Halo, Cetz! Ramadan kali ini terasa begitu spesial karena aku punya kesempatan untuk merasakan langsung suasana Ramadan di Prancis. Beda banget dengan di Indonesia yang setiap sudut kota terasa lebih hidup saat Ramadan, di sini nuansanya lebih tenang, kebersamaan yang terasa hangat, terutama di komunitas Muslim.
Yang paling menarik adalah bagaimana anak-anak Muslim di sini tetap semangat menjalani Ramadan meskipun Islam merupakan golongan minoritas di Prancis. Walau demikian, ada banyak cara tersendiri yang dilakukan oleh keluarga untuk menghidupkan suasana Ramadan.
Dan melalui artikel ini, aku mau ajak kalian merasakan seperti apa sih kegiatan Ramadan anak-anak di sini. Yuk, kita jalan-jalan bareng Cetta dan mengintip bagaimana mereka menjalani bulan penuh berkah ini!
Daftar isi
ToggleSuasana Ramadan di Prancis
Begitu Ramadan tiba, suasana di beberapa kota di Prancis mulai terasa berbeda, terutama di daerah dengan komunitas Muslim yang besar seperti Paris, Marseille, dan Lyon. Meskipun Prancis adalah negara sekuler, Ramadan tetap menjadi momen yang spesial bagi umat Muslim di sini.
Di siang hari, kehidupan berjalan seperti biasa, orang-orang tetap sibuk dengan pekerjaan dan sekolah, kafe serta restoran tetap buka, dan tidak ada tanda-tanda khusus seperti yang biasa kita lihat di Indonesia. Tapi, ketika matahari mulai terbenam, barulah suasana Ramadan terasa lebih hidup.
Aku sempat mengunjungi salah satu masjid di Paris saat waktu berbuka puasa. Suasana di sana terasa hangat dan penuh kebersamaan. Banyak keluarga yang datang membawa makanan untuk berbagi, dan anak-anak tampak antusias menunggu azan Maghrib.
Masjid-masjid di sini sering mengadakan buka puasa bersama, dan rasanya mirip dengan takjil gratis yang biasa kita temui di Indonesia, hanya saja dengan menu khas Timur Tengah atau Afrika Utara seperti harira (sup khas Maroko), kurma, dan roti baguette.
Kegiatan Ramadan Anak-Anak di Prancis
Aku sempat mengobrol dengan beberapa keluarga Muslim dan melihat langsung bagaimana mereka merayakan Ramadan bersama anak-anak mereka. Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti :
1. Membuat Kalender Ramadan dan Hadiah Kecil
Salah satu tradisi menarik di sini adalah Ramadan Calendar! Mirip seperti Advent Calendar saat Natal, anak-anak mendapatkan kalender spesial dengan kejutan kecil setiap harinya hingga Idulfitri. Hadiahnya bisa berupa kutipan ayat Al-Qur’an, tugas kebaikan, atau camilan halal. Ini cara kreatif untuk membuat mereka lebih semangat menjalani Ramadan!
2. Belajar Berpuasa Secara Bertahap
Di sekolah, anak-anak Muslim tetap mengikuti pelajaran seperti biasa. Tidak ada kebijakan khusus soal puasa, jadi mereka yang masih kecil biasanya belajar puasa secara bertahap.
Beberapa orang tua menerapkan konsep “puasa setengah hari” atau hanya berpuasa saat di rumah. Anak-anak yang sudah lebih besar mencoba puasa penuh dan bangga saat berhasil melakukannya.
3. Kelas Ramadan di Masjid
Beberapa masjid dan komunitas Muslim di Prancis mengadakan kelas khusus selama Ramadan. Anak-anak belajar tentang kisah para nabi, makna puasa, serta doa-doa harian. Ada juga sesi kerajinan tangan, di mana mereka membuat dekorasi Ramadan untuk dipajang di rumah!
4. Buka Puasa Bersama dan Tradisi Keluarga
Saat waktu berbuka tiba, anak-anak ikut membantu menyiapkan makanan bersama keluarga. Beberapa keluarga punya tradisi unik, seperti memasak makanan khas negara asal mereka, ada yang dari Maroko, Aljazair, Turki, hingga Indonesia! Beberapa komunitas juga mengadakan buka puasa bersama, yang jadi ajang bermain dan bersosialisasi untuk anak-anak.
5. Malam Ramadan yang Penuh Cahaya
Meskipun tidak ada Bedug Maghrib sebagai penanda waktu sholat atau berbuka puasa seperti di Indonesia, anak-anak tetap menikmati suasana Ramadan dengan memasang dekorasi lampu-lampu kecil di rumah mereka. Di beberapa kota, ada festival kecil atau acara komunitas yang menghidupkan malam Ramadan dengan penuh kehangatan.
Tantangan dan Keseruan Ramadan di Prancis
Menjalani Ramadan di Prancis sebagai anak-anak Muslim tentu punya tantangan tersendiri. Tapi di balik itu, ada juga banyak hal seru yang membuat pengalaman ini tetap berkesan!
1. Tantangan Berpuasa di Negara Minoritas Muslim
Di Prancis, tidak semua orang memahami Ramadan karena Islam bukan agama mayoritas. Anak-anak Muslim yang berpuasa sering mendapat pertanyaan dari teman-teman sekolah mereka, seperti “Kenapa kamu tidak makan siang?” atau “Apa kamu tidak haus?”.
Untungnya, beberapa sekolah sudah lebih terbuka, bahkan ada guru yang mendukung dengan memberikan pemahaman kepada murid-muridnya tentang Ramadan bagi umat Islam dan bagaimana mereka harus menghargai perbedaan tersebut.
2. Durasi Puasa yang Lebih Lama
Salah satu tantangan terbesar adalah panjangnya waktu puasa! Di Prancis, terutama menjelang musim panas, waktu Maghrib bisa mencapai pukul 21.30 atau lebih. Bagi anak-anak yang baru belajar puasa, ini tentu cukup berat.
Karena itu, banyak orang tua membiarkan mereka berlatih puasa secara bertahap, misalnya hanya setengah hari atau memilih hari tertentu untuk mencoba puasa penuh.
3. Minimnya Suasana Ramadan di Ruang Publik
Berbeda dengan Indonesia yang penuh dengan dekorasi Ramadan di jalanan, di sini suasana Ramadan tidak begitu terasa di tempat umum. Tidak ada iklan sirup spesial Ramadan atau lantunan azan berkumandang di pusat kota.
Tapi, di beberapa daerah dengan komunitas Muslim yang lebih besar, seperti di Paris dan Marseille, ada pasar Ramadan yang menjual makanan khas berbuka puasa, seperti kurma, briwat (kue manis Maroko), dan berbagai jenis roti.
4. Keseruan di Komunitas Muslim
Anak-anak Muslim di Prancis tetap bisa menikmati Ramadan berkat dukungan komunitas muslim di lingkungan mereka tinggal. Masjid-masjid sering mengadakan acara khusus untuk anak-anak, seperti kelas tahfiz, lomba menggambar bertema Ramadan, hingga acara buka puasa bersama.
Beberapa keluarga juga rutin bertukar makanan khas Ramadan, membuat anak-anak semakin antusias karena bisa mencicipi berbagai hidangan dari negara-negara Muslim lainnya!
5. Momen Spesial Tarawih Bareng Keluarga
Meskipun tidak semua anak ikut tarawih setiap malam, banyak yang bersemangat untuk datang ke masjid saat akhir pekan.
Beberapa masjid besar menyediakan ruang khusus untuk anak-anak agar mereka bisa belajar dan bermain sambil tetap merasakan suasana ibadah. Ini jadi pengalaman seru yang memperkuat rasa kebersamaan mereka dalam menjalani Ramadan.
Nah, Cetz, setelah melihat keseruan Ramadan ku di Prancis, bagimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik atau bahkan pernah merasakan Ramadan di luar negeri juga? Jika kalian punya cerita unik tentang pengalaman berpuasa di tempat lain, boleh sharing pengalaman kalian dengan mengirimkan cerita ke DM Instagram Cetta French, ya!
Siapa tahu, cerita kalian bisa menginspirasi banyak pembaca lainnya.