peserta ielts sedang belajar part of speech dalam bahasa inggris

Part of Speech dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Daftar Isi

Pengen lancar ngobrol pakai bahasa Inggris atau nonton film tanpa subtitle? Tenang, sekarang bukan cuma mimpi lagi, Cetz! Semua bisa dimulai dari dasar grammar, yaitu part of speech. Dengan memahami part of speech, kamu bakal lebih gampang bikin kalimat, ngobrol, sampai nulis bahasa Inggris dengan percaya diri.

Yuk, simak artikel ini sampai selesai dan pelajari jenis-jenis part of speech lengkap dengan contoh kalimatnya.

Apa itu Part of Speech dalam Bahasa Inggris?

Sebelum belajar lebih jauh, Cetz perlu tahu dulu apa sebenarnya part of speech itu.

Secara sederhana, part of speech adalah kategori kata dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk mengklasifikasikan kata berdasarkan peran dan fungsinya dalam kalimat. Jadi setiap kata punya tugas masing-masing, ada yang jadi subjek, menjelaskan sifat, menunjukkan aksi, sampai menghubungkan kata dengan kata lain.

Nah, dalam bahasa Inggris ada 9 jenis part of speech, yaitu:

  1. Kata Benda (Noun)

  2. Kata Kerja (Verb)

  3. Kata Sifat (Adjective)

  4. Kata Keterangan (Adverb)

  5. Kata Ganti (Pronoun)

  6. Kata Depan (Preposition)

  7. Kata Sambung (Conjunction)

  8. Kata Seru (Interjection)

  9. Kata Penjelas (Article & Determiner)

Kalau kamu bisa menguasai semua part of speech ini, bikin kalimat bahasa Inggris bakal terasa jauh lebih mudah, entah untuk menulis atau mengobrol.

9 Jenis Parts of Speech yang Harus Kamu Tahu

Seperti yang udah dijelasin di atas, kalau part of speech itu ada 9 jenis yang bisa kamu pelajari.

Dari kesembilan jenis itu, fungsinya beda-beda, ini dia penjelasannya:

1. Kata Benda (Noun)

Jenis pertama dari part of speech dalam bahasa Inggris adalah noun atau kata benda. Noun digunakan untuk menyebut orang, tempat, benda, atau ide. Contohnya: rumah, buku, kucing, kebahagiaan.

Secara umum, noun adalah “nama” dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Dalam penggunaannya, noun dibagi menjadi beberapa jenis:

Jenis-Jenis Noun dalam Bahasa Inggris

1. Common Noun (Kata Benda Umum)

Kata benda umum yang tidak spesifik.
Contoh: kucing, rumah, buku.

2. Proper Noun (Kata Benda Khusus)

Kata benda spesifik yang selalu diawali huruf kapital.
Contoh: Indonesia, Jakarta, Budi.

3. Countable Noun (Kata Benda Berhitung)

Kata benda yang bisa dihitung satuannya.
Contoh: apel, kursi, mobil.

4. Uncountable Noun (Kata Benda Tak Berhitung)

Kata benda yang tidak bisa dihitung satuannya.
Contoh: air, gula, udara.

5. Mixed Noun (Kata Benda Campuran)

Bisa menjadi countable atau uncountable tergantung konteks.
Contoh: chicken (ayam hidup = countable, daging ayam = uncountable).

6. Abstract Noun (Kata Benda Abstrak)

Kata benda yang berupa konsep, ide, atau perasaan.
Contoh: cinta, waktu, kebahagiaan.

7. Concrete Noun (Kata Benda Konkret)

Kata benda yang bisa ditangkap dengan panca indera.
Contoh: meja, es krim, telepon.

8. Singular Noun (Kata Benda Tunggal)

Kata benda yang menunjukkan satu benda.
Contoh: dog, car.

9. Plural Noun (Kata Benda Jamak)

Kata benda yang menunjukkan lebih dari satu.
Contoh: dogs, cars.

10. Collective Noun (Kata Benda Kolektif)

Kata benda yang menggambarkan kumpulan orang/benda sebagai satu kesatuan.
Contoh: family, team, class.

11. Compound Noun (Kata Benda Majemuk)

Terdiri dari dua kata atau lebih yang digabungkan.
Contoh: toothpaste, football.

12. Noun Phrase (Frasa Kata Benda)

Gabungan kata yang berfungsi sebagai kata benda.
Contoh: a beautiful garden, the old man.

13. Possessive Noun (Kata Benda Kepemilikan)

Kata benda yang menunjukkan kepemilikan.
Contoh: John’s book, the girls’ toys.

2. Kata Kerja (Verb)

Verb berfungsi untuk menunjukkan aksi, kejadian, atau keadaan yang sedang dilakukan atau terjadi.

Contoh verb sederhana: berlari (run), makan (eat), tidur (sleep). Intinya, kalau ada kegiatan atau aksi, pasti butuh verb.

Jenis-jenis Verb dalam Bahasa Inggris

Supaya lebih mudah dipahami, berikut 12 jenis verb lengkap dengan penjelasan dan contohnya:

1. Action Verb (Kata Kerja Aksi)

Menunjukkan aksi atau kegiatan yang dilakukan oleh subjek.

  • Contoh: run (berlari), eat (makan), write (menulis).

2. Stative Verb (Kata Kerja Keadaan)

Menunjukkan keadaan, kondisi, atau perasaan, bukan aksi.

  • Contoh: like (suka), know (tahu), belong (milik).

3. Transitive Verb (Kata Kerja Transitif)

Verb yang membutuhkan objek agar maknanya jelas.

  • Contoh: read a book (membaca buku), write a letter (menulis surat).

4. Intransitive Verb (Kata Kerja Intransitif)

Verb yang tidak membutuhkan objek.

  • Contoh: sleep (tidur), run (lari), cry (menangis).

5. Linking Verb (Kata Kerja Penghubung)

Menghubungkan subjek dengan informasi tambahan seperti kata sifat atau kata benda.

  • Contoh: be (adalah), become (menjadi), seem (terlihat).

6. Helping Verb (Kata Kerja Bantu)

Dipakai untuk membantu verb utama dalam membentuk tense, suara, atau mood.

  • Contoh: have eaten (telah makan), will go (akan pergi).

7. Modal Verb (Kata Kerja Modal)

Menunjukkan kemungkinan, izin, keharusan, atau kemampuan.

  • Contoh: can (bisa), must (harus), may (mungkin).

8. Regular Verb (Kata Kerja Beraturan)

Verb dengan bentuk lampau dan past participle yang ditambahkan akhiran -ed.

  • Contoh: walk → walked, play → played.

9. Irregular Verb (Kata Kerja Tidak Beraturan)

Verb yang bentuk lampau dan past participle-nya tidak mengikuti aturan -ed.

  • Contoh: go → went → gone, eat → ate → eaten.

10. Phrasal Verb (Kata Kerja Frasa)

Gabungan verb dengan preposisi atau adverb yang membentuk makna baru.

  • Contoh: give up (menyerah), take off (lepas landas).

11. Infinitive dan Gerund

  • Infinitive: to + verb. Contoh: to eat, to run.

  • Gerund: verb + -ing yang berfungsi sebagai noun. Contoh: eating (makan), running (lari).

12. Causative Verb (Kata Kerja Kausatif)

Digunakan ketika subjek menyebabkan orang lain melakukan sesuatu.

  • Contoh: make, have, let.

  • Kalimat: She made him cry (Dia membuatnya menangis).

3. Kata Sifat (Adjective)

Fungsi adjective adalah untuk menjelaskan atau memberikan informasi tambahan tentang kata benda (noun).

Contoh sederhana adjective: besar (big), indah (beautiful), cerdas (smart).

Jenis-jenis Adjective dalam Bahasa Inggris

Berikut adalah macam-macam adjective yang sering dipakai dalam bahasa Inggris beserta contohnya:

1. Absolute Adjective (Kata Sifat Absolut)

Jenis adjective yang tidak bisa dibandingkan atau diubah tingkatannya.

  • Contoh: perfect (sempurna), unique (unik), empty (kosong).

2. Attributive and Predicative Adjective (Kata Sifat Atributif dan Predikatif)

  • Attributive adjective: muncul sebelum kata benda yang dijelaskannya.

    • Contoh: big house (rumah besar), black cat (kucing hitam).

  • Predicative adjective: muncul setelah linking verb dan menjelaskan subjek.

    • Contoh: The house is big (Rumah itu besar), The cat is black (Kucing itu hitam).

3. Appositive Adjective (Kata Sifat Apositif)

Adjective yang muncul setelah noun, biasanya diapit koma, sebagai informasi tambahan.

  • Contoh: The dog, big and fierce, guards the house (Anjing itu, besar dan galak, menjaga rumahnya).

4. Comparative and Superlative Adjective (Kata Sifat Komparatif dan Superlatif)

  • Comparative adjective: digunakan untuk membandingkan dua benda, biasanya ditambah akhiran -er atau kata “lebih”.

    • Contoh: taller (lebih tinggi), smarter (lebih pintar).

  • Superlative adjective: menunjukkan tingkat paling tinggi/rendah di antara tiga benda atau lebih, biasanya ditambah akhiran -est atau kata “paling”.

    • Contoh: tallest (paling tinggi), smartest (paling pintar).

5. Compound Adjective (Kata Sifat Majemuk)

Adjective yang terdiri dari dua kata atau lebih yang digabungkan dengan tanda hubung.

  • Contoh: well-known (terkenal), high-speed (berkecepatan tinggi).

6. Denominal Adjective (Kata Sifat Denominal)

Adjective yang dibentuk dari noun.

  • Contoh: musical (musikal) dari music, childish (kekanak-kanakan) dari child.

7. Participial Adjective (Kata Sifat Partisipial)

Adjective yang berasal dari bentuk participle (verb + -ing atau verb + -ed).

  • Contoh: exciting (mengasyikkan), bored (bosan).

4. Kata Keterangan (Adverb)

Adverb atau kata keterangan adalah kata yang dipakai untuk menjelaskan bagaimana (how), kapan (when), atau di mana (where) suatu peristiwa terjadi. Dalam kalimat bahasa Inggris, adverb biasanya menjelaskan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), atau adverb lainnya.

Contoh sederhana: cepat (quickly), kemarin (yesterday), di sana (there).

Jenis-jenis Adverb dalam Bahasa Inggris

Berikut adalah macam-macam adverb yang perlu kamu ketahui:

1. Adverb of Time

Menjelaskan kapan sesuatu terjadi.

  • Contoh: yesterday (kemarin), soon (segera), now (sekarang), later (nanti), during the meeting (selama pertemuan).

2. Adverb of Manner

Menjelaskan bagaimana suatu peristiwa terjadi.

  • Contoh: carefully (dengan hati-hati), quickly (dengan cepat), quietly (dengan diam), efficiently (dengan efisien), gracefully (dengan anggun).

3. Adverb of Degree

Menunjukkan seberapa jauh, seberapa banyak, atau seberapa besar suatu kegiatan atau keadaan.

  • Contoh: very (sangat), extremely (sangat sekali), quite (cukup), totally (sepenuhnya), partially (sebagian).

4. Adverb of Modality

Menggambarkan tingkat kepastian atau keyakinan terhadap suatu hal.

  • Contoh: perhaps (mungkin), certainly (pasti), probably (mungkin), surely (pasti), possibly (mungkin).

5. Adverb of Frequency

Menunjukkan seberapa sering suatu kejadian terjadi.

  • Contoh: always (selalu), often (sering), rarely (jarang), sometimes (kadang-kadang), never (tidak pernah).

6. Adverb of Place

Menunjukkan lokasi atau tempat suatu kejadian.

  • Contoh: here (di sini), there (di sana), everywhere (di mana-mana), upstairs (di lantai atas), outside (di luar).

7. Adverb of Focus

Memberikan penekanan pada suatu keadaan atau kejadian.

  • Contoh: only (hanya), just (hanya), even (bahkan), mainly (utamanya), primarily (terutama).

8. Adverb of Purpose

Menjelaskan tujuan atau alasan suatu peristiwa terjadi.

  • Contoh: so (jadi), therefore (oleh karena itu), thus (dengan demikian), hence (karena itu), in order to (untuk).

5. Kata Ganti (Pronoun)

Pronoun atau kata ganti digunakan untuk menggantikan kata benda supaya kamu tidak perlu mengulang kata yang sama berkali-kali. Contoh sederhana: dia, kita, mereka.

Jenis-jenis Pronoun dalam Bahasa Inggris

1. Personal Pronoun (Kata Ganti Orang)

Dipakai untuk menggantikan orang atau benda.

  • Contoh: I, you, he, she, it, we, they

2. Demonstrative Pronoun (Kata Ganti Penunjuk)

Digunakan untuk menunjuk sesuatu secara spesifik.

  • Contoh: this, that, these, those

3. Interrogative Pronoun (Kata Ganti Tanya)

Dipakai untuk membuat pertanyaan.

  • Contoh: who, what, which, whom, whose

4. Relative Pronoun (Kata Ganti Penghubung)

Menghubungkan klausa dan memberikan informasi tambahan.

  • Contoh: who, which, that, whom, whose

  • Kalimat: “The person who came last night is my friend.”

5. Indefinite Pronoun (Kata Ganti Tak Tentu)

Merujuk pada orang atau benda tanpa spesifikasi.

  • Contoh: someone, something, anyone, everything, all, none

6. Reflexive Pronoun dan Intensive Pronoun

  • Reflexive Pronoun: menunjukkan aksi kembali ke subjek.

    • Contoh: myself, yourself, himself, herself, itself, ourselves, yourselves, themselves

    • Kalimat: “I saw myself in the mirror.”

  • Intensive Pronoun: dipakai untuk menekankan subjek.

    • Contoh: myself, yourself, himself, herself, itself, ourselves, yourselves, themselves

    • Kalimat: “I did it myself.”

7. Reciprocal Pronoun (Kata Ganti Timbal Balik)

Menunjukkan aksi timbal balik antara dua atau lebih subjek.

  • Contoh: each other, one another

  • Kalimat: “They help each other.”

8. Possessive Pronoun (Kata Ganti Kepemilikan)

Menunjukkan kepemilikan atau hubungan.

  • Contoh: mine, yours, his, hers, its, ours, theirs

  • Kalimat: “This book is mine.”

6. Kata Sambung (Conjunction)

Kata sambung adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata, frasa, atau klausa. Dengan kata sambung, kalimat jadi lebih nyambung dan enak dibaca.

Jenis-jenis Conjunction dalam Bahasa Inggris

1. Subordinate Conjunction (Kata Sambung Subordinatif)

Menghubungkan klausa utama dengan klausa anak yang nggak bisa berdiri sendiri.

  • Contoh: because, although, if, since, unless

  • Kalimat: “I still went out although it was raining.”

2. Coordinate Conjunction (Kata Sambung Koordinatif)

Menghubungkan dua klausa, frasa, atau kata yang setara.

  • Contoh: and, but, or, nor, for, so, yet

  • Kalimat: “I want ice cream and pizza.”

3. Correlative Conjunction (Kata Sambung Korelatif)

Selalu bekerja berpasangan untuk menghubungkan kata atau klausa.

  • Contoh: both…and, not only…but also, either…or, neither…nor

  • Kalimat: “Both you and she must come on time.”

4. Single Word (Kata Tunggal)

Conjunction yang hanya terdiri dari satu kata.

  • Contoh: and, or, but

  • Kalimat: “I like cats and dogs.”

5. Compound Conjunction (Kata Sambung Majemuk)

Terdiri dari dua atau lebih kata yang digabungkan.

  • Contoh: as long as, provided that, as if, even though

  • Kalimat: “You can go out as long as you finish your homework.”

7. Kata Depan (Preposition)

Preposition adalah kata yang menunjukkan hubungan antara kata benda (noun/pronoun) dengan kata lain dalam kalimat. Biasanya dipakai buat menunjukkan waktu, tempat, arah, atau cara.

Jenis-jenis Preposition dalam Bahasa Inggris

1. Preposition of Time (Kata Depan Waktu)

Menunjukkan waktu terjadinya sesuatu.

  • Contoh: at, on, in, since, until, during

  • Kalimat: “I will meet you at 3 p.m.” / “She has worked here since last year.”

2. Preposition of Place (Kata Depan Tempat)

Menunjukkan lokasi atau tempat.

  • Contoh: in, on, under, next to, behind

  • Kalimat: “The book is on the table.” / “The cat is sleeping under the chair.”

3. Preposition of Movement (Kata Depan Gerakan)

Menunjukkan arah atau tujuan pergerakan.

  • Contoh: to, from, into, onto, towards, through

  • Kalimat: “I walked to school.” / “He came from another city.”

4. Preposition of Manner (Kata Depan Cara)

Menunjukkan cara atau bagaimana sesuatu dilakukan.

  • Contoh: by, with, in

  • Kalimat: “She spoke with confidence.” / “They worked in silence.”

5. Preposition of Purpose (Kata Depan Tujuan)

Menunjukkan tujuan atau alasan.

  • Contoh: for, to, in order to

  • Kalimat: “I study for the exam.” / “He tried hard to succeed.”

6. Preposition of Quantity/Measure (Kata Depan Jumlah/Ukuran)

Menunjukkan jumlah, ukuran, atau panjang.

  • Contoh: of, per, by, along

  • Kalimat: “He carried a bag of books.” / “We walked along the river.”

8. Kata Seru (Interjection)

Interjection adalah kata atau frasa pendek yang dipakai buat mengekspresikan perasaan atau reaksi secara spontan. Biasanya muncul tiba-tiba ketika kamu merasa kaget, senang, sedih, atau emosi lainnya.

Ciri khas interjection adalah berdiri sendiri atau dipisahkan dengan koma, karena tidak punya hubungan gramatikal langsung dengan kalimat lain.

  • Contoh: oh!, wow!, ouch!, hey!, alas!

  • Kalimat: “Wow! That’s amazing.” atau “Ouch! It hurts.”

9. Kata Penjelas (Article and Determiner)

Bagian terakhir dalam part of speech adalah article dan determiner.

  • Articles: kata kecil untuk menentukan apakah benda yang dibicarakan spesifik atau tidak.

  • Determiners: kata yang muncul di depan noun untuk memberikan informasi tambahan seperti jumlah, kepemilikan, atau penunjukan.

Jenis-jenis Article

1. Definite Article (Kata Sandang Tertentu)

  • The: digunakan ketika benda yang dibicarakan sudah spesifik atau jelas.

  • Contoh: “The cat is sleeping on the couch.”

2. Indefinite Article (Kata Sandang Tak Tentu)

  • A / An: digunakan untuk benda yang belum spesifik atau baru pertama kali disebut.

  • A dipakai sebelum konsonan, An dipakai sebelum vokal.

  • Contoh: “I saw a cat in the yard.”

Jenis-jenis Determiner

1. Demonstrative Determiners (Kata Penunjuk)

Menunjukkan benda berdasarkan jaraknya.

  • Contoh: this book, that car, these apples, those houses.

2. Possessive Determiners (Kata Kepemilikan)

Menunjukkan kepemilikan atau siapa pemilik benda.

  • Contoh: my bag, your shoes, their house.

3. Quantifiers (Kata Penjumlah)

Menunjukkan jumlah atau kuantitas benda.

  • Contoh: some water, many books, few friends.

4. Interrogative Determiners (Kata Tanya)

Dipakai untuk menanyakan sesuatu.

  • Contoh: which color, what time, whose pen.

5. Articles (Kata Sandang)

Menggunakan a, an, the seperti yang sudah dijelaskan di atas.

6. Numbers (Angka)

Menunjukkan jumlah pasti.

  • Contoh: two dogs, five apples, ten students.

 

Nah, banyak banget kan jenis-jenis part of speech? Kelihatannya memang ribet, tapi tenang aja. Supaya lebih gampang dipahami, yuk langsung lihat contoh part of speech dalam kalimat biar kamu makin kebayang cara pakainya.

Kenapa Harus Belajar Part of Speech di Cetta?

Part of speech itu fondasi utama dalam bahasa Inggris. Kalau kamu udah paham, nyusun kalimat jadi jauh lebih gampang, percakapan terasa lebih natural, dan kamu bisa lebih pede pas ngomong.

Nah, kalau kamu masih sering bingung atau ngerasa ribet belajar sendiri, mending langsung gabung ke Cetta English Speaking Class aja. Di sini, kamu bakal belajar part of speech step by step sesuai level kamu, mulai dari pemula sampai advanced.

Kelasnya interaktif, fun, dan bisa dipilih sesuai kebutuhan:

  • Regular Class – belajar bareng dalam kelompok dengan suasana seru.

  • Private 1-on-1 – belajar intensif dengan tutor secara pribadi.

  • Private Group – belajar bersama teman atau grup kecil biar lebih fleksibel.

Yuk, jangan ditunda lagi. Konsultasi GRATIS sekarang dengan Admin Cetta dan temukan kelas yang paling pas buat kamu!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Coba Trial Class Gratis dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup