seorang wanita sedang memegang microfon dan seperti menunjuk sesuatu dengan wajah tersenyum dan terdapat dua bendera Republik Rakyat Tiongkok di belakangnya

Apakah Bahasa Mandarin sama dengan Bahasa Cina? Ini Perbedaannya

Daftar Isi

Artikel ini akan membahas secara tuntas perbedaan mendasar antara istilah “Bahasa Mandarin” dan “Bahasa China” yang seringkali dianggap sama, padahal memiliki konteks yang sangat berbeda. Banyak pemula yang bingung saat ditanya, “Kamu belajar bahasa apa? Cina atau Mandarin?”, lalu merasa ragu apakah selama ini istilah yang digunakan sudah tepat atau justru keliru.

Ketidaktahuan akan perbedaan ini bukan hanya sekadar masalah istilah, tapi bisa berujung pada kesalahpahaman budaya saat berinteraksi dengan penutur asli. Bayangkan betapa canggungnya jika kamu melamar pekerjaan yang mensyaratkan “Bahasa China” (yang ternyata spesifik meminta dialek Kanton), sementara kamu hanya menguasai Mandarin. Artikel ini hadir untuk meluruskan persepsi tersebut agar wawasan bahasamu semakin tajam dan akurat.

 

Apa itu Bahasa Mandarin dan Bahasa China?

Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa “Bahasa China” (Chinese) adalah istilah umum yang merujuk pada kelompok dialek atau rumpun bahasa yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa secara luas. Dalam arti sempit, istilah ini juga sering dipakai orang awam untuk menyebut Bahasa Mandarin.

Sedangkan Bahasa Mandarin adalah salah satu varietas utama dari Bahasa China yang dijadikan standar resmi. Secara historis, Mandarin berkembang dari dialek Beijing (ibu kota). Seiring berjalannya waktu, Mandarin menjadi bahasa pemersatu di Tiongkok, Taiwan, dan Singapura, terutama setelah adanya sistem Pinyin (ejaan latin).

Bicara soal sistem tulisan, tantangan terbesar bagi pemula biasanya bukan pada istilahnya, melainkan pada karakter tulisannya yang rumit. Agar tidak buta huruf saat melihat naskah aslinya, kamu bisa mempelajari dasar-dasar Cara Membaca Hanzi Mandarin sebagai bekal awalmu.

Meskipun Mandarin paling dominan, masih ada bahasa daerah lain seperti Yue (Kanton), Minnan (Hokkien), dan Hakka. Setiap varietas ini punya pengucapan yang sangat berbeda, lho! Perbedaan wilayah penutur ini juga seringkali mempengaruhi tradisi lokal. Misalnya saat perayaan Mooncake Festival, setiap daerah mungkin memiliki jenis kue atau sebutan yang berbeda meski berada dalam satu payung budaya yang sama.

 

Apa Perbedaan Bahasa Mandarin dengan Bahasa China? Ini Cirinya

Ada beberapa perbedaan antara Bahasa Mandarin dan Bahasa China yang perlu dipahami. Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara keduanya:

Aspek PembedaBahasa China (Chinese)Bahasa Mandarin (Putonghua)
DefinisiIstilah payung untuk seluruh rumpun bahasa/dialek di Tiongkok.Salah satu varietas spesifik yang dijadikan bahasa standar nasional.
CakupanSangat luas (termasuk Kanton, Hokkien, Hakka, dll).Lebih spesifik (Standar yang dipakai di Beijing/Pemerintahan).
Status ResmiMerujuk pada identitas budaya/etnis secara umum.Bahasa resmi kenegaraan, pendidikan, dan media massa.
PengucapanSangat bervariasi tiap daerah (saling tidak paham).Terstandarisasi dengan 4 nada utama.
PenulisanBisa bervariasi (Tradisional/Sederhana tergantung daerah).Menggunakan Simplified Chinese (di Tiongkok) & sistem Pinyin.

Berikut adalah penjelasan detail poin-poin perbedaannya:

1. Kedalaman Sejarah

Bahasa China merujuk pada kelompok dialek dan varietas bahasa yang digunakan di Tiongkok, sementara Bahasa Mandarin adalah salah satu dari varietas tersebut.

Kemudian, Bahasa China memiliki sejarah yang lebih panjang, sedangkan Bahasa Mandarin berkembang sebagai varietas utama dalam beberapa abad terakhir.

 

2. Area Penggunaan

Perbedaan berikutnya adalah area penggunaan bahasa. 

Beragam varietas Bahasa China digunakan di berbagai wilayah di Tiongkok. Penduduk daerah yang berbeda cenderung menggunakan dialek yang berbeda pula, misalnya penduduk Provinsi Fujian kebanyakan menggunakan Bahasa Minnan (Hokkien), sementara penduduk Provinsi Guangdong kebanyakan menggunakan Bahasa Yue (Cantonese).

Selain itu, Bahasa Mandarin sendiri adalah varietas utama yang digunakan oleh mayoritas penduduk Tiongkok dan dianggap sebagai bahasa resmi di Tiongkok, Taiwan, dan Singapura.

 

3. Standar Penulisan

Kebanyakan dialek lokal (Bahasa China non-Mandarin) lebih sering digunakan secara lisan. Sementara Bahasa Mandarin memiliki tata bahasa yang baku, sistem Pinyin yang jelas, dan diajarkan di sekolah-sekolah.

Karena strukturnya yang baku ini, Mandarin menjadi standar bagi pengajar profesional. Jika kamu tertarik berkarier di bidang ini, cek juga Persyaratan untuk Menjadi Guru Pengajar Bahasa Mandarin untuk melihat kualifikasi apa saja yang diperlukan.

 

4. Pengucapan

Salah satu perbedaan signifikan antara Bahasa Mandarin dan varietas Bahasa China lainnya adalah pengucapan. 

Bahasa Mandarin memiliki sistem pengucapan yang lebih standar dan teratur, sedangkan varietas Bahasa China lainnya memiliki pengucapan yang berbeda-beda.

 

5. Dialek dan Aksen

Selain perbedaan dalam pengucapan, varietas Bahasa China juga memiliki perbedaan dalam dialek dan aksen yang digunakan. 

Pelafalan Bahasa Mandarin lebih mendekati dialek Beijing, sedangkan varietas lainnya memiliki ciri khas dialek dan aksen regional mereka sendiri.

 

6. Pengaruh Budaya dan Politik

Bahasa Mandarin memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam konteks politik dan administrasi di Tiongkok dan Taiwan. Bahasa ini dianggap sebagai bahasa resmi dan digunakan dalam pendidikan formal dan administrasi pemerintah. 

Di sisi lain, varietas Bahasa China lainnya memiliki pengaruh budaya yang kuat di wilayah-wilayah di mana mereka dominan, seperti di Hong Kong untuk Bahasa Cantonese.

 

Jadi, apakah Bahasa Mandarin sama dengan Bahasa China? 

Kesimpulannya adalah Bahasa Mandarin adalah bagian dari Bahasa China, tapi Bahasa China belum tentu Bahasa Mandarin.

 

Bingung Istilah Bikin Menderita? Solusinya Ada di Cetta!

Sekarang kamu sudah paham bahwa Mandarin adalah standar komunikasi global, namun tantangan utamanya terletak pada nada (tones) dan pelafalan. Salah pengucapan sedikit saja bisa mengubah arti kata secara drastis, misalnya kata “Ibu” bisa berubah menjadi “Kuda” yang tentu bisa memicu kesalahpahaman fatal saat berbicara.

Jangan biarkan ketakutan akan nada membuat lidahmu kaku dan menghambat progres belajarmu. Sayang sekali jika niat baikmu untuk menyapa malah terdengar aneh hanya karena kurang latihan. Teori saja tidak cukup, kamu butuh praktik langsung agar tidak stuck saat harus berinteraksi dengan penutur asli.

Yuk, mulai perjalananmu dari nol di kelas Chuji Shang (初级上) Cetta Online Class! Kamu akan belajar HSK 1, pelafalan, dan percakapan dasar dengan metode yang seru. Gunakan kode BACACETTASUPDATE untuk diskon 10% dan hubungi kami untuk konsultasi gratis sekarang juga!

Bagikan

Transform Your Stressful Study Into an Enjoyable Journey

Dapatkan Info Trial Class dan Nikmati

10%

Special Discount untuk untuk pendaftaran kelas

Plus, dapat artikel eksklusif untuk belajar bahasa lebih cepat

Form Popup