ilustrasi keluarga yang mendapat stigma asian parents

Kenali Stigma Asian Parents, Banyak Positifnya!

Daftar Isi

Sering kali kita lihat di film, serial televisi, maupun internet tentang stigma buruk yang dimiliki Asian parents.

Memangnya, kenapa, sih, Asian parents bisa mendapatkan stigma jelek tersebut?

Gimana gaya parenting dari orang tua Asia?

Apa aja dampak baik dan buruk dari pola pengasuhan anak tersebut?

Pada artikel ini, Laoshi Angie, selaku tutor dari Cetta Mandarin, bakal mengupas tuntas soal stigma Asian parents khusus buat kamu.

Yuk, disimak!

Asian Tiger Mom

Harimau, selain bisa kamu temui di kebun binatang, juga bisa kamu temui di stereotip seorang ibu berdarah Asia.

Hal ini dikarenakan stigma Asian parents dikenal juga dengan istilah ‘Asian Tiger Mom’.

“Asian Tiger Mom adalah panggilan untuk ibu dengan prinsip pola asuh anak yang tegas dan juga keras,” tutur Laoshi Angie.

Hal ini dilakukan oleh sang ibu agar sang anak mampu menjadi berprestasi, baik di sekolah maupun di kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya.

Stigma buruk dari kedua fenomena tersebut muncul karena pola asuh ini seringkali digunakan oleh orangtua yang berasal dari Asia.

Khusus untuk Asian Tiger Mom, istilah ini sendiri dapat muncul karena memoar yang ditulis oleh seorang profesor berdarah Chinese-American bernama Amy Chua.

Pada memoarnya yang berjudul ‘Battle Hymn of the Tiger Mother’, ia mengisahkan dirinya yang membesarkan anak-anaknya dengan metode Asian Tiger Mom ini.

Sejak itu, Asian Tiger Mom menjadi istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan pola asuh anak yang tegas, keras, dan disiplin.

Baca juga: Rekomendasi Variety Show China dari Tutor Cetta

Karakteristik Asian Parents

Menurut Laoshi Angie, terdapat karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh seseorang sehingga ia mendapat stereotip seorang Asian parents.

Pertama, Asian parents itu bersifat otoriter dan keras.

Anak diharuskan mengikuti segala perintah dan kemauan yang diberikan oleh orang tua.

Kedua, banyak aturan yang dibuat untuk hidup anak, seperti jadwal belajar, pergaulan, dan lain-lain.

Terakhir, bagi mereka, prestasi akademik adalah hal yang sangat penting.

Anak diwajibkan mempunyai prestasi yang bagus hingga sempurna.

“Ini semua dilakukan oleh Asian parents dengan harapan anaknya bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah karena prestasinya,” sambung Laoshi Angie.

BACA JUGA: Belajar Bahasa Mandarin dengan Buku HSK

Dampak Positif dan Negatif dari Fenomena Asian Parents

Dengan pola asuh yang sesuai dengan stigma Asian parents, anak dapat belajar dan terbiasa untuk menjadi lebih disiplin.

Hal ini dikarenakan karena seluruh hidupnya sudah diatur dengan jadwal agar tidak menyia-nyiakan waktu.

Namun, hal ini juga mampu membuat anak tidak merasakan adanya kebebasan dalam hidupnya.

Selain itu, mungkin banget sang anak merasa tertekan karena tuntutan yang diberikan oleh orangtua.

Kursus Bahasa Mandarin, Cetta Online Class

Oleh karena itu, jika kamu adalah orang tua yang ingin mendaftarkan anak belajar bahasa Mandarin dengan cara yang nyaman, efektif, dan tetap menyenangkan, kelas Chuji Sang dari Cetta Mandarin bisa menjadi pilihan yang tepat!

Melalui sistem pembelajaran daring dengan jadwal yang fleksibel, anak tetap bisa belajar tanpa mengorbankan waktu bermain bersama keluarga dan teman-temannya.

Selain itu, di kelas ini anak akan mendapatkan:

  • Pemahaman kosakata dan tata bahasa yang lebih luas.

  • Latihan percakapan interaktif agar anak lebih percaya diri berbicara bahasa Mandarin.

  • Bimbingan tutor berpengalaman yang siap membantu anak belajar dengan cara yang fun dan mudah dipahami.

Tunggu apa lagi? Yuk, cek program Chuji Shang lewat WhatsApp admin cetta Mandarin ini dan daftarkan anakmu sekarang!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup