Sejarah dan Kebangkitan Japanese City Pop: Soundtrack Estetik dari Tokyo Menuju Global

Suasana kota di Jepang

Artikel ini membedah asal-usul genre Japanese City Pop yang kini kembali merajai playlist anak muda, meski banyak yang belum tahu sejarah besar di balik melodi cerianya.

Fenomena ini sebenarnya menjadi bukti nyata bagaimana budaya Jepang dan pengaruhnya untuk subkultur Indonesia telah menciptakan ikatan emosional yang kuat lintas generasi lewat karya seni yang timeless.

Masalahnya, banyak pendengar baru hanya sekadar menikmati vibe retro tanpa memahami konteks budaya dan ledakan ekonomi yang membentuk genre ini, sehingga apresiasi terhadap musiknya sering kali hanya sebatas permukaan. 

Merasa relate dengan lagu-lagu era 80-an tapi bingung kenapa musiknya bisa terasa sangat modern di telinga Gen Z? Tenang, Cetz! Artikel ini akan membahasnya agar kamu makin pro saat bahas musik bareng bestie.

Banner Ajakan Belajar Bahasa Jepang di Cetta Japanese

Sejarah Awal Kultur Japanesse City Pop

Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami ledakan ekonomi yang dikenal sebagai Bubble Economy (Baburu Keiki). Kemakmuran yang terasa tanpa batas ini membuat masyarakat Jepang mulai mengadopsi gaya hidup urban ala Amerika Serikat, mulai dari makan malam mewah hingga kehidupan malam yang gemerlap.

Meningkatnya standar hidup ini membuat mereka membutuhkan soundtrack yang pas untuk menyokong gaya hidup tersebut. Tepat pada tahun 1970-an, Japanese City Pop lahir sebagai musik yang mencerminkan optimisme, kemewahan, dan kebebasan masyarakat kota besar seperti Tokyo.

Menurut Dije-sensei, gaya musik ini sangat dipengaruhi oleh genre Barat seperti Funk, Soul, Soft Rock (AOR), dan Jazz Fusion. “Bedanya dengan pop Amerika era itu cuma di lirik dan penyanyinya saja yang dari Jepang,” tambah Dije-sensei.

Revolusi Teknologi Walkman

Estetika City Pop mencerminkan pesona kemewahan urban Jepang di malam hari dengan lampu neon, mobil klasik mewah, dan suasana elegan namun santai. Visualisasi ini sering kali menggunakan grafis bergaya retro-futuristik pada sampul albumnya, menciptakan nuansa nostalgia yang sangat kuat bagi pendengarnya.

Selain soal gaya hidup, kebangkitan genre ini juga didorong oleh kemajuan teknologi pemutar kaset berjalan yang disebut Walkman. Munculnya fitur pemutar kaset pada mobil-mobil baru saat itu juga turut mempopulerkan City Pop, karena siapa pun bisa menikmati musik favorit mereka kapan pun dan di mana pun.

Perpaduan antara melodi yang catchy dan kualitas produksi yang sangat tinggi menjadikan genre ini begitu easy-listening. Inilah alasan mengapa lagu-lagu City Pop tetap terdengar jernih dan berkelas meski didengarkan berpuluh-puluh tahun kemudian.

Para Maestro di Balik Layar City Pop

Ada beberapa nama besar yang menjadi tulang punggung suksesnya genre ini secara global:

  • Haruomi Hosono: Dikenal sebagai “Ayah” City Pop dan anggota Yellow Magic Orchestra. Ia menggabungkan elemen R&B dan tropis yang membentuk dasar genre ini.
  • Tatsuro Yamashita: Dijuluki “Raja City Pop”, Yamashita-sensei sangat ahli memadukan Soft Rock dan Funk dalam album ikonisnya seperti For You dan Spacy.
  • Mariya Takeuchi: Istri dari Tatsuro Yamashita yang menciptakan lagu fenomenal “Plastic Love” yang menjadi wajah kebangkitan genre ini di internet.

Kebangkitan Global Japanese City Pop Dari YouTube hingga Meledak di TikTok

Setelah sempat meredup di tahun 90-an karena kondisi ekonomi Jepang yang berubah, City Pop mengalami kebangkitan luar biasa dua dekade kemudian. Fenomena ini dimulai pada tahun 2017 ketika algoritma YouTube merekomendasikan lagu “Plastic Love” karya Mariya Takeuchi ke jutaan pengguna secara global.

Gelombang kedua datang dari platform TikTok sekitar tahun 2020 melalui lagu “Mayonaka no Door / Stay With Me” karya Miki Matsubara. Lagu ini meledak secara viral dan membuktikan bahwa melodi City Pop mampu melintasi generasi dan bahasa, bahkan bagi mereka yang tidak mengerti bahasa Jepang sama sekali.

Rekomendasi Playlist City Pop

Buat kamu yang ingin mulai mengeksplorasi atau memperdalam referensi, berikut adalah lagu-lagu wajib masuk playlist-mu:

NoJudul LaguArtisMengapa Wajib Didengar?
1Plastic LoveMariya TakeuchiWajah utama kebangkitan City Pop global dengan melodi yang sangat adiktif.
2SparkleTatsuro YamashitaPerpaduan harmonis Jazz dan Pop, cocok banget didengarkan sambil mengerjakan tugas.
3Stay With MeMiki MatsubaraLagu romantis yang viral di TikTok, memiliki melodi menenangkan dan vokal merdu.
4Dance in the MemoriesMeiko NakaharaSoundtrack anime Kimagure Orange Road dengan beat diskotek ala tahun 80-an.
5Remember Summer DaysAnriVokal mendayu dengan alunan saxophone kental, pas untuk suasana musim panas.
Banner Ajakan Belajar Bahasa Jepang di Cetta Japanese

Nikmati City Pop dan Pelajari Bahasa Jepangnya di Cetta!

Memahami sejarah City Pop memang bikin pengalaman dengerin musikmu makin asyik, tapi akan jauh lebih bermakna kalau kamu paham arti liriknya yang puitis. 

Jangan sampai kamu cuma bisa bergoyang tanpa mengerti pesan mendalam yang ingin disampaikan oleh para penyanyinya, Cetz!

Yuk, perkaya kosa kata dan pemahaman budayamu dengan bergabung di Cetta Japanese Elementary Class. Di sini, kamu bisa belajar dan mendapatkan manfaat berikut:

  • Belajar dengan Tutor berpengalaman: Tutor Cetta Japanese lulusan Universitas Jepang dan pernah tinggal di Jepang, sehingga pengalaman yang diajarkan nyata.
  • Cocok untuk pemula: Cocok untuk kamu yang mau belajar bahasa Jepang dari 0 banget, belum ngerti hurufnya apalagi bahasanya.
  • Kelas fleksibel: Belajar secara daring dari mana saja dengan jadwal yang bisa disesuaikan dengan kesibukanmu.

Siap untuk tukar playlist sambil upgrade skill bahasa Jepangmu? Segera konsultasikan kebutuhan belajar bahasamu secara gratis untuk mengecek level kemampuanmu dan memilih kelas yang paling pas!

Daftar Isi
Artikel Terbaru
Cover Perbandingan Biaya Kursus Bahasa Asing di Cetta vs Belajar Otodidak_ Mana yang Lebih Worth It
Perbandingan Biaya Kursus Bahasa Asing di Cetta vs Belajar Otodidak: Mana yang Lebih Worth It?

Kursus bahasa vs belajar otodidak sering menjadi pertimbangan…

Cover 5 Tanda Kamu Sudah Siap Ambil Sertifikasi Bahasa Asing
5 Tanda Kamu Sudah Siap Ambil Sertifikasi Bahasa Asing (Goethe/JLPT/DELF/HSK/TOPIK/IELTS)

Mengenali tanda siap mengambil sertifikasi bahasa asing bisa…

cover kesalahan memilih kursus bahasa asing
7 Kesalahan Memilih Kursus Bahasa Asing untuk Persiapan Kerja ke Luar Negeri

Kesalahan memilih kursus bahasa asing bisa membuat proses…

thumbnail bahasa asing untuk kerja luar negeri
Bahasa Asing untuk Kerja ke Luar Negeri yang Paling Menjanjikan di 2026

Penasaran apa saja bahasa asing untuk kerja luar…

dua orang sedang melihat ke gawai
Sekarang Ada AI Translate, Masih Perlu Kursus Bahasa Asing?

Apakah kamu termasuk anak muda modern yang mengira…

iluatrasi dua sahabat yang telah mengurus visa ke Korea untuk liburan
Bebas Visa ke Korea 2026: Panduan Lengkap untuk WNI

Annyeonghaseyo, chingudeul! Siapa nih yang lagi excited merencanakan…

sekumpulan anak muda seperti mahasiswa sedang berbincang
DAAD Scholarship 2026: Syarat, Bahasa, dan Tips Lolos Kuliah Gratis di Jerman!

Sering merasa minder duluan setiap kali melihat biaya…

ilustrasi anak sekolah yang belajar grammar korea dan grammar Inggris
Apakah Grammar Korea Sama dengan Grammar Inggris? Ini Jawabannya

Annyeonghaseyo, Cetz! Buat kamu yang sudah bertahun-tahun belajar…

ilustrasi siswa yang mempelajari apa itu AAVE
Apa Itu AAVE? Yuk Kenalan Dialek Bahasa Inggris Populer di Amerika

Hello, English learners! Pernah nggak sih, Cetz merasa…

sejumlah siswi sedang fokus mengerjakan soal di atas meja masing-maisng
Panduan Ausbildung Jerman 2026: Syarat, Proses, dan Persiapan Bahasa Biar Lolos!

Punya mimpi buat meniti karier di Eropa tapi…

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup