barongsai sebagai salah satu budaya china yang ada di indonesia

Pengaruh Budaya Cina di Indonesia Beserta Asal-Usulnya

Daftar Isi

Artikel ini membahas pengaruh budaya Tionghoa di Indonesia, lengkap dengan asal-usulnya. 

Indonesia adalah negara yang dikenal akan keberagamannya, baik dari suku, agama, dan budayanya. Nah, kebudayaan dari berbagai etnis, termasuk Tionghoa memiliki pengaruh terhadap kebudayaan Indonesia, loh!

Laoshi Eka, tutor Cetta Mandarin pun menjelaskan bagaimana proses hadirnya budaya Tionghoa dan pengaruh yang ada di Indonesia.

Penasaran? Simak artikelnya hingga tuntas, ya!

 

Proses Masuknya Budaya Cina ke Indonesia

Ada banyak versi mengenai kapan dan bagaimana awalnya budaya Cina masuk ke Indonesia.

Laoshi Eka mengutip dari Sejarawan Didi Kwartanada, awal masuknya budaya Tionghoa ke Indonesia dimulai pada abad ke-5 masehi.

Awalnya, orang Tionghoa yang dari Cina ingin berdagang di India, tetapi terdampar di Pulau Jawa.

Artikel VOI menjelaskan, bahwa dahulu penduduk Cina banyak yang pergi merantau ke luar negeri, salah satunya ke Indonesia, dikarenakan oleh faktor ekonomi.

Orang Tionghoa banyak melakukan perdagangan di Nusantara (nama Indonesia saat itu), tepatnya pada zaman kerajaan Hindu-Buddha.

Pernah ada kisah soal Dinasti Yuan pernah mengirim utusannya ke Kediri, agar Kediri menyerahkan kekuasaannya ke bangsa Mongol. Hal tersebut menunjukkan jejak-jejak hubungan antara Cina dan Indonesia di masa lampau.

Ada kemungkinan pasukan Mongol yang ada di Indonesia tidak semuanya kembali ke Cina dan menetap serta menikahi warga Indonesia.

Mengutip dari Merdeka, contohnya saja Sunan Gunung Djati yang menjadikan putri dari Tiongkok sebagai istri. Sejarah berlanjut ke Majapahit, pada zaman itu orang-orang Cina juga masuk ke Indonesia.

Intinya, pada zaman kerajaan Singosari, Kediri, dan Majapahit, menjadi saksi banyaknya pengaruh budaya Tionghoa di Indonesia.

 

Contoh Budaya Tionghoa di Indonesia

Kita bisa melihat contoh budaya Tionghoa dalam segi bahasa, terutama istilah-istilah serapan dari bahasa Cina.

Laoshi Eka memberi contoh yaitu kata “cuan” yang berarti mendapatkan untung dan “ciak” yang berarti makan.

Selain itu, kuliner juga menjadi salah satu bentuk pengaruh budaya Cina di Indonesia. Misalnya, kosakata makanan yang diserap dari dialek Hokkien seperti kopi (kāfēi), tahu (dòufu), bakso (báshāo), dan masih banyak lagi. 

Dalam hal fashion, budaya Cina juga memengaruhi gaya berpakaian orang Indonesia seperti baju koko. 

Lalu, kebiasaan orang Cina yang menghormati orang tua dan mencintai alam juga membekas di kebiasaan orang Indonesia.

Dalam hal agama, adanya agama Konghucu (Confucius) dan Taoisme merupakan bukti pengaruhnya di Indonesia. Orang-orang Cina pada saat itu membaur bersama masyarakat setempat dengan giat bertani. 

 

Pentingnya Mengenal Budaya Cina di Indonesia

Menurut Laoshi Eka, budaya Cina juga penting untuk dipelajari oleh kita sebagai orang Indonesia.

“Karena sudah berasimilasi dengan kita sebagai orang Indonesia, jadi bukan merupakan identitas terpisah dari kehidupan kita sebagai orang Indonesia. Melainkan, sudah menjadi bagian kehidupan kita,” jelasnya.

Dalam bermasyarakat, penting bagi kita untuk memahami budaya. Dengan begitu, kita dapat menyesuaikan cara bersikap atau cara berinteraksi kita terhadap orang lain, Cetz. 

Belajar Mengenai Norma Sosial, Etika, Perilaku, dan Hierarki Sosial

Selain itu, cara berdagang, kejujuran, dan semangat berbisnis juga bisa kita ambil sebagai pelajaran baik dari budaya Cina.

Semboyan negara kita yang Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) dan kejadian Sumpah Pemuda 1928, mengingatkan bahwa kita perlu berbaur dengan suku yang lain.

Untuk berbaur dengan keturunan Cina, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mempelajari budaya. Sebagai keturunan Cina pun harus mengerti bagaimana perjuangan nenek moyangnya sampai ke Indonesia.

Semangat dan nilai moral yang baik dari pengaruh budaya negeri Tirai Bambu ini bisa diadopsi untuk kehidupan bangsa ini.

“Manusia itu pada dasarnya, baik suku rasnya apapun, itu mereka pasti di dalam hatinya tertanam hukum-hukum yang berhubungan Tuhan di atas dan manusia,” ujar Laoshi Eka.

Contoh dari penerapannya adalah bagaimana manusia perlu menyembah dan menghormati Tuhan Sang Pencipta serta hubungannya dengan sesama manusia.

Budaya Cina pun mengajari untuk menghormati orang tua, tidak mencuri, membunuh, berzina, bersaksi dusta, dan kita bisa mengambil esensi dari sana.

 

Kesimpulan

Itulah informasi mengenai pengaruh budaya Cina di Indonesia, beserta dengan asal-usulnya. Rupanya, kebudayan Tionghoa memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat kita, ya? 

Semoga artikel ini dapat membantu kamu, Cetz!

 

Ingin Lebih Paham Konteks Budaya Mandarin?

Cetz, belajar bahasa bukan hanya soal menghafal kosakata atau memahami grammar saja, tetapi juga memahami budayanya, loh! Dengan paham konteks budayanya, kamu akan lebih cepat belajar bahasanya pula.

Mulai pembelajaran bahasa Mandarinmu sekarang di Cetta Mandarin.

Kamu bisa ikut kelas Chuji Shang Intensive di Cetta Mandarin. Di sini, kamu bisa belajar tata bahasa, kosakata, dan percakapan materi HSK 1, yang setara dengan pelajaran dasar bahasa Mandarin! Kurikulumnya yang terstruktur dengan Laoshi yang asik bisa bantu kamu lebih pede dalam berkomunikasi, Cetz.

Kabar baiknya, kamu bisa dapatkan diskon 10% untuk daftar kelas dengan memasukkan kode BACACETTAUPDATES.

Ingin tanya-tanya soal kelas ini atau kelas lainnya? Konsultasikan dengan Cetta, sekarang!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup