Menjelang bulan Ramadhan, banyak orang mulai merencanakan berbagai kesibukan sembari menjalani ibadah puasa.
Mulai dari menyesuaikan jam kerja, memperbanyak ibadah, sampai tetap menyempatkan diri mengembangkan skill baru dengan belajar bahasa asing.
Buat kamu yang ingin tetap produktif selama Ramadan, kelas bahasa asing dari Cetta Online Class bisa jadi solusi belajar yang fleksibel dan ramah energi.
Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan tips belajar bahasa asing saat puasa, lengkap dengan waktu belajar paling efektif hingga metode yang cocok agar proses belajarmu tetap nyaman. Yuk, simak sampai habis!
Jadwal Puasa Ramadan 2026
Sebelum menyusun rutinitas belajar selama bulan puasa, penting untuk mengetahui gambaran waktu Ramadhan itu sendiri.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan data astronomi, Ramadan 2026 diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Februari 2026.
Tanggal estimasinya, yaitu:
- Awal Ramadan: sekitar 18 Februari 2026
- Hari pertama puasa: kemungkinan jatuh pada 19 Februari 2026
- Akhir Ramadhan: sekitar 20 Maret 2026
Perlu diingat, tanggal ini masih bersifat perkiraan, karena penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat di masing-masing negara. Artinya, bisa saja terjadi perbedaan satu hari tergantung keputusan resmi.
Bagi kamu yang masih bingung apakah belajar bahasa asing secara online akan cocok denganmu, yuk baca penjelasan dari Cetta ini!
Waktu Belajar Paling Efektif Saat Ramadan
Belajar bahasa asing saat Ramadan tetap bisa berjalan efektif asalkan kamu pintar memilih waktu. Kondisi tubuh yang berpuasa membuat energi dan fokus naik turun sepanjang hari, jadi penting untuk menyesuaikan jam belajar dengan ritme tubuhmu.
- Setelah Sahur hingga Pagi Hari
Waktu setelah sahur adalah momen terbaik untuk belajar. Tubuh masih segar, otak sudah mendapatkan asupan energi, dan suasana biasanya lebih tenang. Di waktu ini, kamu bisa fokus pada:
- Menghafal kosakata baru
- Mempelajari grammar dasar
- Membaca teks pendek
Belajar 15–30 menit setelah sahur sudah cukup efektif tanpa membuat tubuh cepat lelah.
- Menjelang Berbuka Puasa
Sekitar 30–45 menit sebelum waktu berbuka, suasana cenderung lebih hening dan minim distraksi. Meski energi fisik menurun, fokus mental justru bisa meningkat. Waktu ini cocok untuk:
- Listening santai (podcast, dialog pendek)
- Menonton video berbahasa asing
- Review materi ringan
- Setelah Tarawih
Jika kondisi tubuh masih memungkinkan, setelah tarawih bisa dimanfaatkan untuk sesi belajar ringan. Misalnya:
- Menulis beberapa kalimat sederhana
- Latihan speaking singkat
- Review ulang materi hari itu
Namun, jika tubuh sudah lelah, tidak masalah untuk melewatkan sesi ini. Konsistensi tetap lebih penting daripada memaksakan diri.
Selain itu, kamu juga bisa membaca artikel teknik belajar bahasa asing ala Cetta yang bisa kamu terapkan.
Metode dan Format Belajar yang Cocok Saat Puasa
Agar belajar tetap nyaman selama Ramadan, kamu bisa memilih metode yang tidak menguras energi.
Metode microlearning sangat direkomendasikan. Misalnya, belajar 5 kosakata baru, 1 pola kalimat, atau 1 topik kecil dalam satu sesi. Cara ini membantu otak tetap fokus tanpa merasa kewalahan.
Selain itu, passive learning juga efektif dilakukan saat energi menurun. Mendengarkan lagu, podcast, atau menonton drama berbahasa asing dengan subtitle bisa membantu meningkatkan pemahaman tanpa terasa seperti belajar berat.
Untuk tetap aktif, kamu bisa melakukan latihan ringan, seperti menulis 3–5 kalimat sederhana, menirukan pengucapan (shadowing) selama beberapa menit, atau chatting singkat menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.
Contoh Jadwal Belajar Bahasa Asing 7 Hari untuk Pemula
Agar lebih terarah, berikut contoh jadwal belajar bahasa asing selama Ramadan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan:
Hari 1
Setelah sahur: 5 kosakata sehari-hari
Menjelang buka: dengarkan dialog pendek
Hari 2
Setelah sahur: 1 pola kalimat + contoh
Menjelang buka: nonton video 5–10 menit
Hari 3
Setelah sahur: latihan pengucapan kosakata
Menjelang buka: review materi hari sebelumnya
Hari 4
Setelah sahur: membaca teks pendek
Menjelang buka: listening santai
Hari 5
Setelah sahur: menulis 3 kalimat sederhana
Menjelang buka: review grammar ringan
Hari 6
Setelah sahur: latihan speaking singkat
Menjelang buka: nonton konten hiburan berbahasa asing
Hari 7
Setelah sahur: review seluruh materi minggu ini
Menjelang buka: evaluasi dan catat progres
Puasa Tetap Jalan, Skill Bahasa Juga Berkembang
Puasa bukan alasan untuk berhenti berkembang. Dengan memahami tips belajar bahasa asing saat puasa, memilih waktu yang tepat, dan menerapkan metode yang sesuai, kamu tetap bisa meningkatkan kemampuan bahasa asing secara konsisten selama Ramadan.
Agar proses belajarmu lebih terarah dan nyaman selama Ramadan, kelas bahasa asing dari Cetta Online Class siap menemani perjalanan belajarmu dengan sistem belajar yang fleksibel dan ramah energi. Di Cetta kamu akan merasakan kelas:
- Sistem belajar fleksibel dan online, bisa diikuti dari mana saja tanpa perlu menguras energi
- Pilihan jadwal yang beragam, cocok untuk belajar setelah sahur, sore menjelang berbuka, atau malam hari
- Mentor berpengalaman dan komunikatif, siap membimbing pembelajar dari level pemula hingga lanjutan
- Metode fun learning dan interaktif, jadi belajar tetap seru meski sedang berpuasa
Tertarik untuk mulai belajar atau ingin tahu jadwal kelas terbaru? Langsung menghubungi WhatsApp Admin Cetta Online Class untuk informasi lebih lengkap.
Yuk, manfaatkan Ramadhan sebagai momen untuk upgrade diri dan skill bahasa asingmu










