Artikel ini akan membahas informasi mengenai geisha, mulai dari arti, sejarah geisha, pekerjaan, hingga perbedaannya dengan seorang oiran secara lengkap.
Kalau kamu pernah menonton film “Memoirs of a Geisha”, kamu mungkin sudah familiar dengan sosok Geisha. Akan tetapi, peran geisha seringkali disalahpahami, terlebih di luar Jepang, Cetz.
Untuk itu, Cetta bakal mengupas informasi mengenai geisha, mulai dari arti, peran atau pekerjaannya, sejarahnya, hingga perbedaannya dengan seorang oiran.
Lalu tentu saja, kamu juga akan menemukan insight tentang budaya Jepang yang bisa memperkaya pemahamanmu. Yuk, kita mulai!
Apa itu Geisha dan Sejarahnya
Di bagian ini, Cetta akan membagikan arti geisha, seperti etimologi katanya serta sejarah singkatnya, ya.
Arti Kata Geisha
Secara harfiah, geisha (芸者) berarti “seniman” atau “orang yang berkesenian.” Kata ini berasal dari dua karakter kanji, yaitu 芸 (Gei) = seni dan 者 (Sha) = orang.
Jadi, geisha adalah seorang seniman profesional yang menghibur lewat seni menari, musik, dan percakapan.
Nama Lain untuk Geisha: Geiko dan Maiko
Dalam dialek Kansai (seperti Kyoto), geisha dikenal dengan sebutan geiko (芸妓). Sementara itu, maiko (舞妓) adalah sebutan untuk calon geisha yang masih menjalani masa pelatihan.
- Geiko: seniman yang telah menyelesaikan pelatihan dan tampil secara profesional
- Maiko: geisha yang masih berada di masa pelatihan. Umumnya, mereka masih berusia 17–20 tahun, dengan gaya busana dan riasan yang lebih mencolok
Sejarah Singkat Geisha
Geisha pertama kali muncul pada abad ke-18 di era Edo. Uniknya, Geisha awalnya dikerjakan oleh laki-laki, yang disebut Taikomochi (太鼓持), mulai tahun 1730. Mereka bekerja untuk menghibur tamu di rumah teh.
Namun, pada tahun 1750, perempuan mulai mengambil peran ini sebagai penari atau odoriko (踊り子) dan pemain shamisen, sebuah alat musik petik dari Jepang. Akhirnya, pekerjaan geisha pun mulai didominasi oleh perempuan sejak tahun 1780.
Geisha sempat menjadi salah satu pekerjaan yang populer dan dianggap sebagai simbol budaya. Akan tetapi, sejak Perang Dunia II, jumlah geisha berkurang drastis dan lebih berfokus pada pelestarian tradisi dan budaya Jepang, Cetz.
Saat ini, geisha tinggal di beberapa kota, Tokyo, Kanazawa, dan kebanyakan di Kyoto. Mereka ditempatkan di distrik geisha bernama hanamachi (花街).
Para geisha juga tinggal di sebuah rumah khusus bernama okiya (置屋).
Apa Saja Pekerjaan Geisha
Geisha bekerja di sebuah rumah teh atau ochaya (お茶屋) untuk menghibur tamu dengan seni. Beberapa bentuk hiburan yang dilakukan adalah:
- Tachikata (立方): Menari tarian tradisional Jepang.
- Jikata (地方): Memainkan alat musik seperti shamisen dan bernyanyi.
- Percakapan & Permainan: Mengajak tamu berbincang, bermain kuis, atau permainan tradisional.
- Upacara Minum Teh: Menyiapkan dan menyajikan teh dengan sopan santun.
Jadi mereka bukan sekadar penghibur, Cetz, tetapi juga bertindak sebagai penjaga budaya tradisional Jepang.
Apakah Geisha Seorang PSK? Ini Klarifikasinya
Nah, berdasarkan penjelasan di atas, geisha tidak melakukan praktik prostitusi, ya. Memang, banyak kesalahpahaman bahwa geisha melakukan pekerjaan tersebut. Namun, geisha adalah seniman profesional, bukan pekerja seks, Cetz.
Kebingungan ini muncul karena adanya sosok oiran (花魁), yaitu courtesan atau penghibur kelas atas di zaman Edo (1600-1868). Sebagai konteks, oiran tidak hanya menawarkan layanan seksual; mereka memiliki keterampilan seperti merangkai bunga, kaligrafi, bermain musik, dan melaksanakan upacara minum teh.
Nah, jadi kedua profesi ini berbeda ya, Cetz!
Perbedaan Geisha dan Oiran
Meskipun ada kemiripan antara geisha dan oiran, keduanya punya perbedaan dari berbagai aspek, loh! Di sini, Cetta sudah merangkumnya, ya.
| Aspek | Geisha | Oiran |
| Pekerjaan | Seniman dan penghibur tradisional. | Courtesan (penghibur berkelas) dengan keahlian seni tinggi. |
| Deskripsi Pekerjaan | Menghibur pelanggan dengan seni tradisional Jepang. | Menghibur dengan seni tradisional sekaligus memberikan layanan seksual. |
| Penampilan | Sederhana dan elegan. | Mewah dan mencolok. |
| Keberadaan | Profesi geisha masih ada untuk melestarikan budaya. | Sudah tidak ada, sejak pemerintah Jepang mengkriminalisasi prostitusi. |
Bagaimana Cara Menjadi Seorang Geisha?
Untuk menjadi seorang geisha atau geiko, seseorang harus melewati proses yang panjang dan penuh disiplin. Umumnya, seorang perempuan harus berusia minimal 15 tahun untuk masuk sebuah okiya. Tapi saat ini, beberapa Okiya mensyaratkan minimal lulusan SMA.
Berikut tahapan umumnya:
1. Masuk Okiya (置屋)
Seseorang perempuan yang tertarik menjadi geisha dapat mendaftar untuk tinggal di okiya, rumah khusus tempat tinggal dan pelatihan Geisha
2. Menjadi Shikomi (仕込み)
Di tahap ini, para perempuan tersebut menjadi shikomi, yang mempelajari hal-hal dasar selama setahun. Mereka mengikuti kelas menari dan musik, belajar menggunakan kimono, dan mempelajari dialek Kyoto.
Setelah menjalani pelatihan selama setahun sebagai shikomi, mereka akan mengikuti ujian untuk melakukan debut.
3. Menjadi Maiko (舞妓)
Setelah itu, mereka akan melakukan debut dan menjadi maiko, yang umumnya berdurasi selama 5 tahun. Berbeda dengan seorang geisha, maiko belum dilatih pada aspek lain, selain menari.
4. Debut sebagai Geiko (芸妓)
Setelah bertahun-tahun pelatihan dan evaluasi performa, mereka dapat menjadi seorang geisha.
Fakta Unik Riasan Geisha
Ciri khas Geisha terletak pada riasan wajah putih dan tatanan rambut tradisional. Nah, inilah penjelasan mengenai riasan (make up) dari seorang geisha:
- Riasan berbasis lilin (wax)
Untuk menciptakan wajah yang mulus dan mudah untuk dirias, geisha harus menggunakan oshiroi. Baha ini adalah sebuah wax khusus yang digunakan sebelum mengenakan riasan.
- Riasan Bibir Simbolis pada Maiko dan Geisha
Seorang maiko hanya memberikan lipstick atau riasan bibir pada bibir bawah saja. Hal ini melambangkan bahwa mereka berada dalam tahap pemula. Setelah menjadi geisha, mereka akan menggunakannya pada kedua bibir mereka.
- Makna Riasan Leher: Garis-garis yang dibiarkan kosong di bagian belakang leher (eriashi) memiliki makna khusus, loh! Bagian kosong ini dianggap sebagai titik erotis dalam budaya Jepang dan menonjolkan kecantikan leher seorang geisha.
Kesimpulan
Itulah informasi mengenai seorang geisha, Cetz! Jadi, geisha adalah simbol budaya Jepang yang kaya akan seni, etiket, dan keanggunan. Mereka tidak mempraktikkan prostitusi, melainkan seniman yang menjaga warisan budaya melalui musik, tarian, dan social skills.
Paham Budaya Jepang Bareng Cetta Japanese!
Kalau kamu tertarik menggali lebih dalam tentang budaya Jepang sambil belajar bahasanya, yuk gabung di kelas Cetta Japanese!
Kelas bahasa Jepang dasar atau kelas elementary bisa jadi pilihan yang cocok buat kamu.
Di kelas Elementary, kamu bakal belajar huruf hiragana dan katakana, grammar dasar, dan percakapan sederhana dengan sensei yang berpengalaman. Ada banyak pilihan kelas sesuai kebutuhanmu, loh! Misalnya:
- Elementary Intensive, untuk kamu yang ingin belajar secara intensif.
- Elementary Weekend, kalau kamu sibuk di weekdays.
- Elementary 1on1 yang cocok buat kamu yang suka belajar secara private!
Khusus Cetz yang sudah baca artikel ini, kamu bisa pakai kode promo BACACETTASUPDATES dan dapatkan diskon 10% untuk pembelian kelas di Cetta Online Class!
Mau tanya-tanya tentang kelasnya? Hubungi Cetta, sekarang!








