Mengapa Belajar Grammar Bahasa Jerman Penting? Ini Alasannya!

Belajar Grammar Bahasa Jerman

CETTA – Belajar grammar bahasa Jerman merujuk pada aturan dan struktur yang digunakan dalam bahasa Jerman untuk membentuk kata, frasa, dan kalimat yang benar. 

Grammar atau tata bahasa ini mencakup berbagai elemen seperti tenses (waktu), konjugasi kata kerja, penggunaan artikel, kata depan, kata ganti, konjungsi, partikel verba, dan lain-lain.

 

BACA JUGA:  Pemula Wajib Tahu! Ini yang Dimaksud dengan Belajar Bahasa Jerman A1

 

Pengertian Belajar Grammar Bahasa Jerman

Selain itu grammar bahasa Jerman membantu dalam memahami bagaimana kata-kata diatur dan dihubungkan dalam kalimat, serta bagaimana perubahan dalam bentuk kata-kata tergantung pada konteks dan perannya dalam kalimat. 

Memahami grammar bahasa Jerman menjadi penting agar dapat berkomunikasi dengan tepat dan memahami teks-teks dalam bahasa tersebut.

Lantas kenapa seseorang harus belajar grammar bahasa Jerman? Simak pembahasannya di bawah ini.

 

BACA JUGA:  Apa Itu Belajar Bahasa Jerman A2? Simak Penjelasannya di Sini!

 

Mengapa Belajar Bahasa Jerman Itu Penting?

Kamu harus tahu, jika ingin mahir dalam menguasai bahasa Jerman, maka kamu harus paham tentang grammarnya.

Tak perlu khawatir, kamu cukup simak penjelasan di bawah ini dengan baik, maka kamu akan mengerti dan menguasai bahasa Jerman.

Belajar grammar bahasa Jerman merupakan langkah penting dalam mempelajari bahasa ini secara efektif. 

Grammar membantu kita memahami struktur bahasa, bagaimana kata-kata diatur, dan bagaimana menggabungkan kata-kata tersebut untuk membentuk kalimat yang benar. 

Dengan mempelajari grammar Jerman, Anda akan memiliki landasan yang kuat dalam berbicara, membaca, menulis, dan memahami bahasa ini.

 

BACA JUGA:  10 Hal yang Harus Kamu Ketahui dalam Belajar Bahasa Jerman Dasar

 

Panduan untuk Belajar Grammar Bahasa Jerman

Setelah kamu memahami betapa pentingnya belajar grammar bahasa Jerman, maka selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah panduan belajarnya agar lebih menguasai bahasa Jerman.

Berikut adalah beberapa panduan yang bisa kamu ikuti:

1. Tenses (Waktu)

Tenses adalah konsep dasar dalam grammar Jerman. Jerman memiliki beberapa tenses, termasuk Präsens (sekarang), Präteritum (lampau), Perfekt (lampau), Futur I (mendatang), dan Futur II (lampau di masa mendatang). 

Setiap tense memiliki aturan dan pola konjugasi sendiri, jadi penting untuk mempelajari masing-masing tense dengan cermat.

2. Subjek dan Predikat

Seperti dalam bahasa lain, subjek dan predikat adalah dua elemen penting dalam kalimat Jerman. 

Subjek merupakan orang, benda, atau konsep yang melakukan tindakan, sedangkan predikat berisi informasi tentang tindakan tersebut. 

Dalam bahasa Jerman, predikat sering kali diikuti oleh objek. Memahami peran subjek, predikat, dan objek sangat penting dalam membangun kalimat yang tepat.

3. Kata Bantu (Modalverben)

Kata bantu dalam bahasa Jerman, yang juga dikenal sebagai modalverben, digunakan untuk menyatakan kemampuan, keinginan, izin, dan kewajiban. 

Beberapa kata bantu umum dalam bahasa Jerman adalah können (bisa), wollen (ingin), dürfen (boleh), dan müssen (harus). 

Memahami cara menggunakan kata bantu ini dalam konteks yang tepat adalah bagian penting dari mempelajari grammar Jerman.

4. Kasus-kasus (Fälle)

Kasus adalah konsep unik dalam bahasa Jerman di mana kata benda dan kata ganti mengalami perubahan tergantung pada perannya dalam kalimat. 

Jerman memiliki empat kasus utama: Nominativ (nominatif), Akkusativ (akusatif), Dativ (datif), dan Genitiv (genitif). 

Setiap kasus memiliki perubahan dalam bentuk artikel definisinya, serta kata benda dan kata ganti yang terkait. 

Memahami penggunaan dan pengubahan kasus adalah kunci untuk memahami grammar Jerman secara menyeluruh.

5. Kalimat Tanya (Fragesätze)

Dalam bahasa Jerman, kalimat tanya seringkali memiliki struktur yang berbeda dibandingkan dengan kalimat pernyataan. 

Untuk membuat kalimat tanya, Anda perlu memindahkan kata kerja bantu atau modalverben ke awal kalimat. 

Misalnya, dalam kalimat pernyataan “sie spricht Deutsch” (Dia berbicara bahasa Jerman), untuk membuatnya menjadi kalimat tanya, Anda akan mengubahnya menjadi “Spricht sie Deutsch?” (Apakah dia berbicara bahasa Jerman?). 

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan penggunaan kata tanya seperti “wer” (siapa), “was” (apa), “wo” (di mana), dan sebagainya, yang digunakan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dalam pertanyaan.

6. Kata Sifat (Adjektiv)

Kata sifat atau adjektiv dalam bahasa Jerman mengikuti perubahan tertentu tergantung pada kasus, jenis kelamin, dan kata benda yang dinyatakan. 

Ada tiga tingkat perbandingan dalam bahasa Jerman: positif (standar), komparativ (banding), dan superlativ (paling). Misalnya, “gut” (baik), “besser” (lebih baik), dan “am besten” (terbaik). 

Memahami perubahan yang terjadi pada kata sifat adalah penting untuk menggunakan kata sifat dengan benar dalam kalimat.

7. Konjungsi (Konjunktionen)

Konjungsi adalah kata atau frasa yang digunakan untuk menghubungkan kalimat atau frasa dalam bahasa Jerman. 

Beberapa konjungsi umum dalam bahasa Jerman adalah “und” (dan), “aber” (tapi), “weil” (karena), dan “wenn” (jika). 

Memahami penggunaan yang tepat dari konjungsi akan membantu Anda dalam menyusun kalimat kompleks dan menghubungkan gagasan dengan baik.

8. Kata depan (Präpositionen)

Selanjutnya kata depan atau preposisi dalam bahasa Jerman digunakan untuk menunjukkan hubungan spasial, temporal, atau logis antara dua kata atau frasa. 

Beberapa contoh kata depan dalam bahasa Jerman adalah “in” (di dalam), “auf” (di atas), “vor” (di depan), dan “nach” (setelah). 

Selain itu penting untuk mempelajari penggunaan yang tepat dari kata depan dan memahami bagaimana kata depan dapat mempengaruhi kasus kata benda atau kata ganti yang mengikutinya.

9. Negasi (Verneinung)

Dalam bahasa Jerman, negasi sering kali dilakukan dengan menggunakan kata “nicht” (tidak). 

Namun, terkadang negasi juga memerlukan penggunaan kata bantu lainnya. Misalnya, “Ich sehe ihn nicht” (Saya tidak melihatnya). 

Memahami bagaimana mengungkapkan negasi dengan benar adalah bagian penting dari mempelajari grammar Jerman.

10.Partikel Verba (Verbpartikel)

Kemudian partikel verba adalah kata-kata yang dapat melekat pada kata kerja dan mengubah maknanya. 

Selain itu partikel verba dapat memberikan informasi tambahan tentang arah gerakan, intensitas, atau nuansa tindakan yang dilakukan. 

Beberapa contoh partikel verba dalam bahasa Jerman adalah “anfangen” (mulai), “aufhören” (berhenti), “einsteigen” (naik), dan “ausgehen” (keluar). 

Memahami penggunaan partikel verba akan membantu Anda dalam memahami makna yang tepat dari kalimat dan menggunakan kata kerja dengan benar.

Dalam proses belajar grammar bahasa Jerman, penting untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari.

 

Ingin Belajar Bahasa Jerman Online? Yuk Gabung Cetta!

Nah, agar kamu lebih mudah memahami bahasa Jerman, langsung saja bergabung dalam kelas atau Program Classes German.

Cetta Online Class adalah pilihan terbaik yang akan membantu kamu meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Jerman.

Kalau kamu bergabung sekarang, akan ada diskon 10% dengan menggunakan kode BACACETTASUPDATE.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk gabung bersama Cetta sekarang juga!

Bagikan Artikel ini:

Artikel Lainnya

Isi Data Diri Dulu, Yuk!
Cetta Akan Kirimkan Kode Promonya ke Emailmu