Artikel ini membahas panduan lengkap cara berkenalan dalam bahasa Mandarin, mulai dari kosakata dasar, perbedaan budaya perkenalan, hingga tips berkomunikasi dengan native speaker. Di akhir, kamu akan mendapatkan rekomendasi kelas untuk memperdalam kemampuan bahasa Mandarinmu.
Mengapa Berkenalan dalam Bahasa Mandarin Terasa Sulit?
Berkenalan dengan orang Tionghoa dalam bahasa Mandarin sering kali terasa menakutkan bagi pemula. Perbedaan budaya, sistem nama yang unik, dan kekhawatiran salah pengucapan membuat banyak orang ragu untuk memulai percakapan.
Belum lagi, struktur kalimat bahasa Mandarin yang berbeda dengan bahasa Indonesia membuat kita tidak bisa sekadar menerjemahkan kata per kata. Ditambah lagi dengan adanya perbedaan etika berkomunikasi antara budaya Indonesia dan Tiongkok yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Namun tenang saja, Cetz! Sekarang kamu akan mengetahui cara berkenalan dalam bahasa Mandarin yang benar dan sesuai konteks budaya, sehingga bisa memulai percakapan dengan percaya diri tanpa takut salah lagi.
Kosakata Dasar untuk Berkenalan dalam Bahasa Mandarin
Ketua departemen Cetta Mandarin, Kevin Caesar, atau yang akrab dipanggil Kevin Laoshi, menjelaskan bahwa cara berkenalan dalam bahasa Mandarin memiliki tingkat formalitas yang perlu diperhatikan. Mari kita pelajari kosakata pentingnya!
1. Ucapan Salam Formal dan Informal
Pertama-tama, saat berkenalan dengan orang Tionghoa, kamu perlu mengucapkan salam terlebih dahulu. Sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Mandarin juga membedakan antara “kamu” dan “Anda”.
Formal:
- Anda = 您 (Nín)
- Hello = 您好 (Nín hǎo)
Informal:
- Kamu = 你 (Nǐ)
- Hai = 你好 (Nǐ hǎo)
Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Mandarin, inisial “T” dibaca seperti “th” dalam bahasa Inggris atau lebih mendekati bunyi aspirasi “t” yang kuat dengan hembusan napas.
2. Menanyakan Nama dengan Sopan
Dalam budaya Tiongkok, menanyakan nama memiliki cara khusus yang menunjukkan penghormatan terhadap marga dan keluarga besar lawan bicara.
Formal:
- Marga besar/nama belakang Anda apa? = 您贵姓什么?(Nín guì xìng shénme?)
Kata “贵” (guì) yang artinya “terhormat” menunjukkan cara membesarkan atau menghormati marga orang yang diajak berkenalan.
Informal:
- Kamu dipanggil dengan nama apa? = 你叫什么名字?(Nǐ jiào shénme míngzì?)
Dalam bahasa Mandarin, ketika ingin bertanya “nama Anda siapa?”, struktur kalimatnya adalah 您叫什么名字?(Nín jiào shénme míngzì?) untuk formal atau 你叫什么名字?(Nǐ jiào shénme míngzì?) untuk informal.
3. Menanyakan Informasi Pribadi Lainnya
Berbeda dengan budaya Indonesia, menanyakan umur di Tiongkok bukanlah hal yang sensitif atau dianggap tidak sopan.
Menanyakan Tanggal Lahir:
- Kamu lahir kapan? = 你是什么时候出生的?(Nǐ shì shénme shíhòu chūshēng de?)
Menanyakan Tempat Tinggal:
- Kamu tinggal di mana? = 你住哪儿?(Nǐ zhù nǎr?)
Menanyakan Pekerjaan:
- Kamu kerja apa? = 你做什么工作的?(Nǐ zuò shénme gōngzuò de?)
Laoshi Kevin menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini sudah cukup untuk memulai perkenalan. Setelahnya, alur percakapan akan berjalan natural seperti di Indonesia.
Perbedaan Budaya Perkenalan: Indonesia vs Tiongkok
Karakteristik Komunikasi Orang Tionghoa
Perlu diperhatikan saat berbicara dengan orang Tionghoa, secara umum mereka tidak terlalu banyak basa-basi di awal percakapan.
“Basa-basinya pun kadang kesannya agak to the point gitu,” ujar Laoshi Kevin.
Ini berbeda dengan budaya Indonesia yang cenderung menggunakan banyak basa-basi dan pendekatan tidak langsung. Jadi, jangan merasa tersinggung jika orang Tionghoa terkesan langsung pada intinya saat berbicara denganmu.
Perbedaan Budaya Tiongkok Utara dan Selatan
Tiongkok sama luasnya dengan Indonesia, bahkan penyebaran penduduknya lebih merata. Sebagian besar penduduk berada di wilayah timur seperti Beijing, Shanghai, Quanzhou, dan Tianjin.
Cara berkenalan pun berbeda antara Tiongkok Selatan dan Utara:
- Tiongkok Selatan: Orang-orangnya suka mengajak minum teh saat berkenalan
- Tiongkok Utara: Lebih umum mengajak minum alkohol untuk akrab
“Itu membantu sekali untuk berkenalan supaya lebih dekat lagi,” tambah Laoshi Kevin.
Bagi yang Muslim, jangan khawatir! Jika diajak minum alkohol, kamu bisa menjelaskan dengan sopan dan mereka akan mengerti. Tiongkok juga memiliki penduduk Muslim meskipun minoritas.
Banyaknya pendatang dari berbagai kota membuat pertanyaan “Kamu orang mana?” menjadi lebih umum. Mereka juga membedakan antara orang Tiongkok Utara dan Selatan, berbeda dengan Indonesia yang membedakan berdasarkan suku seperti Jawa, Sunda, Sumatra, atau Kalimantan.
Kesalahan Umum Saat Berkenalan dalam Bahasa Mandarin
Jangan Terjemahkan Langsung!
Perbedaan paling mendasar dalam perkenalan adalah kita tidak bisa langsung menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin. Laoshi Kevin memberikan contoh dalam kasus menanyakan ulang tahun.
Salah:
- Kapan ulang tahunmu? = 你的生日是什么时候?(Nǐ de shēngrì shì shénme shíhòu?)
Meski secara terjemahan literal benar, ekspresi ini tidak natural dalam bahasa Mandarin.
Benar:
- Kamu kapan melewati/merayakan ultah? = 你什么时候过生日?(Nǐ shénme shíhòu guò shēngrì?)
- Ultah kamu tanggal berapa dan bulan berapa? = 你的生日几月几号?(Nǐ de shēngrì jǐ yuè jǐ hào?)
“Kalau belajar bahasa kita harus tahu dulu mereka biasanya pakai apa. Lebih baik belajarnya mungkin jangan per kata, tetapi per cara mengekspresikan,” jelas Laoshi Kevin.
Tips Berkenalan dengan Native Speaker
| No | Tips | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Gunakan tingkat formalitas yang tepat | Sesuaikan penggunaan 您 (Nín) untuk situasi formal dan 你 (Nǐ) untuk situasi santai agar tetap sopan. |
| 2 | Hormati marga mereka | Saat bertanya nama secara formal, gunakan ungkapan 贵姓 (guì xìng) yang berarti “siapa marganya?” sebagai bentuk penghormatan. |
| 3 | Jangan takut bertanya umur | Dalam budaya Tiongkok, menanyakan umur bukan hal sensitif—sering dianggap sebagai bentuk keakraban. |
| 4 | Pahami konteks regional | Budaya di Tiongkok Utara dan Selatan memiliki perbedaan gaya komunikasi, jadi penting untuk menyesuaikan pendekatanmu. |
| 5 | Belajar ekspresi, bukan hanya kata | Fokus pada cara native speaker berkomunikasi—intonasi, ekspresi wajah, dan konteks—bukan sekadar menghafal kosakata. |
Masih penasaran dengan tips belajar Mandarin lainnya? Baca juga: Bingung Mulai Belajar Bahasa Mandarin dari Mana? Simak Tipsnya dari Cetta
Awali Perjalanan Bahasa Mandarinmu di Cetta!
Masih bingung mulai belajar bahasa Mandarin dari mana? Cetta punya solusinya! Kalau kamu ingin mulai belajar dari dasar, Cetta Mandarin menyediakan kelas pemula Chuji Shang (HSK 1) yang dirancang khusus untuk membangun fondasi bahasa Mandarin dengan kuat dan menyenangkan.
Kamu bisa pilih kelas Regular atau Private 1-on-1 sesuai dengan kebutuhan dan jadwalmu. Banyak siswa yang sudah merasakan manfaatnya, seperti Vickel yang berhasil menemukan tutor Mandarin idaman di Cetta.
Ingin tahu lebih banyak alasan kenapa harus les di Cetta? Segera konsultasi gratis dengan admin Cetta dan dapatkan diskon 10% saat checkout kelas pilihanmu.










