Hari Raya Imlek tinggal menghitung hari nih, Cetz! Suasana meriah dengan dekorasi serba merah dan lampion cantik sudah mulai terlihat di mana-mana.
Tapi, bagi masyarakat Tionghoa, inti dari perayaan ini adalah momen makan malam reuni (Nian Ye Fan).
Buat cetz yang belum tau, Cetta Mandarin akan membahas beberapa makanan khas Imlek yang memiliki simbol harapan untuk tahun yang baru.
Di akhir, Cetz juga akan mendapat rekomendasi kelas bahasa Mandarin yang bisa bikin kamu makin jago ngobrol dan paham budaya Tionghoa.
Penasaran apa saja makanan khas Imlek yang wajib ada dan apa maknanya? Yuk, cek artikelnya sampai habis!
Mengapa Makanan Imlek Punya Makna Khusus?
Masyarakat Tionghoa sangat percaya pada filosofi kata. Banyak makanan dipilih karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata-kata yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, atau kesuksesan.
Berikut beberapa makna simbolik dari makanan tradisional Imlek yang telah diwariskan dari generasi ke generasi:
- Ayam (鸡, jī): Melambangkan keanggunan, rasa tanggung jawab, dan kemajuan karier. Ayam juga melambangkan kerja keras yang menjadi dasar kesuksesan.
- Bebek (鸭, yā): Simbol kemurnian dan fleksibilitas, mewakili keterampilan luas yang mendatangkan kemakmuran.
- Babi (猪, zhū): Menandakan kesejahteraan, rezeki berlimpah, dan hidup tanpa kesulitan.
- Ikan (鱼, yú): Dalam bahasa Mandarin, kata untuk ikan terdengar seperti kata surplus (余, yú). Hidangan ini melambangkan kelebihan rezeki, profitabilitas, dan kelimpahan yang berkelanjutan.
- Nian Gao (年糕) dan Jiaozi (饺子): Melambangkan manisnya kehidupan, kelancaran dalam segala usaha, dan mempererat ikatan keluarga.
Selain Imlek, kamu juga bisa mempelajari ucapan selamat tahun baru dalam bahasa Mandarin yang sebelumnya telah Cetta Mandarin bahas, loh!
20 Makanan Khas Imlek dan Makna Filosofisnya
Perayaan Imlek identik dengan kumpul keluarga dan hidangan lezat yang disajikan di meja. Namun, tahukah kamu bahwa setiap makanan khas Imlek memiliki filosofi simbolik tersendiri?
Berikut ini 20 makanan khas Imlek lengkap dengan makna filosofisnya:
1. Hidangan Utama: Simbol Kekayaan
Hidangan utama saat Imlek biasanya menonjolkan makanan yang melambangkan kekayaan dan rezeki. Oleh sebab itu ikan, ayam utuh, dan pangsit menjadi hidangan wajib dalam perayaan ini.
- Ikan (鱼 – Yú)
Pelafalan Yú mirip dengan kata surplus atau kelebihan. Jadi, makan ikan di saat Imlek dapat melambangkan harapan agar rezeki selalu bersisa dan melimpah setiap tahun. - Ayam Utuh (全鸡 – Quán jī)
Biasanya pada perayaan Imlek, umat Tionghoa akan menyajikan ayam utuh dengan kepala dan kaki sebagai simbol keutuhan keluarga dan kemakmuran. - Pangsit / Dumpling (饺子 – Jiǎozǐ)
Pangsit atau dumpling ini memiliki bentuk yang menyerupai batangan perak kuno. Jadi semakin banyak makan pangsit, semakin banyak pula kekayaan yang akan datang. - Bebek Panggang (烤鸭 – Kǎo yā)
Menu yang satu ini melambangkan kesetiaan dan ketaatan. Gak hanya itu, Bebek Panggang dipercaya bisa menjauhkan sifat serakah, loh! - Lumpia / Spring Rolls (春卷 – Chūnjuǎn)
Lumpia atau spring rolls yang digoreng hingga kuning keemasan sering dibilang menyerupai batangan emas. Gak heran jika makanan ini disebut melambangkan kekayaan dan kemakmuran. - Babi Panggang (烤猪 – Kǎo zhū)
Menu yang satu ini melambangkan kehidupan yang kaya dan berkah yang melimpah. - Udang (虾 – Xiā)
Dalam bahasa Kanton, udang disebut Ha, terdengar seperti suara tawa. Sehingga, jika kamu makan udang dipercaya akan membawa kebahagiaan sepanjang tahun.
Setelah makan, ada baiknya kamu berterima kasih atas makanan yang sudah dihidangkan. Jadi, coba deh cek artikel macam-macam terima kasih dalam bahasa Mandarin, ini!
2. Mie dan Sayuran: Simbol Umur Panjang
Selain kekayaan, Imlek juga menekankan umur panjang dan kesehatan. Mie panjang umur, rebung, dan sayuran hijau menjadi pilihan populer karena maknanya yang melambangkan umur panjang.
- Mie Panjang Umur/Longevity Noodles (长寿面 – Chángshòu miàn)
Mie yang satu ini sengaja tidak dipotong saat dimasak maupun dimakan sebagai harapan agar yang memakannya dapat umur panjang seperti panjang mie tersebut. - Yu Sheng (鱼生 – Yú shēng)
Kalau menu yang satu ini berupa salad ikan segar yang diaduk tinggi-tinggi. Kabarnya, semakin tinggi adukannya, semakin tinggi keberuntungan yang diraih. - Sayuran Hijau (芥兰/菜心 – Jièlán / Càixīn)
Memakan sayuran hijau saat Imlek dapat melambangkan kemurnian, keharmonisan, dan doa untuk kesehatan orang tua. - Rebung (竹笋 – Zhúsǔn)
Karena tanaman rebung dikenal tumbuh dengan cepat, menu rebung melambangkan harapan agar usaha dan karier seseorang dapat tumbuh dengan pesat di tahun baru. - Jamur Shiitake (香菇 – Xiānggū)
Salah satu jenis jamur ini ternyata memiliki simbol sebagai peluang dan harapan yang terkabul, loh! - Sup Delapan Jenis (八宝汤 – Bābǎo tāng)
Bagi penggemar sup, menu yang satu ini akan menggugah selera. Angka delapan sendiri dikenal sebagai angka keberuntungan, sehingga menu ini melambangkan harapan baik untuk bisnis dan usaha. - Bakso Kepala Singa (狮子头 – Shīzitóu)
Tahukah kamu, bakso bulat melambangkan kesatuan keluarga, sementara singa melambangkan kekuatan.
3. Kue dan Buah: Simbol Keharmonisan
Gak kalah penting, kue dan buah-buahan khas Imlek pun memiliki makna keharmonisan keluarga dan rezeki yang terus bertambah. Ini dia menu-menu yang wajib ada di meja saat Imlek:
- Kue Keranjang / Nian Gao (年糕 – Niángāo)
Tahukah kamu, Nian Gao memiliki makna tahun yang lebih tinggi. Sehingga jika kamu memakan kue keranjang atau nian gao saat Imlek, diharapkan kamu mendapat karier atau kehidupan yang meningkat dari tahun ke tahun. - Jeruk Mandarin (橘子 – Júzi)
Jeruk mandarin identik dengan warnanya yang oranye keemasan. Jenis jeruk ini melambangkan kekayaan dan pelafalannya mirip dengan kata keberuntungan. Menarik banget, ya! - Ronde (汤圆 – Tāngyuán)
Pernah coba makanan ronde? Bola ketan bulat ini di perayaan Imlek melambangkan reuni dan kebersamaan keluarga yang erat. - Kue Mangkok (发糕 – Fāgāo)
Kue mangkok selalu menjadi makanan khas Imlek dari tahun ke tahun. Bagian atas kue mangkok yang mekar melambangkan rezeki yang terus berkembang. - Kue Ku / Kue Thok (龟糕 – Guīgāo)
Sering makan kue thok? Ternyata, bentuknya yang seperti tempurung kura-kura ini melambangkan umur panjang, loh! - Manisan Segi Delapan (八宝糖 – Bābǎo táng)
Menu yang satu ini biasanya disajikan dalam Tray of Togetherness. Di perayaan Imlek manisan segi delapan melambangkan keharmonisan delapan arah mata angin.
Selain Imlek, masyarakat China juga merayakan Mid Autumn Festival, loh! Cek artikel penjelasan Mid Autumn Festival yang sering muncul di film Mandarin ini, yuk!
Tips Menikmati Makanan Imlek
Agar keberuntungannya maksimal, ada etikanya, Cetz! Berikut beberapa tips dari Cetta Mandarin supaya acara makan saat perayaan Imlek lebih bermakna:
1. Jangan Membalik Ikan
Ini etika paling penting! Saat makan ikan utuh, jangan pernah membalik badan ikan setelah daging bagian atasnya habis karena dianggap simbol keberuntungan yang berbalik. Jadi, cukup angkat tulang tengahnya untuk mengambil daging bagian bawah.
2. Jangan Memotong atau Memutus Mie
Saat menyantap Mie Panjang Umur (Siut Mie), jangan sekali-kali memotong mie dengan gigi atau sumpit di tengah jalan. Kamu harus menghisapnya sampai habis sebagai doa agar umurmu benar-benar panjang tanpa hambatan.
3. Jumlah Hidangan Harus Genap
Masyarakat Tionghoa menyukai angka genap (kecuali angka 4) karena melambangkan kebahagiaan yang berlipat ganda. Biasanya, menu yang disajikan berjumlah 8 yang dipercaya sebagai simbol kemakmuran atau 12 yang melambangkan 12 shio.
FAQ Seputar Makanan Imlek
Q: Kenapa jeruk mandarin sangat identik dengan Imlek?
A: Selain warnanya yang seperti emas, kata “Jeruk” dalam bahasa Mandarin (Ju) terdengar seperti kata “Keberuntungan”.
Q: Apa bedanya kue keranjang dan kue mangkok secara makna?
A: Kue keranjang lebih ke arah peningkatan status/taraf hidup, sedangkan kue mangkok simbol rezeki yang mekar berkembang.
Q: Apakah makanan ini harus dimasak sendiri?
A: Tidak harus, namun tradisi memasak bersama keluarga dianggap sebagai cara untuk mempererat tali silaturahmi.
Ingin Merayakan Imlek Seperti Orang Lokal? Belajar di Cetta Mandarin Saja!
Memahami makna makanan khas Imlek tentu jauh lebih bermakna kalau kamu juga bisa mengucapkan doa-doanya dalam bahasa Mandarin yang fasih.
Bayangkan betapa kerennya kalau kamu bisa mengucapkan Gong Xi Fa Cai atau memesan menu Imlek langsung dengan bahasa Mandarin saat di restoran!
Di kelas Chuji Shang 1 dan Chuji Xia dari Cetta Mandarin, kamu nggak cuma belajar bahasa tapi juga mendalami budaya Tionghoa. Bersama tutor yang berpengalaman dan kurikulum yang interaktif, kamu akan:
- Bisa bercakap-cakap dengan lancar (dari Basic hingga Advanced).
- Memahami etika dan tradisi masyarakat Tionghoa.
- Siap menghadapi ujian HSK dengan percaya diri.
Yuk, jadikan Imlek tahun ini awal perjalanan barumu dalam belajar bahasa! Hubungi WhatsApp admin Cetta Mandarin untuk konsultasi kelas yang cocok buat kamu di Cetta Mandarin!












