Serba-serbi Budaya China ala Cetta

budaya China

Cetta Online Class
Belajar Kategori tidak ditemukan Tanpa Ribet
Plus Dapet Diskon 10%

CETTA Indonesia memiliki beragam suku, ras, agama, dan budaya, salah satu contohnya adalah budaya China yang ada di Indonesia.

Budaya China memiliki sejarah soal bagaimana proses masuk dan pengaruh yang disebarkan di bumi pertiwi.

Laoshi Eka, tutor Cetta Mandarin, menjelaskan bagaimana proses hadirnya budaya Tionghoa dan pengaruh yang ada di Indonesia.

Proses masuknya budaya China ke Indonesia

Ada banyak versi mengenai kapan dan bagaimana awalnya budaya China masuk ke Indonesia.

Laoshi Eka mengutip dari sejarawan, Didi Kwartanada, awal masuknya budaya Tionghoa ke Indonesia dimulai pada abad ke-5 masehi.

Awalnya, orang Tionghoa yang dari China ingin berdagang di India tetapi terdampar di Pulau Jawa.

Artikel VOI menjelaskan bahwa dahulu penduduk China banyak yang pergi ke luar dari tanahnya, salah satunya ke Indonesia, dikarenakan oleh faktor ekonomi, tepatnya soal pekerjaan.

Orang Tionghoa banyak melakukan perdagangan di Nusantara (nama Indonesia saat itu) tepatnya pada zaman kerajaan Hindu-Buddha.

Pernah ada kisah soal Dinasti Yuan pernah mengirim utusannya ke Kediri agar Kediri menyerahkan kekuasaannya ke bangsa Mongol.

Hal tersebut menunjukkan jejak-jejak hubungan antara China dan Indonesia di masa lampau.

Ada kemungkinan pasukan Mongol yang ada di Indonesia tidak semuanya kembali ke China dan menetap serta menikahi warga Indonesia.

Mengutip dari Merdeka, contohnya saja Sunan Gunung Djati yang menjadikan putri dari China sebagai istri.

Sejarah berlanjut ke Majapahit, pada zaman itu orang-orang China juga masuk ke Indonesia.

Intinya, pada zaman kerajaan Singosari, Kediri, dan Majapahit, menjadi saksi banyaknya masuk pengaruh budaya Tionghoa di Indonesia.

Kenapa Banyak Produk Made in China? Ini Jawaban Tutor Cetta

Contoh budaya China di Indonesia

Kita bisa melihat contoh budaya Tionghoa dalam segi bahasa, terutama istilah-istilah serapan dari bahasa China.

Laoshi Eka memberi contoh yaitu kata “cuan” yang berarti mendapatkan untung dan “ciak” yang berarti makan.

Selain itu, kuliner juga menjadi salah satu bentuk pengaruh budaya China di Indonesia.

Makanan-makanan di China yang cenderung berminyak dan pedas, Indonesia pun memiliki jenis makanan seperti itu.

Soal baju yang cenderung tertutup juga bisa lihat ada pengaruhnya dari budaya China.

Peninggalan juga berupa kebiasaan orang China untuk menghormati orang tua dan mencintai alam serta naturalisme dapat dilihat di sini.

Soal agama, adanya agama Konghucu (confucius) dan Taoism yang hadir di Indonesia.

Orang-orang China pada saat itu membaur dengan giat bertani sehingga memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar dan pengaruhnya berkembang hingga kini.

Pentingnya mengenal budaya China di Indonesia

Menurut Laoshi Eka, budaya China juga penting untuk dipelajari oleh kita sebagai orang Indonesia.

“Karena hal itu sudah berasimilasi dengan kita sebagai orang Indonesia. Itu bukan merupakan identitas terpisah dari kehidupan kita sebagai orang Indonesia melainkan sudah menjadi bagian kehidupan kita,” jelasnya.

Seperti yang kita tahu, kalau dalam bermasyarakat, kita berhubungan dengan orang lain, otomatis akan memengaruhi bagaimana interaksi dan sikap kita terhadap mereka.

Cetta Student Ambassador Suarakan Pentingnya Belajar Bahasa Asing

Belajar mengenai norma sosial, etika, perilaku, dan hierarki sosial

Selain itu, cara berdagang, kejujuran, dan semangat berbisnis juga bisa kita ambil sebagai pelajaran baik dari budaya China.

Semboyan negara kita yang Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) dan kejadian Sumpah Pemuda 1928 mengingatkan bahwa kita perlu berbaur dengan suku yang lain.

Untuk berbaur dengan keturunan China, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mempelajari budaya.

Sebagai keturunan China pun harus mengerti bagaimana perjuangan nenek moyangnya sampai ke Indonesia.

Semangat dan nilai moral yang baik dari pengaruh budaya negeri Tirai Bambu ini bisa diadopsi untuk kehidupan bangsa ini.

“Manusia itu pada dasarnya, baik suku rasnya apapun, itu mereka pasti di dalam hatinya tertanam hukum-hukum yang berhubungan tuhan di atas dan manusia,” ujar Laoshi Eka.

Contoh dari penerapannya adalah bagaimana manusia perlu menyembah dan menghormati Tuhan Sang Pencipta serta hubungannya dengan sesama manusia.

Budaya China pun mengajari untuk menghormati orang tua, tidak mencuri, membunuh, berzina, bersaksi dusta, dan kita bisa mengambil esensi dari sana.

Ingin belajar bahasa Mandarin? Di Cetta Online Class aja!

Tertarik dengan budaya China?

Atau lebih tertarik dengan bahasanya?

Cetta Mandarin adalah solusi untukmu yang ingin belajar bahasa Mandarin!

Kamu bisa belajar bahasa sambil mengenal budayanya lebih dalam lho.

Khusus kamu yang sudah baca artikel ini, kamu bisa pakai kode promo BACACETTASUPDATES dan dapatkan diskon 10% untuk pembelian kelas di Cetta Online Class!

Yuk, langsung daftar sekarang!

Bagikan Artikel ini:

Artikel Lainnya

Isi Data Diri Dulu, Yuk!
Cetta Akan Kirimkan Kode Promonya ke Emailmu