnya sambil bertanya kepada pemilik rumah, “trick or treat?” (“trik atau hadiah?”).

Jika mereka tidak mendapatkan hadiah, mereka akan melakukan kenakalan (trick) kepada rumah tersebut.

Nah, setelah membaca paragraf-paragraf di atas, kamu pasti sekarang jadi tahu dan paham, dong, soal hari Halloween?

Kursus Bahasa Inggris, Cetta Online Class

Kalau kamu masih kepo dengan perayaan-perayaan lain di Amerika Serikat, Jepang, Inggis, hingga China, kamu bisa banget, nih, bertanya langsung ke tutor-tutor Cetta Online Class.

Selain menambah pengetahuan budaya, kamu bisa juga mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam!

Khusus kamu yang sudah baca artikel ini, kamu bisa pakai kode promo BACACETTASUPDATES dan dapatkan diskon 10% untuk pembelian kelas di Cetta Online Class!

Yuk, langsung daftar sekarang!

Bagikan Artikel ini:

Artikel Lainnya

Isi Data Diri Dulu, Yuk!
Cetta Akan Kirimkan Kode Promonya ke Emailmu