Cetta Bongkar Peluang Karier Lewat WHV Australia: Bahasa Inggris Jadi Bekal Utama

Layar laptop menampilkan slide presentasi materi pilihan pekerjaan di Australia untuk WHV Holdern
Daftar Isi

Jakarta, 18 Oktober 2025 –  Cetta Online Class sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Spill Rahasia Cuan Ratusan Juta dengan WHV” pada Sabtu (18/10), yang diikuti oleh puluhan peserta secara daring. Antusiasme peserta terlihat tinggi, khususnya dari kalangan mahasiswa dan profesional muda yang ingin memahami lebih dalam jalur Working Holiday Visa (WHV) Australia, mulai dari proses pendaftaran hingga strategi membangun karier dan penghasilan di luar negeri.

Webinar menghadirkan narasumber utama Alkaf RodiAllah Ma, pemegang WHV asal Palembang yang telah tiga tahun menetap di Bendigo, Victoria. Melalui pengalamannya, Alkaf membagikan gambaran langsung mengenai kehidupan dan peluang kerja di Australia bagi pemegang WHV.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa proses pengajuan WHV terdiri dari dua tahap utama, yaitu SDUWHV (Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa) dan pengajuan visa (lodge visa). SDUWHV dapat diajukan oleh mahasiswa aktif minimal semester empat maupun lulusan D3. Alkaf menekankan pentingnya kejujuran dan transparansi dalam pengisian dokumen agar proses verifikasi berjalan lancar.

Selain membahas aspek administratif, Alkaf turut menguraikan jenis pekerjaan yang umum ditempuh pemegang WHV. Sektor hospitality banyak diminati di kota-kota besar seperti Sydney, sementara pekerjaan di sektor peternakan relatif mudah didapat namun bergantung pada musim. Pilihan lain seperti meat factory dinilai lebih stabil meskipun proses rekrutmennya lebih panjang. 

Ia juga menyebutkan bahwa banyak WHV holder memilih untuk mencoba berbagai bidang lain seperti menjadi supir taksi online, menjadi barista, koki, atau penata rambut. Menurut Alkaf, kunci suksesnya adalah fleksibilitas dan kemauan untuk terus belajar.

“Kalau ingin bertahan lama di Australia, jangan berhenti di satu kemampuan saja. Terus asah keterampilan baru supaya bisa naik kelas dan penghasilan pun ikut meningkat,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Alkaf turut membagikan sejumlah tips penting bagi peserta yang baru tiba di Australia. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan bukan memilih pekerjaan terbaik, melainkan segera bekerja dan menemukan tempat tinggal sementara agar adaptasi berjalan lebih mudah.

“Di hari-hari pertama, fokus saja dulu untuk mulai bekerja dan menemukan tempat tinggal sementara. Setelah situasi lebih stabil, baru lakukan penyesuaian,” katanya.

Menanggapi pertanyaan seputar peluang kerja kantoran, Alkaf menjelaskan bahwa hal tersebut umumnya terbuka di tahun ketiga masa WHV, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang kuat. Untuk peserta yang ingin melanjutkan tinggal di Australia setelah masa WHV berakhir, ia merekomendasikan dua opsi, yaitu mencari sponsor kerja atau melanjutkan studi dengan student visa.

Bagian yang paling disorot dalam sesi ini adalah pentingnya kemampuan bahasa Inggris. Menurut Alkaf, bahasa Inggris bukan hanya syarat administratif, tapi juga bekal utama untuk beradaptasi dan membangun jaringan profesional.

“Semakin cepat kita membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris, semakin mudah juga beradaptasi di sana. Idealnya, mulai latihan dari Indonesia agar tidak kaget dengan accent native speaker di Australia,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa memiliki skor IELTS di atas 4.5 memberi peluang lebih aman dalam seleksi. “Skor IELTS yang baik membuka peluang lebih luas, baik untuk urusan kerja maupun komunikasi sehari-hari. Jadi manfaatkan waktu sebelum berangkat untuk belajar dan latihan sebanyak mungkin,” tambah Alkaf.

Menutup webinar, perwakilan Cetta menyampaikan bahwa kesiapan bahasa merupakan pondasi penting bagi siapa pun yang ingin mengikuti program WHV. Oleh karena itu, peserta diimbau untuk mulai membangun kebiasaan berbahasa sejak dini agar proses adaptasi di luar negeri berjalan lebih mulus dengan program exclusive dari Cetta English.

Daftar Isi
Artikel Terbaru
ilustrasi oelajar yang memperlajari pola kalimat pasti dalam bahasa Jepang
Tata Bahasa JLPT N4 – “Pasti” dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, ada beberapa cara untuk menyampaikan…

Tata Bahasa Mandarin tentang jika-maka
Tata Bahasa HSK 3: Pengunaan 如果…就…

Dalam bahasa Mandarin, pola 如果……就…… digunakan untuk menyatakan…

Kosakata Bahasa Mandarin tentang mendengarkan musik
Kosakata HSK 3: Mendengarkan Musik

Banyak orang suka mendengarkan musik menggunakan ponsel. Musik…

juede dan renwei
Tata Bahasa HSK 3: Penggunaan 觉得 dan 认为

Dalam bahasa Mandarin, 认为 dan 觉得 sama-sama berarti…

Tata Bahasa Mandarin tentang Zouyou
Tata Bahasa HSK 3: Pengunaan Kata 左右

Dalam bahasa Mandarin, 左右 (zuǒyòu) digunakan untuk menyatakan…

seorang perempuan memegang buku dan kacamata terlihat seperti pelajar
Cara Daftar TOPIK 2026 di Indonesia: Syarat, Biaya, dan Alur Pendaftaran Lengkap

Artikel ini bakal ngebahas soal cara daftar TOPIK…

Seorang anak perempuan sedang belajar
Berapa Lama Belajar Bahasa Prancis dari Nol ke B1/B2? Ini Estimasi Waktu Realistisnya!

Artikel ini bakal mengupas tuntas Berapa lama mencapai…

Kosakata Bahasa Mandarin tentang meminta izin
Kosakata HSK 3: Meminta Izin

Dalam lingkungan sekolah atau kerja, terkadang kita perlu…

Kosakata Bahasa Mandarin tentang chat melalui ponsel
Kosakata HSK 3: Chat Melalui Ponsel

Saat ini banyak orang menggunakan ponsel setiap hari…

Kosakata Bahasa Mandarin tentang membeli tiket kereta
Kosakata HSK 3: Membeli Tiket Kereta

Saat bepergian di Tiongkok, banyak orang perlu membeli…

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup