Tata Bahasa JLPT N3 – Pola Kalimat をきっかけに

ilustrasi anak sekolah yang belajar pola kalimar wo kikkake ni

Artikel ini membahas pola kalimat yang penting untuk menjelaskan tentang titik balik atau awal mula terjadinya suatu perubahan besar dalam hidup, yaitu tata bahasa JLPT N3 ~ をきっかけに. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “Bermula dari…” atau “Terpicu oleh…”. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam berbagai kalimat! Tutor Cetta akan bantu kamu memahami […]

Kosakata JLPT N3: Istilah dalam Dunia Kepenulisan

ilustrasi orang yang menulis kosakata yang berkaitan dengan istilah dalam dunia kepenulisan

Artikel ini membahas kosakata bahasa Jepang level N3 yang berhubungan dengan dunia penulisan. Kosakata yang akan diperkenalkan adalah istilah umum yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau profesional. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam berbagai kalimat! Tutor Cetta akan bantu kamu memahami logika di balik struktur kalimat Jepang. Dengan memahami pola dasarnya, kamu […]

Kosakata JLPT N3: Persiapan Tas Bencana

ilustrasi orang yang sedang membawa tas untuk bencana

Artikel ini membahas kosakata bahasa Jepang level N3 yang sangat sering muncul di JLPT N3, baik dalam teks pengumuman apartemen maupun artikel berita. Memahami isi 非常用持ち出し袋 (Hijou-you mochidashi bukuro – Tas siaga bencana) akan membantu dalam menjawab soal tentang keselamatan. Selain itu, ketika tinggal di Jepang hal ini akan sangat membantu karena bencana alam seperti […]

Kosakata JLPT N3: Istilah-istilah Kontrak kerja

ilustrasi orang yang menulis kosakata yang berkaitan dengan kontrak kerja

Artikel ini membahas kosakata bahasa Jepang level N3  istilah kontrak kerja (雇用契約 – Koyou Keiyaku) sering muncul dalam teks pengumuman lowongan kerja (求人 – Kyuujin) atau artikel tentang kehidupan kerja di Jepang. Memahami istilah ini sangat penting agar kamu tidak salah paham mengenai hak dan kewajibanmu. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam berbagai […]

Kosakata JLPT N3: Profesi dalam Bahasa Jepang

ilustrasi seorang pekerja yang masuk profesi dalam bahasa Jepang

Artikel ini membahas kosakata bahasa Jepang level N3  kosakata profesi atau 職業 (Shokugyou) tidak hanya sebatas kata benda sederhana seperti “Guru” atau “Dokter”. Tetapi mulai masuk ke ranah spesifik seperti jabatan di perusahaan atau bidang keahlian teknis dan sering muncul dalam percakapan bisnis atau perkenalan diri formal. Yuk, kita pelajari bagaimana pola ini bekerja dalam […]

Kosakata HSK 4: Kosakata tentang Menjaga Lingkungan

Kosakata Mandarin Tentang Menjaga Lingkungan

Topik lingkungan semakin sering dibahas, baik di sekolah, tempat kerja, maupun kehidupan sehari-hari. Dalam bahasa Mandarin, kosakata tentang lingkungan juga cukup penting karena sering muncul dalam percakapan dan bacaan di level HSK 4. Mulai dari polusi, kebiasaan sehari-hari, sampai tindakan sederhana seperti menghemat air dan listrik, semua bisa jadi topik pembicaraan. Dengan memahami kosakata ini, […]

Kosakata HSK 4: Membicarakan Bisnis

Kosakata Mandarin Tentang Bisnis

Di level HSK 4, kamu mulai sering menemukan topik yang lebih “dewasa”, salah satunya adalah dunia bisnis. Tidak harus bekerja di perusahaan besar, kosakata ini juga berguna saat membahas kerja sama, penawaran, atau sekadar ngobrol soal pekerjaan dengan lebih profesional. Situasi seperti meeting, diskusi kerja, atau negosiasi sederhana sering menggunakan kosakata khusus. Dengan memahami istilah-istilah […]

Kosakata HSK 4: Kosakata tentang Pernikahan

Kosakata Mandarin Tentang Pernikahan

Pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan seseorang. Dalam bahasa Mandarin, topik ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama saat membicarakan hubungan, keluarga, atau rencana masa depan. Selain itu, di budaya Tiongkok sendiri, pernikahan juga memiliki banyak tradisi dan makna simbolis. Karena itu, kosakata yang berkaitan dengan pernikahan tidak hanya berguna untuk komunikasi, tapi […]

Tata bahasa HSK 3 : Kalimat Pasif dengan 被

Tata Bahasa Mandarin tentang kalimat pasif bei

Dalam bahasa Mandarin, kita tidak selalu fokus pada siapa yang melakukan tindakan, tapi kadang lebih penting apa yang terjadi pada objek. Di sinilah kita menggunakan kalimat pasif dengan 被 (bèi). Kalimat pasif ini sering dipakai ketika sesuatu terkena dampak suatu tindakan, terutama kalau situasinya kurang menyenangkan (misalnya: hilang, dimarahi, rusak), walaupun tidak selalu harus negatif. […]