Perempuan peserta Ausbildung sedang bekerja part time sebagai kasir di Jerman

Part Time Saat Ausbildung Boleh atau Tidak? Ini Aturan Resminya di Jerman

Daftar Isi

Artikel ini membahas secara lengkap aturan resmi pekerjaan part time saat mengikuti program Ausbildung di Jerman. Dimulai dari pemahaman status hukum peserta Ausbildung, ketentuan kerja tambahan yang diperbolehkan, risiko pelanggaran, hingga perbedaan dengan mahasiswa biasa. Di akhir, kamu akan mendapatkan rekomendasi kursus bahasa Jerman untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Jerman.

 

Banner Ajakan Belajar Bahasa Jerman di Cetta German

 

Apa itu Ausbildung dan Peraturan Hukumnya

Ausbildung adalah program pelatihan vokasional di Jerman yang menggabungkan pembelajaran teori di sekolah kejuruan (Berufsschule) dengan praktik langsung di perusahaan (Betrieb). Program ini umumnya berlangsung selama 2 hingga 3,5 tahun tergantung bidang keahlian yang dipilih. Peserta Ausbildung mendapatkan gaji bulanan (Ausbildungsvergütung) dari perusahaan tempat mereka berlatih, yang jumlahnya bervariasi tergantung industri dan tahun pelatihan.

Dalam sistem hukum Jerman, peserta Ausbildung memiliki status sebagai karyawan magang atau trainee yang terikat kontrak pelatihan dengan perusahaan. Status ini berbeda dengan mahasiswa reguler karena peserta Ausbildung sudah dianggap sebagai bagian dari tenaga kerja yang sedang menjalani pelatihan profesional. Kontrak Ausbildung mengatur hak dan kewajiban peserta, termasuk jam kerja, waktu libur, gaji, serta kewajiban mengikuti pembelajaran teori dan praktik.

Status hukum sebagai peserta Ausbildung memberikan perlindungan khusus berdasarkan Berufsbildungsgesetz (BBiG) atau Undang-Undang Pendidikan Vokasional Jerman. Undang-undang ini mengatur standar kualitas pelatihan, hak-hak peserta, serta batasan-batasan yang harus dipatuhi baik oleh peserta maupun perusahaan. Persiapan yang matang sebelum berangkat akan membantu kamu memahami sistem ini dengan lebih baik.

 

Status Peserta Ausbildung di Mata Hukum Jerman

Di mata hukum Jerman, peserta Ausbildung diklasifikasikan sebagai Arbeitnehmer (karyawan) yang sedang menjalani pelatihan, bukan sebagai Werkstudent (mahasiswa pekerja) atau student (mahasiswa reguler). Perbedaan status ini sangat penting karena mempengaruhi aturan perpajakan, iuran jaminan sosial, serta regulasi jam kerja yang berlaku.

Sebagai karyawan dalam pelatihan, peserta Ausbildung wajib membayar kontribusi untuk sistem jaminan sosial Jerman, termasuk asuransi kesehatan, asuransi pensiun, asuransi pengangguran, dan asuransi perawatan jangka panjang. Potongan ini biasanya sudah dihitung otomatis dari gaji Ausbildung yang diterima setiap bulannya.

Status hukum ini juga mempengaruhi regulasi jam kerja. Peserta Ausbildung tunduk pada Arbeitszeitgesetz (ArbZG) atau Undang-Undang Waktu Kerja Jerman yang membatasi total jam kerja maksimal 8 jam per hari atau 48 jam per minggu. Untuk peserta Ausbildung di bawah 18 tahun, berlaku aturan yang lebih ketat berdasarkan Jugendarbeitsschutzgesetz (JArbSchG) yang membatasi jam kerja maksimal 8 jam per hari dan 40 jam per minggu.

Pemahaman mendalam tentang level bahasa Jerman yang perlu dikuasai akan sangat membantu dalam memahami dokumen-dokumen hukum dan kontrak pelatihan yang mengatur status ini.

 

Aturan Kerja Tambahan bagi Peserta Ausbildung

Pekerjaan part time atau pekerjaan sampingan (Nebenjob/Mini-job) saat Ausbildung di Jerman sebenarnya diperbolehkan, namun dengan sejumlah ketentuan ketat yang harus dipatuhi. Aturan utamanya adalah pekerjaan tambahan tidak boleh mengganggu jadwal dan performa pelatihan utama yang menjadi prioritas.

1. Wajib Mendapat Izin Perusahaan

Syarat pertama dan paling penting adalah mendapatkan izin tertulis dari pihak Betrieb atau perusahaan tempat kamu menjalani Ausbildung. Tanpa izin ini, kamu tidak diperbolehkan mengambil pekerjaan tambahan. Perusahaan berhak menolak jika mereka menilai pekerjaan sampingan akan mengganggu komitmen dan performa pelatihanmu.

Surat izin ini sebaiknya dibuat secara formal dan mencantumkan detail pekerjaan sampingan yang akan diambil, termasuk jenis pekerjaan, lokasi, dan estimasi jam kerja per minggu. Beberapa perusahaan bahkan mencantumkan klausul larangan bekerja di tempat lain dalam kontrak Ausbildung, sehingga penting untuk membaca kontrak dengan teliti sebelum mengambil keputusan.

 

2. Batasan Jam Kerja

Batasan jam kerja adalah aspek krusial yang harus diperhatikan. Total jam kerja dari Ausbildung ditambah pekerjaan sampingan tidak boleh melebihi 10 jam per hari dan 48 jam per minggu sesuai Arbeitszeitgesetz. Dalam praktiknya, jika Ausbildung-mu sudah memakan 8 jam per hari selama 5 hari kerja (40 jam per minggu), maka jam kerja tambahan yang tersisa hanya sekitar 8 jam per minggu.

Pekerjaan sampingan umumnya disarankan maksimal 20 jam per minggu, dan harus dilakukan di luar jam Ausbildung, biasanya di akhir pekan, malam hari, atau hari libur. Pekerjaan di malam hari (antara pukul 23.00 hingga 06.00) memiliki regulasi tambahan dan umumnya tidak disarankan untuk peserta Ausbildung.

 

3. Batas Penghasilan

Selain batasan jam kerja, ada juga aturan mengenai total penghasilan dari pekerjaan sampingan. Untuk Mini-job atau pekerjaan kecil-kecilan, batas penghasilan umumnya sekitar 538 hingga 603 Euro per bulan (tahun 2026). Penghasilan di bawah batas ini memiliki keuntungan karena tidak dikenakan pajak penghasilan penuh dan iuran jaminan sosial lebih rendah.

Jika penghasilan dari pekerjaan sampingan melebihi batas Mini-job, maka akan diperlakukan sebagai Midijob dengan perhitungan pajak dan iuran sosial yang berbeda. Total penghasilan dari Ausbildung dan pekerjaan sampingan akan digabungkan untuk perhitungan pajak tahunan.

 

4. Prioritas Tetap pada Ausbildung

Yang paling penting adalah menjaga fokus utama pada Ausbildung. Pekerjaan sampingan tidak boleh sampai membuat kamu terlambat, absen, atau menurunkan performa di sekolah maupun di tempat praktik. Mempersiapkan mental dan fisik dengan baik akan membantu kamu menyeimbangkan antara Ausbildung dan pekerjaan tambahan.

 

Resiko jika Melanggar Batas Jam Kerja

Melanggar aturan jam kerja saat Ausbildung bukanlah hal sepele dan bisa membawa konsekuensi serius baik dari segi hukum maupun karier. Pemahaman akan risiko ini penting agar kamu tidak mengambil keputusan yang bisa merugikan masa depanmu.

1. Beresiko Hukum dan Administratif

Pelanggaran terhadap Arbeitszeitgesetz dapat mengakibatkan sanksi administratif berupa denda, baik untuk peserta Ausbildung maupun perusahaan yang mempekerjakan. Jika perusahaan tempat Ausbildung mengetahui kamu bekerja tanpa izin atau melebihi batas jam yang diperbolehkan, mereka berhak memberikan peringatan tertulis (Abmahnung) atau bahkan memutus kontrak Ausbildung secara sepihak.

Pemutusan kontrak Ausbildung akan berdampak pada status visa atau izin tinggalmu di Jerman, terutama jika kamu adalah peserta Ausbildung internasional. Kantor imigrasi (Ausländerbehörde) bisa mencabut izin tinggalmu jika kontrak Ausbildung diputus karena pelanggaran aturan.

 

2. Menganggu Kesehatan dan Performa

Bekerja melebihi batas jam yang wajar akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kelelahan berlebihan dapat menurunkan konsentrasi di sekolah dan tempat praktik, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, serta mengganggu proses pembelajaran. Performa yang menurun akan tercermin dalam nilai ujian teori dan penilaian praktik dari pembimbing di perusahaan.

Jika nilai dan performa menurun signifikan, kamu bisa tidak lulus ujian akhir Ausbildung atau bahkan dinyatakan tidak layak untuk melanjutkan program. Ini akan sia-siakan waktu dan usaha yang sudah kamu investasikan selama mengikuti Ausbildung.

 

3. Beresiko Tertundanya Kelulusan Ausbildung

Meskipun terlihat menguntungkan dalam jangka pendek, bekerja berlebihan saat Ausbildung bisa merugikan secara finansial dalam jangka panjang. Jika kamu tidak lulus Ausbildung atau lulus dengan nilai buruk, peluang mendapat pekerjaan tetap dengan gaji baik setelah lulus akan berkurang drastis.

Perusahaan di Jerman sangat menghargai kualitas dan dedikasi. Jika reputasimu sebagai peserta Ausbildung yang tidak fokus dan sering melanggar aturan tersebar, ini akan mempengaruhi peluang kariermu di masa depan. Persiapan yang baik sejak awal akan membantu kamu memahami ekspektasi dan komitmen yang diperlukan.

 

Perbedaan Ausbildung dan Student Part Time

Banyak orang yang mengira status peserta Ausbildung sama dengan mahasiswa reguler (Student) dalam hal aturan bekerja part time. Padahal, kedua status ini memiliki perbedaan signifikan yang perlu dipahami dengan jelas.

 

1. Status Hukum dan Kontrak

Mahasiswa reguler di Jerman memiliki status sebagai Student yang fokus utamanya adalah pendidikan akademis. Mereka tidak terikat kontrak kerja dengan institusi pendidikan dan bebas mengatur waktu belajar mereka. Sebaliknya, peserta Ausbildung terikat kontrak pelatihan kerja dengan perusahaan dan memiliki kewajiban hukum untuk hadir sesuai jadwal yang ditentukan.

Status mahasiswa memberikan fleksibilitas lebih besar dalam hal bekerja part time. Mahasiswa internasional di Jerman umumnya diperbolehkan bekerja hingga 120 hari penuh per tahun atau 240 setengah hari, tanpa memerlukan izin khusus dari universitas. Sementara peserta Ausbildung harus mendapat izin dari perusahaan dan terbatas pada total jam kerja yang ketat.

 

2. Sistem Pembelajaran

Mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan sistem kredit semester (ECTS) dan memiliki kebebasan memilih mata kuliah serta mengatur jadwal sendiri dalam batas tertentu. Mereka tidak menerima gaji dari universitas dan harus membiayai hidup sendiri, sehingga bekerja part time menjadi kebutuhan umum.

Peserta Ausbildung mengikuti sistem pembelajaran dual yang sudah terstruktur ketat, dengan jadwal praktik di perusahaan dan pembelajaran teori di Berufsschule yang sudah ditentukan. Mereka menerima gaji bulanan dari perusahaan, sehingga secara teoritis tidak memerlukan penghasilan tambahan untuk biaya hidup dasar.

 

3. Jaminan Sosial dan Perpajakan

Mahasiswa yang bekerja part time dengan pendapatan di bawah batas tertentu (Mini-job) tidak perlu membayar iuran jaminan sosial penuh. Mereka juga memiliki tarif pajak khusus yang lebih menguntungkan. Sistem ini dirancang untuk memudahkan mahasiswa membiayai studi tanpa membebani mereka dengan potongan pajak dan iuran yang besar.

Peserta Ausbildung sudah terdaftar dalam sistem jaminan sosial penuh sejak hari pertama karena status mereka sebagai karyawan dalam pelatihan. Semua penghasilan, baik dari Ausbildung maupun pekerjaan sampingan, akan dihitung dalam total penghasilan tahunan untuk perhitungan pajak. Ini berarti potongan dan kewajiban perpajakan peserta Ausbildung umumnya lebih tinggi dibanding mahasiswa.

 

4. Tujuan dan Orientasi

Mahasiswa bekerja part time untuk membiayai hidup dan mengumpulkan pengalaman kerja tambahan yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan studi mereka. Pekerjaannya bisa sangat beragam, dari pelayan restoran, kasir supermarket, hingga asisten riset.

Peserta Ausbildung sudah mendapat pelatihan kerja yang intensif dan terstruktur sesuai bidang keahlian mereka. Jika mereka mengambil pekerjaan sampingan, idealnya harus yang tidak mengganggu fokus dan energi untuk pelatihan utama. Beberapa perusahaan bahkan melarang peserta Ausbildung bekerja di perusahaan kompetitor atau di bidang yang sama untuk menghindari konflik kepentingan.

Memahami perbedaan ini sangat penting sebelum memutuskan untuk mengambil pekerjaan tambahan saat Ausbildung. Panduan lengkap kuliah ke Jerman juga bisa memberikan perspektif lebih luas tentang berbagai program pendidikan di Jerman.

 

Tips Mengambil Pekerjaan Sampingan yang Aman

Jika kamu memutuskan untuk mengambil pekerjaan sampingan saat Ausbildung, ada beberapa tips yang bisa membantu agar tetap aman dan tidak melanggar aturan.

  • Komunikasikan niatmu dengan jujur kepada pihak perusahaan tempat Ausbildung

Jelaskan alasan mengapa kamu ingin bekerja tambahan dan pastikan mendapat persetujuan tertulis. Transparansi akan membangun kepercayaan dan menghindari masalah di kemudian hari.

 

  • Pilih pekerjaan yang fleksibel dan tidak terlalu menguras energi

Pekerjaan di akhir pekan atau beberapa jam di malam hari biasanya lebih aman dibanding shift panjang yang bisa mengganggu istirahat. Hindari pekerjaan fisik berat yang bisa meningkatkan risiko cedera atau kelelahan berlebihan.

 

  • Catat dengan teliti jam kerja tambahan 

Pastikan total jam kerja mingguan tidak melebihi batas yang diperbolehkan. Gunakan aplikasi atau spreadsheet sederhana untuk monitoring agar kamu selalu tahu berapa banyak jam yang sudah digunakan.

 

  • Prioritaskan kesehatan dan performa Ausbildung di atas segalanya

Jika mulai merasa kelelahan atau nilai di sekolah menurun, segera evaluasi dan kurangi atau hentikan pekerjaan sampingan. Ingat bahwa tujuan utamamu di Jerman adalah menyelesaikan Ausbildung dengan baik, bukan mengumpulkan uang tambahan.

 

Sertifikasi bahasa asing yang diakui di dunia seperti Goethe-Zertifikat akan sangat membantu dalam memahami aturan-aturan ini dengan lebih baik karena kemampuan bahasa Jerman yang kuat adalah kunci sukses hidup dan bekerja di Jerman.

 

Banner Ajakan Belajar Bahasa Jerman di Cetta German

 

Persiapkan Bahasa Jermanmu Bersama Cetta German

Siapkan langkahmu menuju Ausbildung dengan lebih percaya diri lewat Ausbildung Preparation di Cetta German. Program ini dirancang khusus untuk kamu yang ingin belajar bahasa Jerman secara intensif dari level A1 sampai B1, lengkap dengan persiapan ujian Goethe-Zertifikat B1 serta pendampingan dokumen Ausbildung.

Pakai kode BACACETTASUPDATE untuk menikmati diskon spesial. Masih ragu harus mulai dari mana? Langsung hubungi tim kami dan dapatkan konsultasi gratis supaya rencana berangkat dan berkarier di Jerman makin jelas dan terarah.

Jangan biarkan keterbatasan bahasa menghambat peluangmu. Yuk, daftar di Cetta Online Class sekarang dan mulai perjalanan menguasai bahasa Jerman dengan lebih mantap dan percaya diri 

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup