Melanjutkan studi ke jenjang S2, baik di dalam maupun luar negeri, hampir selalu mensyaratkan standar nilai TOEFL untuk S2 sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
Sayangnya, masih banyak calon mahasiswa yang belum tahu target skor yang tepat, sehingga persiapannya jadi kurang maksimal.
Padahal, kalau sejak awal kamu sudah tahu standar nilai TOEFL yang dibutuhkan, proses belajar bisa jauh lebih terarah.
Apalagi sekarang, kelas bahasa Inggris sudah bisa diikuti secara online lewat Cetta English dengan program yang dirancang khusus untuk kebutuhan akademik.
Nah, supaya kamu nggak salah target, yuk kita bahas standar nilai TOEFL untuk S2 secara lengkap di bawah ini.
Jenis Soal Speaking TOEFL yang Perlu Kamu Pahami
Sebelum masuk ke tips, kamu perlu memahami dulu format speaking TOEFL iBT, karena strategi jawabannya sangat bergantung pada jenis soal.
1. Independent Speaking Task
Pada bagian ini, kamu diminta menyampaikan pendapat pribadi terhadap suatu topik tertentu.
Biasanya berkaitan dengan pengalaman, preferensi, atau pandangan umum. Fokus penilaian ada pada kejelasan ide dan cara kamu mengembangkannya.
2. Integrated Speaking Task
Di sini, kamu akan menggabungkan kemampuan membaca, mendengarkan, dan berbicara. Kamu harus merangkum informasi dari teks dan audio, lalu menjelaskannya secara lisan dengan bahasa sendiri.
Secara keseluruhan, bagian speaking menguji kemampuan kamu menyampaikan ide secara runtut, bukan seberapa rumit kosakata yang kamu gunakan.
Sebelumnya, Cetta English pernah membahas tentang tips belajar Bahasa Inggris otodidak untuk kamu yang baru memulai belajar bahasa Inggris!
Standar Nilai TOEFL untuk S2 di Indonesia
Kalau kamu menargetkan program S2 dalam negeri, terutama di universitas terkemuka seperti UI, UGM, atau ITB, persyaratan skor bisa berbeda-beda. Namun panduan umum yang sering dipakai kampus sebagai acuan adalah:
- TOEFL ITP: minimal sekitar 450–500 untuk program biasa,
- 500+ sering jadi standar aman untuk universitas unggulan.
Kalau kamu punya skor TOEFL iBT, konversinya kira-kira: TOEFL ITP 500 ≈ TOEFL iBT 61–70.
Target Skor TOEFL iBT untuk S2 di Luar Negeri
Jika kamu berencana melanjutkan studi S2 ke luar negeri, maka TOEFL iBT menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi.
Standar nilainya cenderung lebih tinggi dibandingkan program dalam negeri, bahkan banyak universitas yang menetapkan batas minimal untuk setiap bagian seperti Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Berikut penjelasannya:
1. Amerika Serikat dan Kanada
Sebagai destinasi studi favorit, universitas di AS dan Kanada memiliki standar yang cukup beragam:
- Skor 80–90
Umumnya diterima oleh banyak universitas negeri berkualitas dan sudah cukup untuk mengikuti perkuliahan dengan baik. - Skor 90–100
Termasuk kategori “zona aman” karena membuka lebih banyak pilihan kampus, termasuk program yang lebih kompetitif. - Skor 100+
Biasanya dibutuhkan untuk universitas top-tier seperti Harvard, Yale, Princeton, Stanford, atau MIT, di mana persaingan sangat ketat.
Sebagai contoh, The University of Texas menetapkan skor TOEFL iBT minimal 79 dengan overall band 6,5.
Sementara itu, menurut laman resmi MIT Office of Graduate Student, skor TOEFL iBT yang dibutuhkan untuk mendaftar program Graduate School adalah minimal 100.
2. Eropa (Inggris, Belanda, Jerman, dan sekitarnya)
Negara-negara Eropa juga menjadikan TOEFL iBT sebagai salah satu standar utama penerimaan mahasiswa internasional. Berapa minimal skornya? Ini dia penjelasannya:
- Skor 88–95
Banyak universitas di Belanda, Swedia, dan Jerman menetapkan batas minimal di rentang ini, sering disertai syarat skor minimal tiap bagain. - Skor 100+
Untuk universitas bergengsi seperti Oxford, Cambridge, atau ETH Zurich, skor di atas 100 menjadi target yang realistis. Beberapa program bahkan meminta skor lebih tinggi.
Namun, kamu tetap perlu mengecek website masing-masing fakultas karena ketentuan bisa berbeda-beda.
Sebagai contoh, Faculty of Law di University of Cambridge mensyaratkan TOEFL iBT minimal 110 dengan skor setidaknya 25 di setiap section.
Sementara itu, University of Oxford menetapkan skor minimal 100 dengan nilai 22–25 untuk tiap bagian tes. Skor ini juga berlaku di University of Amsterdam dan beberapa univeristas lain di Eropa.
3. Australia dan Selandia Baru
Universitas di wilayah Oseania juga memiliki standar TOEFL yang cukup jelas. Berdasarkan laman resmi Monash University, skor TOEFL PBT minimal adalah 550 dengan score per section 4,5.
Sementara untuk TOEFL iBT, skor minimal yang dibutuhkan adalah 79 dengan score per section 13–21.
4. Asia (Singapura, Jepang, Korea Selatan)
Universitas top di Asia juga punya standar yang tidak kalah ketat, loh! Di Korea Selatan, Yonsei University menetapkan skor TOEFL iBT minimal di kisaran 90–100, tergantung pada program studi yang dipilih.
Standar serupa juga berlaku di Jepang. University of Tokyo, misalnya, memasang skor TOEFL iBT minimal 90–100 untuk sebagian besar program pascasarjana.
Beberapa universitas bahkan mewajibkan skor minimal di masing-masing tes. Jadi, cek terus website kampus tujuanmu secara berkala, ya!
Standar Nilai TOEFL untuk Beasiswa seperti LPDP
Kalau kamu mengejar beasiswa seperti LPDP, nilainya juga punya panduan spesifik yang cukup jelas:
| Jenjang | Lokasi Studi | TOEFL ITP | TOEFL iBT |
| S2 | Dalam Negeri | ~500 | ~61 |
| S2 | Luar Negeri | ~550 | ~80 |
| S3 | Dalam Negeri | ~530 | ~71 |
| S3 | Luar Negeri | ~570 | ~90 |
Selain TOEFL, ada juga sertifikat Bahasa Inggris IELTS yang bisa kamu pelajari dengan membaca artikel tips dapat skor IELTS tinggi dari Tutor Cetta!
Tips Mendapatkan Nilai TOEFL yang Maksimal
Mendapatkan skor TOEFL tinggi bukan cuma soal jago bahasa Inggris, tapi juga soal strategi. Dengan persiapan yang tepat, target skor TOEFL untuk S2 bisa lebih mudah dicapai.
- Tentukan target skor TOEFL sejak awal sesuai dengan kebutuhan kampus atau beasiswa S2 agar proses belajar lebih terarah.
- Pelajari format dan jenis soal TOEFL (Listening, Structure, Reading, serta Speaking & Writing untuk iBT) supaya tidak kaget saat ujian.
- Perkuat grammar dasar seperti tenses, subject–verb agreement, dan struktur kalimat untuk meminimalkan kesalahan.
- Biasakan latihan listening setiap hari melalui podcast, video akademik, atau simulasi soal TOEFL.
- Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dan bergabung bersama komunitas seperti Cetta Virtual Society.
- Rutin mengerjakan try out TOEFL agar terbiasa dengan manajemen waktu dan mengetahui bagian yang masih lemah.
- Gunakan bimbingan tutor atau kelas persiapan TOEFL dari Cetta English agar belajar lebih terstruktur dan progres lebih cepat.
Buat kamu yang mau tau pentingnya punya sertifikat TOEFL, bisa cek penjelasan tentang sertifikat TOEFL hingga penjelasan fungsi dan biayanya yang pernah dibahas oleh Cetta English!
FAQ Seputar TOEFL untuk S2
- Berapa standar nilai TOEFL untuk S2 di dalam negeri?
Umumnya, kampus di Indonesia menetapkan TOEFL ITP 450–500 atau TOEFL iBT 60–80 sebagai syarat masuk S2. Namun, universitas unggulan dan jurusan tertentu bisa menetapkan standar yang lebih tinggi.
- Berapa standar nilai TOEFL untuk S2 di luar negeri?
Untuk studi S2 di luar negeri, standar TOEFL iBT biasanya berada di rentang 80–100+, tergantung negara dan universitas tujuan. Kampus top dunia bahkan bisa meminta skor di atas 100.
- Apakah semua universitas menerima TOEFL ITP?
Tidak. Banyak universitas luar negeri hanya menerima TOEFL iBT. TOEFL ITP umumnya digunakan untuk keperluan dalam negeri atau seleksi internal.
Jangan Salah Target, Persiapkan TOEFL Bersama Cetta English
Menentukan standar nilai TOEFL untuk S2 sejak awal adalah langkah penting agar proses studi berjalan lancar.
Baik untuk kampus dalam negeri maupun luar negeri, kemampuan bahasa Inggris yang solid akan sangat membantu, bukan hanya saat seleksi, tapi juga selama perkuliahan.
Kalau kamu ingin persiapan yang lebih fokus dan terarah, kelas TOEFL Preparation Advanced dan TOEFL Preparation Fundamental dari Cetta English bisa jadi pilihan terbaik.
Kelas ini dirancang khusus untuk kamu yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara intensif, termasuk untuk kebutuhan akademik dan TOEFL.
Selain itu, kamu juga akan mendapatkan:
- Latihan speaking TOEFL berbasis soal asli
- Simulasi ujian dengan feedback langsung
- Pendampingan tutor berpengalaman
- Fokus pada speaking yang natural dan terstruktur
Yuk, langsung hubungi WhatsApp Admin Cetta English untuk tanya jadwal hingga rekomendasi kelas lain yang paling cocok buat kamu.










