Konnichiwa, Cetz! Pernah dengar kata seperti dokidoki, kirakira, atau wakuwaku saat nonton anime atau baca manga Jepang? Nah, kata-kata itu adalah contoh onomatope dalam bahasa Jepang yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Buat kamu yang sedang belajar bahasa Jepang, memahami onomatope itu penting banget karena bahasa Jepang sangat kaya dengan kata tiruan bunyi dan perasaan.
Di artikel ini, Cetta Japanese akan membahas pengertian, fungsi, hingga perbedaannya dengan onomatope bahasa Indonesia.
Di akhir artikel, kamu juga akan menemukan rekomendasi kelas bahasa Jepang dari Cetta Japanese yang relevan dengan kemampuan bahasa Jepang kamu. Jadi, baca artikelnya sampai selesai ya, Cetz.
Apa Itu Onomatope dalam Bahasa Jepang
Secara umum, onomatope adalah kata yang menirukan bunyi, suara, gerakan, atau kondisi tertentu. Dalam bahasa Jepang, onomatope masuk dalam kosakata bahasa Jepang yang sering digunakan sehari-hari.
Dilansir dari laman Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya, onomatope atau onomatopoeia merupakan kata-kata tiruan bunyi yang berasal dari suara benda, hewan, manusia, maupun fenomena di sekitar.
Dalam bahasa Jepang, onomatope terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Giongo (擬音語) dan Gitaigo (擬態語). Giongo adalah onomatope yang menggambarkan bunyi yang dapat ditangkap oleh indera pendengaran.
Sementara itu, Gitaigo (擬態語) digunakan untuk menggambarkan keadaan, kondisi, perilaku, atau fenomena tertentu yang tidak secara langsung berhubungan dengan bunyi.
Karena cakupannya yang luas, onomatope dalam bahasa Jepang tidak hanya merepresentasikan suara nyata, tetapi juga mampu menggambarkan keadaan psikologis, emosi, tekstur, hingga suasana.
Jenis Onomatope yang Paling Sering Digunakan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam bahasa Jepang, onomatope terbagi dalam beberapa jenis.
Berikut adalah jenis onomatope bahasa Jepang yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
1. Giongo (擬音語) – Onomatope Bunyi Benda atau Alam
Giongo (擬音語) adalah onomatope yang menirukan bunyi dari benda mati atau fenomena alam yang dapat didengar secara langsung oleh telinga, seperti suara hujan, angin, atau benda jatuh.
Contoh:
- ザーザー
Romaji: zāzā
Arti: suara hujan deras - ゴロゴロ
Romaji: goro goro
Arti: suara guntur - ドン
Romaji: don
Arti: suara benturan keras
2. Giseigo (擬声語) – Onomatope Suara Makhluk Hidup
Giseigo (擬声語) merupakan bagian dari giongo yang secara khusus menirukan suara yang berasal dari makhluk hidup, baik manusia maupun hewan.
Jenis onomatope ini sangat sering digunakan dalam percakapan informal, cerita, dan manga.
Contohnya, yaitu:
- ワンワン
Romaji: wan wan
Arti: suara anjing menggonggong - にゃあにゃあ
Romaji: nyā nyā
Arti: suara kucing mengeong - ゲロゲロ/ ケロケロ
Romaji: Gero Gero / Kero Kero
Arti: suara kodok
Kira-kira hewan dalam bahasa Jepang ada apa aja, ya? Cek artikel list kosakata hewan dalam bahasa Jepang ini, ya!
3. Gitaigo (擬態語) – Onomatope Keadaan atau Kondisi
Berbeda dengan giongo dan giseigo, gitaigo (擬態語) sendiri tidak menggambarkan bunyi yang benar-benar terdengar.
Jenis onomatope yang satu ini digunakan untuk mengekspresikan keadaan, kondisi, perilaku, atau situasi tertentu secara simbolis.
Contohnya, yaitu:
- キラキラ
Romaji: kira kira
Arti: berkilauan, berkilau - フラフラ
Romaji: fura fura
Arti: sempoyongan, tidak stabil - ペラペラ
Romaji: pera pera
Arti: lancar berbicara (bahasa asing)
4. Gijōgo (擬情語) – Onomatope Perasaan atau Emosi
Selain gitiago, ada juga gijōgo (擬情語) yang digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional atau perasaan seseorang. Ini dia contoh kosakatanya:
Contoh:
- ドキドキ
Romaji: doki doki
Arti: jantung berdebar - ワクワク
Romaji: waku waku
Arti: antusias, tidak sabar - イライラ
Romaji: ira ira
Arti: kesal, mudah marah
Fungsi Onomatope dalam Percakapan Sehari-hari
Dalam bahasa Jepang, onomatope memiliki fungsi yang sangat penting. Gak hanya sebagai bahasa kiasan, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif.
Beberapa fungsi utamanya antara lain:
- Membuat percakapan terdengar lebih natural dan ekspresif
- Mempermudah penyampaian emosi dan perasaan
- Menggambarkan situasi secara singkat namun jelas
- Memperkuat makna kalimat tanpa perlu penjelasan panjang
Karena itulah, penutur asli bahasa Jepang sangat sering menggunakan onomatope dalam percakapan sehari-hari, bahkan dalam situasi informal maupun semi-formal.
Perbedaan Onomatope Jepang dan Bahasa Indonesia
Meskipun bahasa Indonesia juga memiliki onomatope, penggunaannya gak sebanyak dan seluas bahasa Jepang.
Perbedaan utama antara keduanya:
- Bahasa Jepang memiliki lebih banyak variasi onomatope
- Onomatope Jepang bisa menggambarkan emosi dan kondisi abstrak
- Dalam bahasa Indonesia, onomatope lebih sering terbatas pada bunyi
- Onomatope Jepang sangat lazim dalam percakapan lisan sehari-hari
Hal ini menjadikan onomatope sebagai salah satu ciri khas yang harus dipahami saat belajar bahasa Jepang.
FAQ Seputar Onomatope
Q: Apa onomatope itu wajib dipelajari saat belajar bahasa Jepang?
A: Sangat disarankan. Onomatope sering muncul dalam percakapan sehari-hari, sehingga memahami onomatope akan membantu kamu berkomunikasi dengan native.
Q: Apakah onomatope hanya digunakan dalam anime dan manga?
A: Tidak. Onomatope juga digunakan dalam percakapan sehari-hari, iklan, berita ringan, dan komunikasi informal.
Q: Apakah pemula bisa belajar onomatope?
A: Bisa. Justru onomatope sering diajarkan sejak level awal karena membantu memahami konteks dan ekspresi bahasa Jepang.
Selain kosakata onomatope, Cetz juga bisa memaparkan perasaan dalam bahasa Jepang dengan mempelajari tata bahasanya!
Bikin Bahasa Jepang Kamu Makin Hidup Bareng Cetta Japanese
Memahami onomatope dalam bahasa Jepang adalah langkah awal untuk membuat kemampuan bahasa Jepang kamu terasa lebih natural dan ekspresif.
Namun, agar kemampuan speaking, grammar, dan pemahaman bahasa berkembang secara menyeluruh, kamu tetap membutuhkan pembelajaran dengan tutor yang tepat.
Oleh karena itu, Cetta Japanese merekomendasikan kelas Shokyuu 1 dan Shokyuu 2 untuk kamu yang ingin serius belajar bahasa Jepang.
Di kelas ini, kamu akan diajarkan cara:
- Memperdalam kemampuan speaking dan grammar
- Daily conversation yang sering digunakan penutur asli
- Grammar dan vocabulary secara bertahap
- Latihan menulis dan membaca teks singkat
Agar kamu mengetahui kelas mana yang paling sesuai, Cetz bisa langsung konsultasi dengan admin Cetta Japanese melalui WhatsApp untuk mendapatkan rekomendasi kelas lainnya. Ganbatte, Minasan!












