ilustrasi orang yang belajar huruf Korea untuk pemula

Belajar Huruf Korea untuk Pemula: Cara Mudah dan Tips Praktisnya

Daftar Isi

Bagi penggemar K-Pop atau K-Drama, ketergantungan pada subtitle atau lirik romanisasi seringkali menjadi penghalang terbesar untuk benar-benar menikmati karya idola.

Lewat artikel ini, Cetta Korean akan mengajak kamu mengenal Hangul (huruf Korea) secara menyeluruh, mulai dari sejarahnya yang unik, perbedaannya dengan alfabet lain, hingga cara mudah menghafalnya untuk pemula.

Rasanya pasti gemas saat idola favoritmu update status di media sosial, tapi kamu harus menunggu terjemahan dari fanbase karena tidak bisa membaca tulisan aslinya. 

Tenang saja, lewat panduan dari Cetta Korean ini, kamu akan menemukan langkah awal yang tepat sebelum melangkah lebih jauh ke grammar dan percakapan di kelas bahasa Korea yang terstruktur.

 

Apa Itu Hangul dan Kenapa Penting Dipelajari?

Sebelum masuk ke grammar, kamu wajib kenalan dulu dengan Hangul (한글). Ini adalah sistem alfabet resmi Korea yang terdiri dari 40 huruf (19 konsonan & 21 vokal).

Berbeda dengan huruf Latin kita yang linear (A-B-C…), Hangul ditulis dalam blok suku kata seperti puzzle.

  • Contoh: ㅂ (b/p) + ㅏ (a) + ㅂ (b/p) → (bap, artinya nasi).

Sistem blok inilah yang membuat tulisan Korea terlihat unik. Jika kamu sudah paham dasarnya, kamu akan menyadari betapa logisnya sistem ini. Sambil belajar huruf, jangan lupa intip juga Bahasa yang Digunakan Joo Ho Jin di Can This Love Be Translated untuk melihat contoh penggunaan bahasa yang menarik dalam drama populer.

 

Sejarah Singkat Huruf Korea (Hangul)

Jangan salah kira, Hangul tidak setua huruf China (Hanja). Huruf ini baru diciptakan pada tahun 1443 oleh Raja Sejong.

Dulu, rakyat jelata banyak yang buta huruf karena Hanja terlalu rumit. Raja Sejong yang bijak akhirnya menciptakan sistem yang sederhana agar semua orang bisa membaca. Saking bangganya, rakyat Korea merayakan Hari Hangeul setiap 9 Oktober.

Semangat belajar adalah hal yang juga membuat Korea maju pesat. Kalau kamu juga ingin semangat menyambut masa depan, pelajari juga Ucapan Tahun Baru Korea yang Kekinian agar bisa memberi selamat pada teman Koreamu nanti.

 

Perbedaan Huruf Korea dengan Alfabet Lain

Salah satu hal menarik dari Hangul adalah cara kerjanya yang unik dibanding alfabet lain.

 

  1. Beda dengan huruf Latin
    Kalau alfabet Latin (A-Z) ditulis berurutan ke samping, Hangul ditulis dalam blok suku kata. Misalnya kata bap (밥): huruf ㅂ (b/p) + ㅏ (a) + ㅂ (b/p) disusun dalam satu kotak. Jadi nggak linear, tapi berbentuk puzzle.

  2. Beda dengan huruf China (Hanzi/Kanji)
    Huruf China adalah karakter yang setiap satu lambangnya punya arti sendiri. Sedangkan Hangul alfabet murni, artinya hurufnya mewakili bunyi, lalu digabung jadi kata. Contoh: 밥 (bap) artinya “nasi”. Kalau pakai Hanzi, lambang nasi = 飯. Jadi jelas perbedaan sistemnya.

  3. Lebih sederhana & logis
    Bentuk huruf konsonan Hangul terinspirasi dari bentuk mulut saat mengucapkannya. Misalnya: ㅁ untuk bunyi “m” (bibir rapat), ㄴ untuk bunyi “n” (lidah menyentuh gusi). Ini bikin Hangul relatif cepat dipelajari pemula.

 

Jadi kalau kamu lihat idol Korea nulis fan-sign atau caption di media sosial, bentuk hurufnya itu bukan sekadar estetis, tapi hasil dari sistem alfabet yang benar-benar user-friendly sejak dulu.

 

Cara Mudah Belajar Huruf Korea untuk Pemula

Banyak yang bilang Hangul itu ribet, padahal kenyataannya lebih gampang daripada alfabet lain di Asia Timur. Kuncinya ada di hafalan, latihan, dan konsistensi. Yuk, coba langkah sederhana ini:

 

1. Mulai dari Konsonan dan Vokal Dasar

Ada 19 konsonan dan 21 vokal. Jangan langsung hafal semuanya sekaligus, tapi bagi jadi beberapa kelompok kecil. Misalnya 5 huruf per hari.

 

2. Biasakan Menyusun Kata

Hangul ditulis dalam blok suku kata, jadi latihan terbaik adalah menyusun huruf jadi kata sederhana. Contoh:

  • 안녕 (annyeong) = halo
  • 밥 (bap) = nasi
  • 엄마 (eomma) = ibu

 

3. Tulis Nama Sendiri atau Idol Favorit

Biar lebih seru, coba tulis nama kamu atau bias K-pop favoritmu dalam Hangul. Selain bikin hafalan lebih cepat nempel, cara ini juga bikin belajar terasa personal dan fun.

 

4. Latihan Digital di HP

Kalau nggak sempat nulis di buku, kamu bisa latihan langsung di HP. Caranya gampang banget, ada panduannya di artikel ini Cara Menulis Hangul Bahasa Korea di HP.

 

5. Jangan Takut Salah

Sama seperti belajar naik sepeda, jatuh-bangun itu wajar. Semakin sering mencoba, semakin terbiasa kamu dengan bentuk huruf dan perbedaan bunyinya.

Dengan konsistensi, rata-rata pemula bisa mengenal dan membaca Hangul dasar hanya dalam 1–2 minggu. Cepat, kan?

Kalau sudah mulai nyaman dengan Hangul, berarti kamu siap melangkah ke tahap berikutnya, grammar dan percakapan dasar. Itu yang akan kamu dapatkan di kelas Chogeup 1.

 

Tantangan Belajar Bahasa Korea Lebih Lanjut

Menguasai Hangul memang langkah pertama yang penting. Tapi setelah bisa baca dan tulis huruf Korea, kamu akan ketemu tantangan baru: grammar, kosakata, dan percakapan sehari-hari.

Kenapa dibilang tantangan?

  1. Grammar Korea berbeda jauh dengan bahasa Indonesia
    Kata kerja sering diletakkan di akhir kalimat. Ada level kesopanan (formal vs informal) yang harus dipakai sesuai lawan bicara.

  2. Kosakata banyak dipengaruhi budaya
    Contohnya panggilan keluarga dan senioritas yang kompleks. Kalau salah pakai, bisa terdengar kurang sopan.

  3. Butuh latihan listening & speaking
    Huruf Hangul memang mudah dibaca, tapi cara pengucapan kadang berubah sesuai konteks. Misalnya ㅂ bisa terdengar “b” atau “p” tergantung posisinya.

 

Tapi jangan khawatir, tantangan ini bukan berarti nggak bisa dilewati. Justru, kalau kamu sudah punya pondasi Hangul yang kuat, proses belajar grammar dan percakapan akan terasa lebih mulus.

Di tahap ini, belajar bersama tutor dan komunitas jelas bikin perjalanan lebih ringan. Karena kamu bisa langsung dapat feedback saat salah, plus ada teman belajar yang bikin semangat tetap nyala.

Jika tujuanmu adalah kuliah atau kerja di sana, kamu nantinya harus menaklukkan ujian kemampuan bahasa. Cek dulu Nilai Minimal Lulus TOPIK agar kamu punya target belajar yang jelas dari sekarang.

Kalau kamu ingin lanjut step berikutnya, coba cek kelas pemula Chogeup 1 Weekdays atau Chogeup 1 Weekend. Keduanya dirancang khusus buat pemula yang sudah siap naik level setelah kenalan sama Hangul.

 

Pusing Belajar Sendiri Tanpa Arah? Gabung Cetta!

Mempelajari Hangul secara otodidak memang langkah awal yang bagus, namun tantangan sesungguhnya muncul saat kamu mulai merangkai kalimat. Kamu mungkin bisa membaca tulisannya, tapi apakah pelafalanmu sudah benar dan intonasimu sudah pas?

Jangan biarkan impianmu berhenti di sekadar bisa membaca! Yuk, bangun fondasi bahasamu yang kokoh di kelas Chogeup 1 dari Cetta Korean.

Kelas basic ini dirancang khusus untuk kamu yang mau belajar dari nol di mana kamu akan mempelajari Hangul, Basic Grammar, Basic Vocabulary, hingga Basic Conversation dengan metode yang seru dan anti-stres.

Masih bingung menentukan jadwal atau metode belajar yang cocok? Tenang, kamu bisa hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis agar kamu makin yakin langkah belajarmu sudah tepat!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup