potret poster drama Pursuit of Jade tentang traisi menikah di China

Tradisi Menikah di China ala Drama Pursuit of Jade, Aesthetic & Penuh Makna!

Daftar Isi

Dàjiā hǎo, Cetz! Belakangan ini media sosial Cetz pasti lagi penuh banget sama potongan klip estetik dari drama Pursuit of Jade, kan? Yup, drama Wuxia satu ini emang lagi happening banget dan jadi perbincangan hangat di mana-mana!

Bukan cuma karena visual pemainnya yang menawan, tapi alurnya yang unik bikin penonton susah move on. Di artikel ini, Cetta Mandarin bakal bedah tradisi menikah di China ala Drama Pursuit of Jade. 

Selain itu, ada rekomendasi kelas Bahasa Mandarin buat kamu yang pengen nonton drachin tanpa perlu nungguin subtitle keluar. Keep scrolling, ya!

Banner Ajakan Belajar Bahasa Mandarin di Cetta Mandarin

Mengenal Konsep Matrilokal (Rùzhuì) di Pursuit of Jade

Dalam drama Pursuit of Jade, kita diperkenalkan pada istilah Rùzhuì (入赘). Berbeda dengan sistem patrilokal (istri ikut suami) yang dominan di sejarah China, Rùzhuì adalah kondisi di mana sang suami masuk ke keluarga istri.

Biasanya, hal ini terjadi jika keluarga wanita tidak memiliki ahli waris laki-laki untuk meneruskan marga. 

Meskipun di drama ini konsepnya matrilokal, ritual prosesi yang dijalankan tetap menggunakan elemen-elemen tradisional yang sangat megah dan penuh filosofis.

Tradisi Pernikahan Umum China

Meskipun di Pursuit of Jade melakukan konsep matrilokal, kali ini Cetta Mandarin akan membahas pernikahan tradisional China secara umum yang sering kamu lihat di drama-drama. 

Meskipun secara posisi berbeda, namun secara visual dan prosesinya cukup sama. Yuk, kita bedah urutan prosesi umumnya!

Selain pernikahan di China, coba deh cek artikel budaya pernikahan unik di Korea yang gak kalah menariknya!

1. Dominasi Warna Merah (Hóngsè)

Hal pertama yang paling mencolok tentu saja busana pernikahannya. Berbeda dengan konsep Barat yang identik dengan putih, pernikahan tradisional China didominasi oleh warna merah. 

Mulai dari gaun pengantin (Xìnpáo), dekorasi, hingga penutup wajah. Merah melambangkan keberuntungan, kesetiaan, dan kemakmuran bagi pasangan baru.

2. Chūjià (Melepas Mempelai Wanita)

Ini adalah momen emosional saat pengantin wanita secara resmi meninggalkan rumah orang tuanya. Pada upacara ini biasanya diiringi dengan ritual penghormatan terakhir kepada leluhur keluarga asal sebelum melangkah ke tandu pengantin.

3. Guò Mén (Masuk ke Keluarga Pria)

Setelah menempuh perjalanan dari rumah orang tuanya, pengantin akan melakukan ritual Guò Mén yaitu saat pengantin wanita resmi melintasi ambang pintu rumah pria. 

Nah, di drama Pursuit of Jade sendiri, pengantin prialah yang masuk dan menjadi bagian dari keluarga wanita.

4. Bàitáng (Ritual Sembah Sujud)

Inilah puncak prosesi yang paling sering kita lihat di layar kaca. Pasangan akan berdiri di aula utama dan melakukan:

  • Yī bài tiāndì: Sujud kepada Langit dan Bumi sebagai saksi pernikahan.
  • Èr bài gāotáng: Sujud kepada orang tua sebagai tanda bakti (Filial Piety).
  • Fūfù xiāng bài: Sujud antar pasangan sebagai tanda hormat dan janji setia.

5. Jìngchá atau tea pai

Tea Pai adalah ritual penyajian teh oleh pasangan pengantin kepada anggota keluarga yang lebih tua. Ritual ini biasanya dilakukan setelah prosesi Bàitáng (sembah sujud) atau sebelum resepsi dimulai.

Dengan menerima teh dari pengantin, keluarga besar secara resmi mengakui bahwa mempelai wanita/pria kini telah menjadi bagian dari keluarga mereka.

6. Héjǐnjiǔ (Minum Wine Silang)

Pasangan pengantin meminum arak dari dua cangkir yang dihubungkan dengan benang merah. Benang ini melambangkan Yuelao atau Dewa Pernikahan yang telah mengikat takdir mereka sejak lahir agar tidak pernah terpisahkan.

FAQ Seputar Tradisi Menikah di China

Q: Mengapa harus warna merah, bukan putih?
A: Dalam budaya China, merah melambangkan keberuntungan. Sebaliknya, warna putih secara tradisional identik dengan suasana duka atau berkabung.

Q: Apakah ritual Sujud (Bàitáng) itu wajib?
A: Ya. Dalam tradisi Han, sujud kepada Langit, Bumi, dan Orang Tua adalah inti keabsahan pernikahan secara adat dan spiritual.

Q: Apakah tradisi pernikahan China berbeda di setiap daerah?
A: Ya, tradisinya bisa berbeda tergantung wilayah dan latar belakang keluarga.

Berbagai tradisi dan budaya orang China tentu sangat seru untuk dipelajari. Oleh sebab itu, Cetta Mandarin akan membantumu menjawab rasa penasaran tersebut dengan kelas bahasa Mandarin yang seru!

Banner Ajakan Belajar Bahasa Mandarin di Cetta Mandarin

Saatnya Kuasai Mandarin Bersama Cetta!

Seru banget kan membedah tradisi pernikahan China lewat drama Mandarin? Memahami budaya memang bikin pengalaman menonton jadi lebih seru dan bisa bikin Cetz lebih paham dengan gaya komunikasi warga lokal.

Bagi Cetz yang tertarik mempelajari bahasa sekaligus budaya China lebih dalam, Cetta Mandarin menyediakan berbagai program belajar yang bisa diikuti mulai dari pemula hingga tingkat lanjutan.

Cetz bisa memulai dari kelas Chuji Shang 1 hingga kelas Gaoji, yang dirancang untuk membantu siswa belajar bahasa Mandarin dari dasar hingga mampu berkomunikasi secara profesional.

Di Cetta Mandarin, Cetz akan belajar:

  • Percakapan dengan lancar dari Basic hingga Advanced.
  • Pembelajaran yang seru dengan kelas yang interaktif dan materi yang mudah dipahami.
  • Memahami etika dan tradisi masyarakat Tionghoa secara mendalam.
  • Siap menghadapi ujian HSK dengan percaya diri.

Masih bingung memilih kelas yang sesuai dengan kebutuhanmu? Cetz bisa konsultasi langsung dengan admin Cetta Mandarin melalui WhatsApp untuk mendapatkan rekomendasi kelas yang cocok.

Siap belajar budaya China lebih banyak di Cetta? Yuk, jemput mimpimu ke China dengan fasih berbahasa Mandarin sekarang juga! Zài jiàn!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup