potret Ataya Soewandi

Dulu Nilai Nol, Kini Jadi Bilingual: Cara Taya Perluas Peluang Karier Bareng Cetta

Daftar Isi

Ataya Soewandi, atau yang biasa lebih dikenal sebagai Kak Taya, merupakan seorang poliglot asal Jakarta Selatan. Kegemarannya mempelajari bahasa asing merupakan turunan dari keluarganya bahkan neneknya Kak Taya adalah seorang Polyglot. Walaupun demikian, di awal masuk Sekolah Dasar bukan berarti Kak Taya langsung jago bahasa, ia sempat merasakan pahitnya nilai nol di pelajaran Bahasa Inggris.

Ketika duduk di bangku kelas 4 SD, salah satu gurunya membuat Kak Taya bersemangat belajar Bahasa Inggris. Di sinilah titik balik Kak Taya dalam bidang bahasa dan menemukan eureka-nya, nilainya meroket dan memulai hobi bahasa yang bisa membawanya ke Northumbria University. Ingin tau kisah lengkap perjalanannya? Simak artikel ini!

 

Mempelajari Bahasa adalah Cara Kak Taya Bersenang-senang

Ataya Soewandi, atau yang biasa lebih dikenal Taya, memulai perjalanan menjelajahi dunia bahasa dari kecintaannya dengan bahasa dan budaya asing, terutama Asia Timur.

 

Adnan

Halo Kak Taya! Boleh kenalan dulu, ya? Sekarang kesibukannya lagi ngapain aja nih, masih kuliah kah atau kerja?

Taya

Halo Adnan! Sekarang aku lagi kerja freelance jadi Event Organizer. Kalau kuliah aku udah lulus, dulu kuliah di Northumbria University, UK. Aku ambil jurusan Interior Architecture.

Adnan

Wah, keren banget sampai kuliah ke UK! Ceritain sedikit dong, kok bisa sampai kuliah ke sana? Apakah ini memang mimpi dari lama atau dorongan orang tua?

Taya

Sebenernya aku emang suka eksplor bahasa dan budaya asing. Dari kecil aku udah belajar Bahasa Inggris, nenekku pun juga bisa banyak bahasa, salah satunya Belanda. Kalau kuliah ke UK ini emang keinginan aku sendiri, aku emang ngincer kuliah keluar negeri dibanding di dalam negeri.

Adnan

Apa alasan Kak Taya ikut les bahasa, apakah mungkin ada dorongan orang tua, hobi, atau memang ada target tertentu?

Taya

Orang tua aku sih nggak pernah nyuruh aku. Aku emang suka eksplor bahasa dan budaya Asia, terutama Jepang dan Korea yang sekarang aku pelajarin. Jadi murni karena kemauan sendiri dan hobi.

Adnan

Lalu, kenapa akhirnya Kak Taya memilih Cetta sebagai tempat belajar?

Taya

Aku tau Cetta dari Instagram, sebenernya udah tau Cetta dari lama, udah setahun. Karena aku kan udah lulus juga mau cari kegiatan, jadi aku join Cetta Jepang awalnya, dua tingkat. Trus Korea tuh baru Desember tahun 2025.

Adnan

Selama belajar di Cetta, gimana sih rasanya mulai dari cara tutor-nya mengajar sampai materi yang didapat.

Taya

Selama di Cetta asik sih, nggak yang kaku gitu. Seru dan cocok  untuk baby friendly (cocok untuk pemula) gitu. Kalau gak seru dan gak cocok aku gak mungkin ikut kelas Jepang sampai dua tingkat gitu, bahkan sekarang juga ambil kelas Korea.

 

Tantangan Belajar Bahasa tidak Membuat Semangat Surut

Bagi Kak Taya, belajar bahasa memang memiliki tantangan tersendiri. Tetapi bukan berarti hal itu bisa menghalanginya. Ia terus belajar dan mencari jalan terbaik untuk hobinya.

 

Adnan

Sebelum les di Cetta, apa tantangan terbesar Kak Taya waktu belajar bahasa sendiri? Pernah coba tempat les lain nggak sebelumnya?

Taya

Kalau tempat les lain sebelumnya belum pernah sih. Tantangan belajar otodidak itu jelas banget terasa di kedisiplinan. Kalau sendiri kan suka malas-malasan. Kalau di tempat les seperti Cetta, materinya terstruktur, ada tutor yang ngajarin, dan bahasanya lebih terstruktur.

Adnan

Di Cetta kan kita ada komunitas Cetta Virtual Society (CVS), menurut Kakak seberapa penting sih kehadiran komunitas bahasa seperti ini buat orang yang lagi belajar bahasa asing?

Taya

Menurut aku komunitas bahasa itu penting banget, terutama untuk orang yang jarang keluar rumah kayak aku. Nggak semua orang suka bersosialisasi secara langsung ke luar, jadi komunitas bahasa online itu ngebantu banget buat tetep bisa berinteraksi dan berkembang.

 

Dampak Nyata untuk Masa Depan

Belajar bahasa bukan sekadar hobi, tetapi memiliki dampak yang nyata dan sudah dirasakan Kak Taya sendiri di dalam dunia kerja dan pergaulan. Tidak sulit untuk Kak Taya berkomunikasi dengan orang asing di dalam pekerjaannya.

 

Adnan

Dari pelajaran bahasa yang kakak dapat selama ini, seberapa besar dampak ilmu dari Cetta ke kehidupan Kakak sekarang. Mungkin dari segi sosial, pekerjaan, atau kepercayaan diri?

Taya

Ngebantu banget, terutama untuk rasa percaya diri sih pasti. Kemarin kebetulan ada event di tempat kerja aku dan ada orang Jepang di sana, alhasil aku bisa berkomunikasi dengan lancar menggunakan Bahasa Jepang, event aku jadi lancar. Tentunya ini juga membuka opportunity buat aku secara personal.

Adnan

Apa mimpi atau keinginan kakak dari kemampuan bahasa yang kakak miliki saat ini?

Taya

Mimpi aku sebenernya pengen lebih connect lagi sih ke tempat-tempat lain, pengen jalan-jalan aja gitu travelling tanpa kendala bahasa dan tetap aman.

Adnan

Terakhir nih kak, ada pesan nggak buat teman-teman di luar sana yang mungkin pengen kuliah ke luar negeri atau pengen belajar bahasa juga tapi masih ragu buat mulai belajar di Cetta?

Taya

Pesan aku, kalau memang itu mimpi kamu kejarlah dan pasti ada jalan keluarnya, jangan takut untuk memulai, jangan takut di-judge, fokus pada pengembangan diri. Karena ketika kamu udah bisa bahasa lain selain bahasa ibu, informasi yang kamu dapatkan akan lebih banyak dan bisa lebih open minded.

Adnan

Kata-kata singkat untuk Cetta apa nih, Kak?

Taya

Semoga makin banyak bahasa yang bisa dicover oleh Cetta.

 

Ingin Jadi Poliglot Seperti Kak Taya? Mulai dari Cetta Dulu Aja!

Kisah Taya membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar deretan kata di atas kertas, melainkan kunci yang membuka pintu peluang karir dan rasa percaya diri di pergaulan global. Dari seseorang yang pernah mendapatkan nilai nol, Taya kini mampu berkomunikasi lancar dengan orang asing dan meraih mimpinya.

Jangan biarkan rasa ragu atau ketakutan akan penilaian orang lain menghambat potensi besarmu. Menunda belajar bahasa berarti menunda kesempatanmu untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas.

Siap menyusul jejak Kak Taya? Cetta Online Class hadir sebagai solusi belajar yang fleksibel, seru, dan pastinya newbie friendly. Cocok untuk yang ingin belajar bahasa baru!

Kalau kamu pengen jadi poliglot kaya Kak Taya, Cetta punya solusinya! Kamu tinggal bergabung dengan kelas dasar bahasa asing yang tersedia di Cetta:

Kelas Antares (Inggris): Fokus pada Grammar & Speaking untuk memperluas rentang kosakata, membiasakan berbicara, dan mengurangi jeda (long pauses).

Kelas Chuji Shang (Mandarin): Belajar HSK 1. Sangat cocok bagi pemula yang ingin menguasai Mandarin untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari nol.

Kelas Chogeup 1 (Korea): Kelas dasar untuk menguasai Hangeul, tata bahasa dasar, kosakata, hingga percakapan harian.

Kelas Elementary (Jepang): Cocok untuk belajar dari nol. Kamu akan fokus pada Hiragana & Katakana, tata bahasa dasar, serta Basic Conversation.

Kelas Débutant 1 (Prancis): Kelas bahasa Prancis tingkat dasar yang mencakup pelafalan (pronunciation), kosakata dasar, hingga percakapan sederhana.

Kelas Grundstufe A1 (Jerman): Dirancang untuk pemula guna mempelajari pelafalan, kosakata, tata bahasa, dan percakapan dasar.

 

Keuntungan Belajar di Cetta:

  • Akselerasi Pemahaman dengan Kurikulum Terukur: Materi disusun secara sistematis dari level dasar hingga mahir untuk memastikan progres belajar yang nyata.
  • Ekosistem Belajar yang Positif: Dipandu oleh tutor profesional yang mengedepankan metode fun learning tanpa tekanan, sehingga kamu bebas bereksplorasi tanpa takut dihakimi.
  • Efisiensi Waktu dan Ruang: Sistem belajar online sepenuhnya yang memungkinkan kamu mengatur waktu belajar di sela kesibukan tanpa harus mengorbankan produktivitas.

 

Masih bingung harus mulai dari level mana atau ingin tahu lebih lanjut tentang programnya? Tenang saja, kamu bisa konsultasi gratis dengan tim kami untuk menentukan level yang paling tepat buat kamu. Yuk, chat admin Cetta sekarang!

Bagikan

Picture of Adnan Rizki

Adnan Rizki

Adnan Rizki adalah penulis dan spesialis SEO yang berpengalaman di dunia digital marketing. Pernah berkarya di berbagai agensi dan media seperti KapanLagi Youniverse, Doxa Digital, Ivonesia, hingga OmKirim, Adnan terbiasa mengolah riset, data, dan strategi menjadi tulisan yang informatif dan mudah dipahami. Ia juga aktif mengelola blog pribadi di AdnanMediaIDN sebagai wadah untuk berbagi insight seputar edukasi, berita, dan politik.
Picture of Adnan Rizki

Adnan Rizki

Adnan Rizki adalah penulis dan spesialis SEO yang berpengalaman di dunia digital marketing. Pernah berkarya di berbagai agensi dan media seperti KapanLagi Youniverse, Doxa Digital, Ivonesia, hingga OmKirim, Adnan terbiasa mengolah riset, data, dan strategi menjadi tulisan yang informatif dan mudah dipahami. Ia juga aktif mengelola blog pribadi di AdnanMediaIDN sebagai wadah untuk berbagi insight seputar edukasi, berita, dan politik.

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup