Kesalahan memilih kursus bahasa asing bisa membuat proses belajarmu kurang efektif. Bahkan, rencana pengembangan kariermu juga bisa ikut terhambat akibat memilih tempat kursus yang salah.
Menurut Labour Market Intelligence Report Kemnaker 2024, terdapat 48.411 lowongan dalam negeri yang mencantumkan kemampuan bahasa sebagai kebutuhan. Sementara itu, sebanyak 6.983 lowongan luar negeri juga mensyaratkan kemahiran bahasa.
Oleh karena itu, jangan sampai waktu dan biaya belajarmu terbuang karena salah memilih kursus. Yuk, kenali berbagai kesalahan memilih kursus bahasa asing dan cara menghindarinya agar kamu bisa memilih belajar tempat kursus bahasa asing terbaik.
Kesalahan Memilih Kursus Bahasa Asing yang Perlu Dihindari
Ada beberapa kesalahan memilih kursus bahasa asing yang perlu kamu perhatikan agar proses belajar lebih efektif dan sesuai dengan tujuanmu. Perhatikan setiap kesalahan berikut ini, ya, agar bisa memilih metode belajar yang efektif!
1. Memilih Kursus Tanpa Kurikulum yang Terarah
Ada kursus yang fokus mengajarkan bahasa asing secara umum tanpa kurikulum khusus untuk tujuan tertentu, seperti persiapan Ausbildung, EPS, atau ujian bahasa. Materinya biasanya lebih berfokus pada kemampuan dasar dan komunikasi sehari-hari.
Kursus seperti ini sebenarnya cocok untuk pemula yang ingin mengenal bahasa asing terlebih dahulu. Namun, kalau kamu sudah punya tujuan spesifik untuk melanjutkan pendidikan atau mengembangkan karier, sebaiknya pilih kursus dengan materi yang lebih terarah untuk menghindari kesalahan memilih kursus bahasa asing.
2. Mengabaikan Sertifikasi yang Diakui Negara Tujuan
Setiap negara memiliki sertifikasi kemampuan bahasa yang bisa menjadi persyaratan pendidikan atau pekerjaan. Misalnya, bahasa Jepang menggunakan JLPT, bahasa Korea memiliki TOPIK, dan bahasa Mandarin memiliki HSK.
Karena itu, pastikan kursus yang kamu pilih menyediakan materi yang mendukung sertifikasi tersebut. Jangan sampai kamu sudah belajar cukup lama, tetapi materi yang dipelajari ternyata nggak sesuai dengan kemampuan yang diuji dalam sertifikasi.
3. Tidak Mengecek Rekam Jejak dan Partner LPK atau Penyalur Kursus
Kalau kursus terhubung dengan LPK atau lembaga penyalur kerja, rekam jejaknya juga perlu kamu perhatikan. Hal ini penting untuk memastikan lembaga tersebut memang terpercaya dan memiliki pengalaman dalam membantu peserta mencapai tujuan mereka.
Kamu bisa mengeceknya melalui situs resmi atau media sosial lembaga tersebut. Lihat kegiatan yang pernah dilakukan, program yang tersedia, hingga testimoni dari peserta sebelumnya untuk menghindari kesalahan memilih kursus bahasa asing.
4. Hanya Fokus pada Grammar dan Mengabaikan Speaking serta Listening
Grammar memang penting, terutama kalau kamu perlu menggunakan bahasa asing untuk menulis esai, dokumen, atau pekerjaan yang membutuhkan kemampuan menulis dengan struktur yang tepat. Penguasaan grammar juga membantu membuat komunikasi tertulis terasa lebih jelas dan profesional.
Namun, kemampuan speaking dan listening nggak kalah penting. Keduanya akan banyak digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, mengikuti arahan di tempat kerja, hingga berinteraksi dengan rekan kerja atau masyarakat setempat.
5. Tidak Menghitung Total Biaya yang Dibutuhkan
Jangan hanya melihat biaya kursus ketika membandingkan pilihan. Kamu juga perlu menghitung biaya lain seperti ujian sertifikasi, dokumen, visa, hingga biaya LPK atau penyalur jika memang diperlukan.
Dengan menghitung keseluruhan biaya sejak awal, kamu bisa menyesuaikan pilihan kursus dengan kemampuan finansial. Cara ini juga membantu mencegah biaya tambahan yang baru muncul di tengah proses persiapan.
6. Tidak Mengecek Kapasitas Kelas
Jumlah peserta dalam satu kelas juga bisa memengaruhi pengalaman belajar. Kalau terlalu banyak peserta, kesempatan untuk bertanya, berkonsultasi, atau mendapatkan koreksi dari tutor bisa menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, kelas dengan beberapa peserta juga punya keuntungan. Kamu bisa berbagi pengalaman, berdiskusi, dan berlatih percakapan bersama sehingga proses belajar terasa lebih interaktif.
7. Memilih Kelas yang Tidak Sesuai dengan Level Saat Ini
Sebelum menentukan kelas, kamu perlu mengetahui kemampuan bahasa asingmu saat ini. Informasi tersebut bisa membantu kamu menentukan strategi belajar dan memilih materi yang sesuai dengan kemampuan.
Jangan sampai kesalahan memilih kursus bahasa asing terjadi karena kamu memilih kelas yang terlalu mudah sehingga perkembangan terasa lambat atau terlalu sulit. Kalau tersedia, manfaatkan placement test atau konsultasi level untuk menentukan kelas yang paling sesuai.
Cara Memilih Kursus Bahasa Asing yang Tepat Sejak Awal
Beberapa cara berikut bisa kamu gunakan untuk menghindari kesalahan memilih kursus bahasa asing serta memastikan kursus yang sudah sesuai.
1. Cek Materi yang Ditawarkan
Pastikan materi kursus sesuai dengan tujuanmu, baik untuk komunikasi sehari-hari, persiapan ujian, pendidikan, maupun kebutuhan kerja. Perhatikan juga apakah materi mencakup speaking, listening, reading, dan writing secara seimbang.
2. Cek Kualifikasi dan Pengalaman Tutor
Tutor punya peran besar dalam proses belajar. Cari tahu latar belakang pendidikan, sertifikasi, pengalaman mengajar, atau pengalaman menggunakan bahasa tersebut agar kamu bisa memastikan kompetensinya.
3. Sesuaikan dengan Level Kemampuanmu
Pilih kelas berdasarkan kemampuan bahasa asingmu saat ini, bukan sekadar mengikuti teman atau memilih level yang terdengar menarik. Kamu bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk menentukan kelas sesuai dan menghindari kesalahan memilih kursus bahasa asing.
4. Pastikan Kurikulumnya Sesuai dengan Tujuan
Kalau tujuanmu bekerja atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri, cari kursus yang punya kurikulum khusus untuk kebutuhan tersebut. Misalnya, kursus dengan persiapan JLPT untuk Jepang, TOPIK untuk Korea, atau HSK untuk Mandarin.
5. Cek Metode dan Sistem Pembelajarannya
Cari tahu bagaimana proses belajar berlangsung, mulai dari metode pengajaran, praktik percakapan, tugas, hingga evaluasi. Pilih metode serta teknik belajar yang membuatmu aktif menggunakan bahasa, bukan hanya menghafalkan kosakata dan grammar.
6. Pertimbangkan Kapasitas dan Format Kelas
Sesuaikan pilihan kelas dengan gaya belajar dan kebutuhanmu. Tempat kursus memiliki beragam kelas seperti privat, kelompok kecil, online, atau tatap muka. Kamu bisa menentukan kelas mana yang paling cocok dengan kamu.
7. Bandingkan Biaya dan Fasilitas yang Didapat
Jangan hanya memilih kursus berdasarkan harga paling murah karena hal ini bisa menjadi kesalahan memilih kursus bahasa asing. Bandingkan biaya dengan fasilitas yang diberikan, seperti materi, jumlah sesi, evaluasi, konsultasi, sertifikat, hingga akses komunitas.
Temukan Kursus Bahasa Asing yang Tepat Bersama Cetta
Memahami kesalahan memilih kursus bahasa asing bisa membantu kamu lebih cermat sebelum menentukan pilihan. Mulai dari kurikulum, tutor, level, metode belajar, hingga biaya, pastikan semuanya sesuai dengan tujuan belajar dan rencana kariermu.
Kalau masih bingung menentukan kursus yang tepat, Cetta menyediakan berbagai pilihan kelas bahasa dengan keunggulan berikut.
- Enam pilihan bahasa: Cetta English, Cetta Mandarin, Cetta Japanese, Cetta Korean, Cetta French, dan Cetta German.
- 700+ praktisi: Belajar bersama tutor yang berpengalaman dan memahami kebutuhan belajar bahasa asing.
- Materi berbasis sertifikasi: Materi disusun berdasarkan level sertifikasi masing-masing bahasa, seperti JLPT, TOPIK, HSK, dan CEFR.
- Komunitas belajar: Kamu bisa berinteraksi dan belajar bersama komunitas untuk membuat proses belajar lebih seru dan suportif.
- Terpercaya: Cetta telah menjadi mitra urusan bahasa asing bagi 100+ perusahaan, dengan tingkat kelulusan tes peserta mencapai 97%.
Masih ragu memilih kelas? Yuk, konsultasikan kebutuhan belajarmu secara gratis bersama Cetta dan temukan kelas yang paling sesuai dengan tujuanmu!














