Culture Shock yang Dialami Orang Indonesia Saat Pertama Kali ke Korea Selatan

Culture shock

Beda tempat, beda budaya. Itu adalah hal yang wajar. Budaya orang Indonesia saja, di berbagai daerah bisa berbeda. Apalagi budaya Indonesia dengan orang Korea, tentu saja berbeda.

Untuk kamu yang punya rencana untuk tinggal di Korea Selatan, baik untuk melanjutkan studi atau urusan pekerjaan bahkan untuk sekedar travelling; mengenali budaya orang Korea sangatlah penting. Agar dapat terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Biar nanti tidak mengalami culture shock, yuk coba disimak apa saja sih 7 perbedaan budaya yang dialami orang Indonesia saat pertama kali ke Korea Selatan.

 

7 culture shock yang biasa dialami orang Indonesia ketika pertama kali ke Korea Selatan:

  1. Disiplin Waktu & Kecepatan Hidup yang Tinggi

Di Korea, keterlambatan dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan, baik di dunia kerja, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Orang Korea berjalan cepat, makan cepat, bahkan layanan publik seperti MRT, kasir, dan pengiriman barang sangat efisien. Bagi banyak orang Indonesia yang terbiasa dengan “jam karet” atau ritme hidup yang lebih santai, hal ini bisa mengejutkan dan terasa menekan.

Contoh: Jika kamu terlambat datang ke kelas atau meeting, kamu bisa dianggap tidak profesional—dan itu akan mempengaruhi penilaian dosen atau atasan.

 

  1. Norma Kesopanan Bahasa: Jondaemal vs Banmal

Bahasa Korea sangat menekankan tingkat kesopanan. Ada perbedaan besar antara jondaemal (bahasa sopan) dan banmal (bahasa kasual). Salah bicara pada orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenal bisa dianggap tidak sopan.

Contoh: Kamu harus menggunakan “안녕하세요 (annyeonghaseyo)” pada senior, bukan “안녕 (annyeong)” yang hanya cocok untuk teman sebaya.

  1. Budaya Makan & Minum

  • Makanan Korea cenderung pedas, terfermentasi, dan beraroma kuat seperti kimchi atau doenjang. Ini bisa bikin kaget untuk lidah Indonesia yang terbiasa bumbu beragam tapi tidak seintens itu.
  • Minum alkohol setelah kerja (noraebang, soju party) adalah bagian dari budaya kerja dan membangun hubungan. Banyak WNI yang tidak terbiasa dengan budaya ini dan merasa tidak nyaman jika tidak ikut.

Fun fact: Di Korea, mengunyah dengan suara dianggap wajar, bahkan menunjukkan bahwa kamu menikmati makanan.

 

  1. Ketertiban Umum & Kebersihan

Di Korea Selatan, aturan sosial dipatuhi dengan serius. Antri rapi adalah norma. Pembuangan sampah dipisahkan secara spesifik: plastik, organik, kertas, dan non-daur ulang. Bahkan denda diberlakukan kepada orang yang membuang sampah sembarangan.

Kamu tidak bisa buang sampah makanan basah ke tempat sampah biasa. Harus dimasukan terlebih dahulu ke kantong khusus yang dibeli di toko tertentu.

 

  1. Penampilan & Teknologi

Orang Korea sangat memperhatikan penampilan, bahkan saat keluar hanya untuk membeli makanan ringan. Penggunaan make-up bagi perempuan (dan kadang laki-laki) adalah hal umum. Selain itu, teknologi di Korea sangat canggih—akses Wi-Fi cepat bahkan di transportasi umum dan taman kota.

Tidak heran ada banyak orang Indonesia merasa minder saat baru tiba, karena gaya berpakaian warga Korea sangat stylish dan rapi.

  1. Budaya Hierarki & Senioritas

Hubungan senior-junior atau atasan-bawahan sangat penting. Ada ekspektasi untuk menghormati orang yang lebih tua dengan gestur (membungkuk, menggunakan dua tangan saat memberi sesuatu), dan bahasa sopan. Supaya lebih jelas kamu bisa baca artikel berikut ya.

Contoh: Di kampus, mahasiswa baru biasanya membantu senior—misalnya, membersihkan ruang kelas atau membuat kopi.

 

  1. Cuaca & Empati Sosial

  • Korea memiliki empat musim yang ekstrem. Musim dingin bisa mencapai -15°C dan musim panas bisa sangat lembab dan panas.
  • Orang Korea cenderung menjaga jarak secara emosional di awal perkenalan. Mereka sopan tapi tidak selalu terbuka secara spontan, sehingga orang Indonesia sering merasa “dijauhi” di awal.Banyak WNI mengira warga lokal tidak ramah, padahal mereka hanya menjaga privasi dan belum merasa akrab.

 

Tips Menghadapi Culture Shock & Menguatkan Belajar Bahasa Korea ala Cetta

StrategiPenjelasan
Pelajari Frasa Formal & InformalFokus pada 존댓말 (jondaemal) dan pengucapan saat memberi salam, meminta bantuan, dan berbicara dengan senior.
Praktikkan Etiquette LokalGunakan dua tangan untuk menerima/ memberi sesuatu, latih antri dan buang sampah sesuai aturan—ini bikin kamu lebih dihargai.
Kenali Makanan & Kebiasaan SosialCoba kimchi secara bertahap; ikut sesi minum sosial untuk memperluas relasi—bahkan bisa praktik kosakata keseharian.
Siapkan Pakaian dan Persenjatai CuacaBawalah jaket tebal dan payung; lengkapi dengan pelembap dan pakaian berlapis untuk cuaca dingin dan panas.
Bergabung dengan Komunitas LokalIkut klub kampus, komunitas bahasa, atau menonton satelit budaya Korea-Indonesia—siaran yang menampilkan budaya dan bahasa Korea seperti channel SBS.
Gunakan TeknologiUnduh aplikasi transportasi, cari rute MRT & nama halte dalam hangul; belajar praktik nyata lewat smartphone.

 

Mari jadikan culture shock sebagai bagian dari pengalamanmu. Hal-hal seperti ketepatan waktu, tata krama jondaemal, antrian, kebersihan, dan cuaca ekstrem adalah hal yang cukup menantang bagi kita yang terbiasa dengan gaya hidup lebih santai di negeri dua musim. Namun, dengan pemahaman bahasa yang baik, etika lokal, dan mental yang terbuka, pengalaman itu akan membuatmu jadi berkembang secara positif.

Supaya kamu ga kena Language Barrier selama berada di Korea Selatan, kamu butuh belajar Bahasa Korea secara khusus terlebih dahulu, Cetta Online Class menyediakan program kelas Bahasa Korea dengan banyak pilihan kelas yang bisa kamu ikuti sesuai kebutuhan.

Dengan tutor muda yang berpengalaman, kelas akan dipandu secara daring dan interaktif. Materinya juga sudah sesuai dengan standar pelajaran Bahasa yang digunakan di Korea. Ditambah lagi kamu bisa menentukan waktu belajar sehingga tidak akan mengganggu aktifitas harian.

Fun facts, tutor Cetta Korean ga hanya mengajar bahasa dari textbook saja, karena kebanyakan Ssaem yang mengajar sedang tinggal/pernah tinggal di Korea Selatan. Jadi kamu akan dikasih banyak insight tentang bagaimana tinggal di Korea, budayanya, lifestyle-nya, dan lain lain.

Buat kamu yang mau cek kelas yang tersedia di Cetta Korean Class program, bisa cek disini.
Kalau masih ragu, boleh banget kok chat dulu dengan admin Cetta ya, Cetz.

 

Daftar Isi
Artikel Terbaru
seorang lelaki sedang memasang wajah serius melihat ke bawah seperti menghitung sesuatu
Update Biaya Goethe Zertifikat 2026: Jangan Sampai Dompet Kamu Kaget!

Mimpi buat terbang ke Jerman lewat jalur Ausbildung…

potret anak sekolah yang mempelajari level TOPIK untuk kuliah di Korea
Level TOPIK untuk Kuliah di Korea dan Skor Minimal yang Dibutuhkan

Annyeonghaseyo, chingudeul! Buat Cetz yang punya mimpi kuliah…

potret perempuan yang sedang belajar grammar TOPIK II yang paling sering keluar di ujian
Grammar TOPIK II yang Paling Sering Keluar dan Wajib Kamu Kuasai

Annyeonghaseyo, Cetz! Tahukah kamu, memahami grammar TOPIK II…

seorang perempuan menggunakan kacamata dan menggendong tas travel
40+ Frasa Bahasa Korea untuk Traveling Biar Gak Bingung!

Artikel ini merangkum kumpulan kalimat penting agar perjalananmu…

potret kakak beradik yang mendatangi perayaan dan komunitas di Jepang
Kosakata JLPT N4 – Kosakata Perayaan dan Komunitas

Konnichiwa, minasan! Tahukah kamu, di Jepang kehidupan bertetangga…

Kosakata JLPT N4 – Kontak dan Alamat dalam Bahasa Jepang

Konnichiwa, minasan! Gimana nih perkembangan proses belajarnya? Saat…

potret anak sekolah yang belajar kosakata JLPT N4 tentang bentuk
Kosakata JLPT N4 – Kosakata Tentang Bentuk

Konnichiwa, minasan! Dalam proses belajar bahasa Jepang dari…

potret anak sekolah yang baru mempelajari kosakata yang berlawanan
Kosakata JLPT N4 – Kosakata yang  Berlawanan

Konnichiwa, minasan! Ketika belajar bahasa Jepang, Cetz pasti…

ilustrasi anak sekolah yang mempelajari perbedaan ni tsurete dan ni tomonatte
Tata Bahasa JLPT N3 – Perbedaan  ~ni tsurete dan dan ~ni tomonatte

Artikel ini akan membahas perbedaan penggunaan pola ~につれて…

ilustrasi anak sekolah yang mempelajari tata bahasa nagara dan mama
Tata Bahasa JLPT N3 – Perbedaan ~nagara dan ~mama

Artikel ini akan membahas perbedaan penggunaan pola ~ながら…

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup