seorang perempuan mengenakan pakian tradisional Jepang

Apa Itu Ennichisai Blok M? Salah satu Event Wibu Terbesar!

Daftar Isi

Artikel ini membahas sejarah panjang Ennichisai Blok M, mulai dari masa kejayaannya di “Little Tokyo” hingga transformasi terbarunya sebagai pengobat rindu bagi para pencinta budaya Jepang. 

Masalahnya, banyak pendatang baru atau Gen Z hanya mendengar nama besar festival ini tanpa memahami nilai historis dan perjuangan di balik layarnya, sehingga sering kali kehilangan esensi budaya yang sebenarnya saat menghadiri acara serupa.

Merasa asing dengan istilah Mikoshi atau bingung kenapa festival ini sangat legendaris di mata para senior wibu? Tenang, Cetz! Panduan ini akan membawa kamu bernostalgia sekaligus mengintip masa depan festival ini, agar kamu tidak cuma sekadar datang untuk foto-foto, tapi juga benar-benar menyatu dengan semangat budaya Jepang yang autentik!

Banner Ajakan Belajar Bahasa Jepang di Cetta Japanese

Fakta dan Sejarah Ennichisai Blok M

Pertama kali digelar pada tahun 2010, Ennichisai lahir dari inisiatif komunitas Jepang-Indonesia di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kawasan ini dijuluki Little Tokyo karena banyaknya restoran, kafe, dan perkantoran perusahaan Jepang yang menciptakan suasana mirip jalanan di Shinjuku atau Shibuya.

Selama satu dekade (2010–2019), festival ini menjadi magnet bagi ratusan ribu pengunjung. Puncaknya pada tahun 2019, tercatat sekitar 310.000 orang memadati area Blok M dalam dua hari.

Festival ini bukan sekadar pameran, melainkan perayaan tahunan yang menghadirkan lebih dari 150 booth kuliner dan pertunjukan tradisional yang megah.

Ennichisai artinya apa?

Disadur dari ennichisaiblokm.com secara harfiah, Ennichisai berasal dari bahasa Jepang 縁日祭 yang memiliki arti “festival pasar kejutan”. Dimana konsep utamanya adalah bazaar kuliner dan cultural street‑performance bertemakan Jepang di area yang terbuka.

Kenapa Blok M disebut Little Tokyo?

Karena sudah sejak lama banyak berdiri cafe, restoran, dan toko bertemakan Jepang yang menyatu dengan pemandangan kota Jakarta. Mulai dari tahun 2010, kawasan ini jadi pusat komunitas pecinta budaya Jepang dan juga sebagai tempat festival Ennichisai senantiasa diadakan.

Kenapa Ditiadakan Setelah 2019?

Disadur dari detik.com sejak sekitar 2014, sudah muncul beberapa masalah seperti “pungli” (pungutan liar oleh oknum) yang membuat panitia pengelola eks‑ekspatriat Jepang mulai mengalami kehilangan semangat untuk menyelenggarakan festival.

Sehingga tahun 2019 akhirnya menjadi Ennichisai edisi terakhir yang diadakan di Blok M;  karena selain dari masalah pungli, juga terkendala kapasitas lokasi yang sudah tidak mendukung untuk menampung jumlah pengunjung yang terus meningkat. Selain itu juga untuk mengurangi potensi gangguan terhadap warga sekitar ikut menjadi pertimbangan serius.

Babak Baru di Tahun 2025: Connext Japan Djakarta Ennichi

Setelah penantian panjang, kerinduan para culture enthusiasts akhirnya terobati pada 6-7 September 2025 lalu. Festival ini hadir kembali dengan nama baru, Connext Japan Djakarta Ennichi, dan berpindah lokasi ke Kota Tua, Jakarta Barat.

Dengan tema Shinshō (Babak Baru), gelaran ini berupaya membangkitkan memori manis Ennichisai Blok M namun dengan nuansa yang lebih luas dan inklusif. Perpindahan ke Kota Tua memberikan ruang lebih lega bagi pengunjung untuk menikmati budaya Jepang di tengah bangunan bersejarah Jakarta.

Tapi, untuk event di 2026, hingga pertengahan Maret 2026, belum ada informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan maupun lokasi pasti untuk gelaran Ennichisai (atau Djakarta Ennichi) di tahun 2026. Pihak penyelenggara biasanya baru akan merilis pengumuman resmi atau teaser awal saat memasuki kuartal kedua atau mendekati pertengahan tahun.

Mengingat kesuksesan besar di Kota Tua pada September 2025 lalu, banyak spekulasi bermunculan apakah festival ini akan tetap bertahan di Jakarta Barat atau memberikan kejutan dengan kembali ke lokasi aslinya di Blok M.

Sambil menunggu kabar validnya keluar, pastikan kamu terus memantau kanal media sosial resmi penyelenggara agar tidak ketinggalan info pendaftaran booth maupun komunitas, Cetz!

Kegiatan & Acara yang Biasanya Ada di Ennichisai Blok M

Untuk referensi, kami mencoba menulusuri kegiatan-kegiatan yang pernah dihelat oleh Ennichisai Blok M yang berkemungkinan akan dilanjutkan oleh Connext Japan Djakarta Ennichi.

1. Main Stage: Parade Budaya Jepang Tradisional

  • Mikoshi Parade: arak-arakan kuil mini khas Jepang.
  • Dashi Parade: arak-arakan kereta hias tradisional.
  • Yosakoi Dance: tarian energik dari Jepang yang dibawakan oleh komunitas.
  • Taiko Performance: pertunjukan genderang besar yang megah dan menggugah semangat.
  • Shamisen Performance: pertunjukkan alat musik kecapi/gitar tradisional Jepang
  • Bon Odori: tarian massal yang merupakan tradisi asli Jepang, diadakan saat musim panas, biasanya melibatkan pengunjung untuk ikut menari.

2. Pop Stage: Modern Culture Zone

  • Lomba dan pertunjukan cosplay yang diikuti oleh komunitas cosplayer.
  • Japanese pop/rock music stage, merupakan pertunjukkan live band yang membawakan lagu-lagu terkenal ala J-Pop, anime song, dan Japanese City Pop.
  • Kompetisi dance cover J-Pop/K-Pop

3. Culinary Street ala Jepang (Pasar Kaget / Pameran ala Jepang)

  • Ratusan booth makanan Jepang seperti: takoyaki, okonomiyaki, ramen, karaage, yakitori, dango, dll.
  • Area makan lesehan dan dekorasi ala festival musim panas Jepang (natsu matsuri).
  • Booth minuman unik: ramune, teh Jepang, kakigori (es serut Jepang), dll.

4. Booth Komunitas & Budaya

  • Workshop kaligrafi Jepang yang dikenal dengan istilah Shodo.
  • Pemakaian yukata & sesi berfoto
  • Booth edukasi: belajar menulis huruf Jepang seperti hiragana-katakana, mengenal seni tradisional Jepang seperti origami dan bonsai.
  • Pameran budaya Jepang, termasuk booth dari lembaga-lembaga pendidikan dan pertukaran pelajar.

5. Kids & Family Area

  • Permainan tradisional Jepang seperti:
    • Super Ball Sukui (menangkap bola air).
    • Wanage (lempar gelang ke target yang disediakan).
    • Kendama, Daruma Otoshi, dll.
  • Lukis wajah ala Jepang.
  • Karakter maskot Jepang (Doraemon, Pikachu, Hello Kitty, Kumamon, dll) juga hadir di parade.

6. Chika Stage

  • Merupakan salah satu dari tiga panggung utama di festival budaya Jepang tahunan “Little Tokyo Ennichisai”. Chika (地下) dalam bahasa Jepang berarti “bawah tanah”, disebut demikian karena memang panggung ini berada di area basement atau atrium dari Blok M Mall.
  • Fungsi utama dari Chika Stage adalah untuk mendukung kumpul temu komunitas penggemar Jepang dan panggung untuk performer lokal. Meskipun lebih kecil dibanding Main Stage dan Pop Stage, tetapi suasananya lebih nyaman dan adem, sehingga cocok untuk yang ingin sejenak rehat dari keramaian.

Mengapa Festival Ini Menarik untuk Gen Z & Kultura Enthusiasts

  • Pengalaman menikmati budaya Jepang tradisional dan modern yang merakyat dan gratis bisa banget jadi nih untuk jadi konten reels, TikTok, dan vlog. Juga karena banyaknya tersedia aktivitas ramah anak-anak, cocok bagi para keluarga muda untuk mengunjungi festival ini bersama anak.
  • Kombinasi unik dari kuliner Jepang yang autentik, cosplay, berbagai macam pertunjukan seni, dan tempat temu kumpulnya komunitas lokal pecinta J-Pop; membuat suasananya inklusif untuk berbagai kalangan tanpa memandang adanya perbedaan.
Banner Ajakan Belajar Bahasa Jepang di Cetta Japanese

Mulai Persiapan Budayamu Bersama Cetta!

Kebangkitan festival budaya Jepang di Jakarta adalah momen sempurna bagi kamu untuk mulai belajar bahasa Jepang secara serius. Jangan sampai saat festival nanti kamu hanya bisa bengong saat melihat papan petunjuk atau ingin menyapa performer asli Jepang.

Bagi kamu Gen Z atau keluarga muda yang ingin belajar dengan cara yang menyenangkan, Elementary Class Cetta Japanese adalah pilihan paling tepat! Kamu akan mendapatkan benefit:

  • Belajar dari Dasar: Kelas didesain khusus untuk pemula (Elementary) dengan materi yang praktis dan mudah dicerna.
  • Tutor Muda & Berpengalaman: Kamu akan dibimbing oleh tutor yang tidak hanya jago bahasa, tapi juga paham kultur pop Jepang terkini dan lulusan Universitas Jepang.
  • Dukungan komunitas Cetta Virtual Society: Bergabunglah dengan sesama pelajar untuk saling berbagi informasi seputar festival, anime, dan tips networking di dunia kreatif.
  • Kelas yang fleksibel: Kelas dilakukan secara virtual, sehingga kamu bisa belajar dari mana saja tanpa mengganggu kesibukanmu.

Siap untuk tampil lebih percaya diri di festival Jepang berikutnya? Segera jadwalkan kelasmu dengan konsultasi gratis untuk memilih program kelas yang paling pas dengan levelmu saat ini!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup