Belakangan ini, metode mengatur keuangan ala Jepang semakin populer di media sosial.
Banyak orang mulai mencari cara hidup yang lebih mindful, termasuk dalam hal mengelola uang. Salah satu metode yang sering dibahas adalah Kakeibo.
Tapi sebenarnya, apa itu Kakeibo? Untuk menjawab pertanyaan ini, Cetta Japanese akan menjelaskan metode Kakeibo yang dianggap efektif di tengah era digital dan aplikasi budgeting yang canggih.
Selain itu, di akhir artikel Cetz juga akan mendapat rekomendasi kelas bahasa Jepang dari Cetta Japanese untuk membantumu belajar budaya Jepang dengan seru dan menarik. Yuk, kita bahas lengkap dari sejarah sampai cara menerapkannya!
Apa Itu Kakeibo?
Menurut laman Jisho.org, Kakeibo (家計簿) berarti “buku catatan keuangan rumah tangga”. Berbeda dengan aplikasi keuangan modern yang serba otomatis, Kakeibo adalah seni mencatat keuangan secara manual menggunakan buku tulis dan pena.
Berbeda dengan aplikasi budgeting modern, Kakeibo menekankan refleksi dan kesadaran diri. Cetz tidak hanya mencatat angka, tapi juga menjawab pertanyaan seperti:
- Berapa uang yang saya miliki?
- Berapa yang ingin saya tabung?
- Berapa yang saya keluarkan?
- Bagaimana saya bisa memperbaikinya bulan depan?
Metode ini membuat kita lebih mindful, bukan sekadar disiplin angka.
Asal-Usul Kakeibo di Jepang
Kira-kira, kapan ya metode Kakeibo ditemukan? Menurut laman BBC News Indonesia, Metode Kakeibo pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh seorang jurnalis wanita Jepang bernama Hani Motoko.
Ia menciptakan sistem ini untuk membantu ibu rumah tangga Jepang mengelola keuangan keluarga dengan lebih teratur. Pada masa itu, perempuan memegang peran penting dalam mengatur anggaran rumah tangga.
Seiring berjalannya waktu, Kakeibo menjadi bagian dari budaya literasi finansial di Jepang. Bahkan hingga kini, metode ini tetap relevan meskipun teknologi finansial semakin berkembang.
Setelah mengetahui asal usulnya, coba deh kepoin juga karakteristik orang Jepang yang memang dikenal disiplin dan sopan lewat artikel ini!
Metode Kakeibo Cocok untuk Siapa?
Metode Kakeibo atau seni menabung ala Jepang memang sering disebut ramah pemula. Menariknya, metode ini sebenarnya gak memandang nominal pendapatan.
Namun, jika dibedah lebih dalam, metode ini sebenarnya sangat spesifik, yaitu:
- Pendapatan menengah ke bawah (Upah Minimum-Rp10 Juta): Di rentang ini, Kakeibo membantu mengidentifikasi pengeluaran kecil, seperti jajan harian dan belanja impulsif yang jika dikumpulkan bisa mengganggu kestabilan finansial bulanan.
- Pendapatan menengah ke atas (Rp15 Juta ke atas): Orang dengan gaji tinggi sering mengalami lifestyle creep. Oleh sebab itu, Kakeibo membantu menciptakan jeda reflektif sebelum mengeluarkan uang sehingga pengeluaran besar tetap selaras dengan prioritas.
Pilar Utama Metode Kakeibo
Dalam menjalankan Kakeibo, ada empat pertanyaan kunci yang harus Cetz jawab setiap awal bulan:
- Catat Pemasukan (Income)
Langkah pertama dalam metode Kakeibo adalah mencatat seluruh pemasukan bulanan secara transparan dan apa adanya. Jangan hanya menghitung gaji utama, tetapi juga perlu menghitung:
- Penghasilan freelance
- Bonus atau komisi
- Uang lembur
- Pemasukan tambahan sekecil apa pun
Tujuannya untuk benar-benar menyadari kapasitas finansialmu.
- Tentukan Target Tabungan
Berbeda dengan kebiasaan “menabung dari sisa uang”, Kakeibo justru mewajibkan Cetz menentukan nominal tabungan di awal bulan.
Artinya, sebelum mulai membelanjakan uang, kamu sudah memutuskan berapa yang harus disisihkan.
Dengan menyisihkan uang sejak awal, Cetz dipaksa untuk lebih disiplin dan tidak menghabiskan budget untuk hal yang tidak perlu.
- Bagi Kategori Pengeluaran
Agar pengeluaran lebih terkontrol, Kakeibo membaginya ke dalam empat “keranjang” utama supaya Cetz bisa melacak aliran uang dengan lebih mudah. Dilansir dari buku Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money, berikut pembagiannya:
- Survival (Kebutuhan Pokok): makanan, transportasi, obat-obatan.
- Optional (Kebutuhan Sekunder): jajan, makan di luar/restoran, belanja, dsb.
- Culture (Kebutuhan untuk menambah wawasan): buku, film, majalah, dsb (termasuk biaya kursus)
- Extra (Pengeluaran Tambahan): kado pernikahan/ulang tahun, biaya perbaikan rumah, servis kendaraan, dsb.
- Refleksi Bulanan
Inilah bagian terpenting dalam Kakeibo. Di akhir bulan, kamu wajib melakukan evaluasi diri dengan menjawab pertanyaan secara jujur:
- Apakah target tabungan bulan ini tercapai?
- Pengeluaran di kategori mana yang sebenarnya bisa dikurangi?
- Apa strategi yang bisa dilakukan agar bulan depan lebih baik?
Selain Kakeibo, cek juga artikel tentang budaya Jepang dan pengaruhnya untuk subkultur di Indonesia ini, yuk!
Kelebihan dan Kekurangan Kakeibo
Setelah memahami cara kerja Kakeibo, penting juga untuk melihatnya secara lebih objektif.
Seperti metode keuangan lainnya, Kakeibo memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum Cetz menerapkannya. Berikut rincian penjelasannya:
Kelebihan Kakeibo
- Membuat lebih sadar dalam membelanjakan uang
- Melatih disiplin finansial secara perlahan
- Tidak membutuhkan aplikasi atau teknologi
- Cocok untuk pemula yang ingin belajar mengatur uang
Kekurangan Kakeibo
- Membutuhkan konsistensi menulis manual
- Kurang praktis bagi yang terbiasa serba digital
- Tidak otomatis mengelompokkan transaksi seperti aplikasi bank
FAQ Seputar Kakeibo
Q: Apakah Kakeibo harus ditulis tangan?
A: Secara tradisional iya, karena tujuan utamanya adalah membangun kesadaran finansial melalui proses menulis.
Q: Apakah Kakeibo cocok untuk anak muda?
A: Sangat cocok, terutama bagi mahasiswa atau pekerja baru yang ingin belajar mengatur keuangan sejak dini.
Q: Apakah metode ini hanya untuk ibu rumah tangga?
A: Tidak. Saat ini Kakeibo digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk profesional muda.
Tertarik Belajar Lebih Banyak Tentang Jepang?
Kalau Cetz mulai tertarik dengan budaya Jepang seperti Kakeibo dan ingin memahami istilah aslinya secara langsung, sekarang saatnya belajar bahasa Jepang secara serius bersama Cetta Japanese.
Cetz bisa memulai dari kelas Shokyuu 1 untuk membangun dasar kosakata dan tata bahasa, lalu melanjutkan ke kelas Shokyuu 2 agar semakin percaya diri membaca teks dan memahami budaya Jepang lebih dalam.
Di kelas ini, kamu akan belajar:
- Metode belajar yang interaktif, fun, dan nggak kaku.
- Jadwal fleksibel (weekday atau weekend) yang bisa disesuaikan dengan aktivitasmu.
- Materi bahasa Jepang lengkap yang berfokus pada kosakata, tata bahasa, kanji, dan latihan soal.
Masih bingung harus mulai dari mana? Kamu bisa langsung chat WhatsApp admin Cetta Japanese untuk konsultasi kelas yang paling sesuai dengan levelmu.
Yuk, mulai perjalanan belajar bahasa Jepangmu sekarang dan pahami budaya Jepang dari sumbernya langsung!












