Dalam artikel ini, kamu akan mulai mengenal Matsuri di Jepang sekaligus mempelajari persiapan yang tepat agar pengalamanmu lebih berkesan. Yuk, lanjut baca artikelnya di bawah ini dan temukan tips praktis untuk menikmati Matsuri seperti warga lokal!
Seriklaki para traveler belum mengetahui tata cara, etika, atau bahkan kosakata dasar yang penting saat ikut festival.
Hal ini bisa saja membuat pengalamanmu terasa canggung, bahkan berisiko menyinggung warga lokal tanpa sengaja. Oleh sebab itu, sebelum traveling sebaiknya kamu mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Jepang dasar dari Cetta Japanese.
Apa Itu Matsuri?
Matsuri (祭り) adalah festival tradisional Jepang yang awalnya dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada para dewa. Kata Matsuri berasal dari matsuru (祭る) yang berarti menghormati atau mengabadikan.
Berdasarkan kepercayaan Shinto, Matsuri merupakan wujud komunikasi antara manusia dan dewa. Dengan melaksanakan Matsuri, masyarakat Jepang seolah mengatur ulang keseimbangan hidup dan mengisi kembali energi spiritual mereka.
Namun, seiring perkembangan zaman, Matsuri tak selalu berhubungan dengan agama. Kini ada juga Matsuri modern seperti Sakura Matsuri (festival bunga sakura) atau Yuki Matsuri (festival salju) yang lebih berfokus pada keindahan alam dan hiburan masyarakat.
Jenis-Jenis Matsuri di Jepang
Matsuri adalah festival tradisional Jepang yang merayakan berbagai aspek budaya, spiritual, dan musiman. Berikut adalah beberapa Matsuri terkenal yang dapat kamu nikmati sepanjang tahun:
1. Awa Odori (阿波おどり) di Tokushima (Pertengahan Agustus)
Festival tari terbesar di Jepang ini biasanya diadakan mulai dari tanggal 12 hingga 15 Agustus di Tokushima, Pulau Shikoku.
Para peserta akan mengenakan hifu dan tokin sambil menari mengikuti irama musik tradisional. Kerennya, festival ini menarik lebih dari 1 juta pengunjung setiap tahunnya.
2. Tanabata Matsuri (七夕祭り) (Juli)
Dikenal sebagai Festival Bintang, Tanabata biasanya dirayakan pada 7 Juli, berdasarkan legenda cinta antara Orihime dan Hikoboshi.
Di Sendai, festival ini biasanya berlangsung dari 6 hingga 8 Agustus yang membuat seluruh kota ramai dengan dekorasi warna-warni dan parade tradisional.
3. Aomori Nebuta Matsuri (青森ねぶた祭り) di Aomori (Agustus)
Festival ini menampilkan arak-arakan lentera raksasa berbentuk karakter mitologi dan kabuki, disertai dengan musik taiko dan tarian haneto. Festival ini bisa kau ikuti dari tanggal 2 hingga 7 Agustus.
Aomori Nebuta Matsuri menjadi salah satu festival yang terbesar di wilayah Tohoku, lho! Jadi, jangan sampai terlewat ya jadwalnya!
4. Sapporo Snow Festival (さっぽろ雪まつり) di Sapporo (Februari)
Selanjutnya, ada festival musim dingin terbesar di Jepang, yaitu Sapporo Snow Festival. Festival ini menampilkan patung salju dan es raksasa yang sangat detail di tiga lokasi utama, yaitu Taman Odori, Tsudome, dan Susukino.
Biasanya, Sapporo Snow Festival digelar dari 4 hingga 11 Februari. Jadi bagi kamu yang merencanakan perjalanan ke Jepang di bulan Februari, siapkan kamera dan jaket hangatmu!
5. Gion Matsuri (祇園祭) di Kyoto (Sepanjang bulan Juli)
Terakhir ada Gion Matsuri yang menjadi salah satu festival paling terkenal di Jepang. Festival ini berawal pada tahun 869 sebagai upacara untuk mengusir wabah penyakit.
Kini, Gion Matsuri menampilkan parade yamaboko yang megah serta berbagai acara budaya lainnya. Festival ini biasanya dilakukan di tanggal 17 dan 24 Juli, saat prosesi arak-arakan gerobak-gerobak hias raksasa berlangsung.
Pada malam-malam sebelumnya, masyarakat setempat akan mengadakan Festival Yoiyama. Selama Yoiyama, gerobak raksasa “yama” dan “hoko” akan dipajang di luar ruangan.
Keduanya dihiasi dengan detail menakjubkan berupa kain tenun tradisional, ukiran kayu, patung, serta diiringi musik tradisional Gion Bayashi yang menampilkan kekayaan budaya Kyoto. Menarik banget, kan?
Kapan Saja Matsuri Dilaksanakan?
Setiap musim di Jepang memiliki Matsuri khas. Berdasarkan data Japan National Tourism Organization (JNTO, 2025), beberapa festival besar digelar sepanjang tahun:
- Musim Semi (Maret – Mei) : Perayaan mekarnya bunga sakura (Sakura Matsuri). Selain itu, Hirosaki Sakura Festival dan Kakunodate Sakura Festival
- Musim Panas (Juni – Agustus): Bon Odori, festival kembang api (Hanabi Taikai) dan Nozawa Fire Festival.
- Musim Gugur (September – November): Di musim gugur ada beberapa festival, seperti Kishiwada Danjiri Matsuri dan Fujiwara Autumn Festival di Hiraizumi
- Musim Dingin (Desember – Februari): Sapporo Snow Festival dengan patung es raksasa, serta berbagai festival akhir tahun di Jepang yang meriah, termasuk perayaan Natal, dan pasar Natal ala Jepang.
Artinya, kapan pun kamu datang ke Jepang, hampir pasti ada Matsuri di Jepang yang bisa kamu saksikan.
Apa yang Dilakukan Orang Jepang Saat Matsuri?
Selama festival, jalanan dipenuhi yatai (kios makanan), musik, dan pertunjukan tradisional. Warga lokal mengenakan yukata dan ikut bermain permainan seperti menangkap ikan (kingyo sukui) atau menulis harapan di kertas untuk Tanabata Matsuri.
Beberapa hal yang biasanya dilakukan oleh warga lokal saat Matsuri antara lain:
- Mengikuti prosesi dan arak-arakan: Warga setempat ikut menggotong Mikoshi atau menonton parade Gunungan dan Taiko-dai. Kemeriahan ini memperkuat rasa kebersamaan di komunitas.
- Menikmati jajanan di yatai: Di festival, banyak kios makanan tradisional Jepang seperti takoyaki, yakisoba, dan kakigori (es serut). Orang Jepang biasanya membeli makanan sambil berjalan atau menikmati bersama keluarga.
- Berpartisipasi dalam permainan dan tarian: Anak-anak dan dewasa ikut permainan tradisional, menangkap ikan (kingyo sukui), atau menari dalam Bon Odori.
- Menghormati kuil dan prosesi ritual: Festival tradisional biasanya terkait dengan kuil atau shrine. Warga lokal akan berdoa, memberikan persembahan, dan mengikuti ritual untuk menyucikan diri serta memohon berkah.
Siap-Siap Ikut Matsuri dengan Seru!
Sekarang kamu sudah banyak mengenal Matsuri di Jepang. Mulai dari sejarah, jenis-jenis festival, hingga tata cara ikut merayakannya. Seru, kan?
Supaya pengalaman traveling kamu makin lancar dan menyenangkan, Cetta Japanese menyediakan kelas Kaiwa khusus untuk traveler. Di kelas ini, kamu akan:
- Belajar kosakata penting dan ungkapan sehari-hari yang sering dipakai saat festival.
- Memahami etika dan tata cara ikut Matsuri agar interaksi dengan warga lokal lebih nyaman.
- Dapat tips praktis menghadapi situasi nyata di festival, mulai dari membeli jajanan di yatai hingga ikut Bon Odori.
Kalau kamu ingin konsultasi dulu atau memilih kelas yang paling sesuai kebutuhanmu, langsung saja hubungi WhatsApp admin Cetta Japanese.
Selain itu, jangan lupa bergabung dengan Cetta Virtual Society (CVS), komunitas pembelajar bahasa Jepang di Indonesia dan luar negeri.
Di sini, kamu bisa latihan bahasa, berbagi tips traveling, dan curhat pengalaman Matsuri bareng teman-teman lain yang seru dan suportif!










