Siapa sangka, ketertarikan pada budaya Korea sejak kecil bisa membawa Andrea Kurniawan menjadi exchange student di Korea Selatan.
Mahasiswa S1 Bioteknologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini mendapat kesempatan exchange di tahun keempat studinya melalui kerjasama kampus dengan The Catholic University of Korea.
Ingin tahu kisah lengkap perjalanan Andrea? Simak wawancara Cetta Korean bersama Andrea berikut ini!
Awal Ketertarikan dengan Korea
Sejak kecil, Andrea sudah tertarik dengan budaya Korea, mulai dari musik, drama, hingga variety show. Minat ini lambat laun berkembang menjadi motivasi nyata ketika ia mendengar kesempatan exchange ke Korea.
Baginya, kesempatan ini bukan hal yang datang setiap hari, sehingga memutuskan untuk berani mengambil langkah besar.
Rani
Halo kak, boleh kenalan dulu? Nama, asal kampus, dan sekarang lagi menjalani program apa di Korea?
Andrea
Halo, aku Andrea Kurniawan, biasa dipanggil Dea. Aku dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya jurusan Bioteknologi. Di Korea disebutnya sebagai magang riset, sementara di Indonesia seperti skripsi. Di Korea sendiri aku juga ambil Bioteknologi.
Rani
Kalau boleh tau, apakah di Korea sendiri ikut program beasiswa?
Andrea
Jadi, ini program exchange yang tiap tahun hanya diambil dua mahasiswa karena Atmajaya bekerja sama dengan The Catholic University of Korea. Untuk tuition fee-nya sepenuhnya ditanggung dari kampus dan aku juga dapat 500.000 won per bulan dan tinggal di dormitory. Tapi untuk living cost aku biaya sendiri, sih.
Rani
Apa yang membuat kakak tertarik ikut program exchange ini?
Andrea
Kalau aku sih memang suka Korea sejak kecil, suka culture-nya dan sering nonton variety show. Dan opportunity ini mungkin gak datang dua kali, jadi aku decide untuk ikut program ini.
Rani
Menurut kakak, seberapa berpengaruh pengalaman exchange ini untuk masa depan kakak?
Andrea
Menurut aku sih sangat merubah pandangan orang banget. Pengalaman exchange ini jadi pembeda ketika aku interview di beberapa perusahaan. Perusahaan banyak yang tertarik ketika aku bilang punya pengalaman exchange dan pengalaman ini jadi bagian paling menonjol di resume aku.
Proses Adaptasi di Negeri Ginseng
Di Korea, Dea mengambil bidang Bioteknologi dengan fokus riset Enzyme Technology yang meneliti liposom dan enzim seperti cutinase untuk kebutuhan industri. Namun yang paling mengejutkan justru dari pola kerja yang intens sampai interaksi sehari-hari dengan bahasa Korea.
Rani
Waktu pertama kali sampai di Korea dan mulai kuliah, apa yang paling bikin kakak culture shock?
Andrea
Kalau dari aku sih lebih ke lab culture-nya. Di Korea lab-nya buka 24 jam dan mereka bisa di lab sampai jam 11 atau 12 malam. Kalau di Indonesia, biasanya lab cuma buka dari jam 8 sampai 4 sore. Selain itu juga budaya ppali-ppali terasa banget dan semuanya serba cepat.
Rani
Menurut kakak, seberapa penting kemampuan bahasa Korea atau Inggris dalam mendukung studi di Korea?
Andrea
Sebenarnya untuk mendaftar program exchange ini, cukup menggunakan EPT (English Proficiency Test) dari Atma Jaya. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari di Korea, menurutku kemampuan bahasa Korea dasar sudah cukup.
Belajar Bersama Cetta Korean
Menariknya, Andrea memilih belajar di Cetta Korean setelah sudah berada di Korea. Namun fokusnya kali ini untuk persiapan TOPIK II dengan tujuan untuk memaksimalkan peluang mendaftar beasiswa GKS.
Rani
Apa alasan utama kakak akhirnya memilih belajar di Cetta dibandingkan tempat lain
Andrea
Kalau sistem belajarnya, aku nggak merasakan perbedaan yang signifikan. Lecturer-nya cenderung pasif, jadi profesor menyampaikan materi secara one-way. Dari total enam kelas yang aku ambil, seingat aku nggak pernah ada tugas kerja kelompok. Tapi kalau di jurusan seperti Business Administration atau International Relations, mereka biasanya diberi tugas seperti mewawancarai orang.
Rani
Waktu masuk Cetta, apakah kak Andrea sudah pernah ikut TOPIK sebelumnya atau sudah punya TOPIK?
Andrea
Aku waktu di Cetta itu karena tadinya mau daftar GKS, tapi sayangnya waktu di ronde kedua aku gak lulus. Habis daftar Cetta baru aku langsung daftar TOPIK II karena aku merasa butuh sesuatu yang challenging untuk belajar. Tapi ternyata aku kurang satu poin untuk ke level 3.
Rani
Apakah ada materi atau metode belajar di Cetta yang kira-kira paling membantu untuk persiapan exchange atau studi di Korea?
Andrea
Menurutku yang paling berkesan dari Cetta tuh, mereka benar-benar mendalami budaya kehidupan di Korea sampai sangat rinci. Mulai dari cara minum sampai kebiasaan kumpul-kumpul di Korea.
Rani
Apakah komunitas belajar bahasa asing seperti Cetta Virtual Society membantu untuk belajar lebih konsisten dan berbicara bahasa asing?
Andrea
Menurutku komunitas Cetta Virtual Society sangat membantu, sih. Seperti waktu aku datang ke event Cetta Virtual Society saat 17 Agustus, dari satu event itu saja aku bisa bertemu banyak orang dari berbagai kelas bahasa di Cetta, seperti French dan Mandarin.
Rani
Apa pesan kakak untuk teman-teman Cetta Korean yang punya mimpi ikut exchange tapi masih ragu untuk mulai?
Andrea
Buat teman-teman yang ingin exchange ke Korea, tetap semangat meskipun mungkin nantinya akan menemukan pengalaman yang tidak menyenangkan. Tapi ingat kembali kenapa kamu memutuskan Korea in the first place!
Siap Membuka Jalanmu ke Korea Bersama Cetta Korean?
Dari perjalanan Andrea, kita bisa lihat bahwa belajar bahasa Korea bukan cuma soal lulus TOPIK, tapi juga soal kesiapan menghadapi dunia internasional.
Meskipun sudah berada di Korea, Andrea pelan-pelan memperkuat kemampuan bahasa Korea lewat kelas bahasa Korea dari Cetta Korean.
Buat kamu yang baru mulai, Cetta merekomendasikan kelas Chogeup 1 yang akan dilanjutkan ke kelas Chogeup 2 sebagai persiapan TOPIK. Kuncinya? Konsisten, mau mencoba, dan punya lingkungan belajar yang mendukung.
Hal terpenting yang harus diingat adalah kamu perlu #PedeAjaDulu. Lewat kelas ini dan dengan bergabung di komunitas Cetta Virtual Society (CVS) seperti Andrea, kamu bisa latihan bareng, ketemu teman baru, dan makin percaya diri pakai bahasa Korea.
Karena langkah besar selalu dimulai dari keputusan kecil hari ini!










