Kita bakal bahas tuntas soal arti -kun, kapan digunakan, bahkan contoh penggunaannya di sekolah, kerja, sampai di anime. Jadi, kalau kamu penasaran sama budaya sapaan Jepang, simak sampai habis ya.
Kamu lagi nonton anime atau baca manga terus dengar tokoh cewek manggil cowoknya dengan nama plus akhiran -kun? Misalnya, “Takeshi-kun!” atau “Haruto-kun!”. Kedengarannya akrab banget ya Cetz, tapi juga sopan ala Jepang.
Oh ya, kalau kamu pengin serius belajar honorifik lain sekaligus percakapan dasar bahasa Jepang, kamu bisa cek kelas Japanese Shokyuu 1 di Cetta:
Atau kalau masih bingung, gampang aja, tinggal tanya admin langsung via WhatsApp.
Apa Itu Honorifik dalam Bahasa Jepang?
Sebelum masuk ke detail arti -kun, kita kenalan dulu sama istilah honorifik dalam bahasa Jepang. Jadi, honorifik itu semacam “gelar tambahan” yang ditempel di belakang nama orang buat nunjukin rasa hormat, kedekatan, atau posisi sosial.
Contohnya ada -san, -chan, -sama, dan tentu saja -kun. Kalau di Indonesia mungkin mirip kayak panggilan “Mas”, “Mbak”, atau “Pak” yang konteksnya bisa beda-beda tergantung situasi. Bedanya, di Jepang hal ini jauh lebih terstruktur dan erat kaitannya sama budaya hierarki.
Dengan pakai honorifik yang tepat, kita bisa nunjukin sikap sopan sekaligus ngejaga hubungan sosial biar tetap harmonis. Makanya, orang Jepang sangat memperhatikan kapan harus pakai -san, kapan boleh pakai -chan, dan kapan cukup pakai -kun.
Kalau kamu baru mulai belajar bahasa Jepang, honorifik ini sama pentingnya kayak partikel dasar. Misalnya partikel desu yang sering banget muncul di kalimat. Kamu bisa baca selengkapnya di artikel arti desu dalam bahasa Jepang.
Arti Kun dalam Bahasa Jepang
Kalau kamu sering dengar sapaan pakai -kun, sebenarnya ini adalah salah satu bentuk honorifik di bahasa Jepang. Secara literal, kun bisa berarti “anak laki-laki” atau “pria muda”. Tapi maknanya nggak sesempit itu, karena penggunaannya tergantung konteks.
Biasanya -kun dipakai untuk memanggil:
- Laki-laki yang lebih muda dari pembicara.
- Orang dengan status lebih rendah dalam hierarki sosial atau pekerjaan.
- Teman dekat, biar terdengar lebih akrab tapi tetap sopan.
Nah, yang bikin menarik, penggunaan -kun ini juga sering jadi penanda hubungan antar tokoh di anime atau drama Jepang. Jadi kalau kamu dengar cewek manggil cowok dengan -kun, nuansanya bisa lebih akrab, friendly, atau bahkan menunjukkan rasa sayang.
Kapan -Kun Digunakan?
Penggunaan -kun ternyata cukup luas, Cetz. Sapaan ini bisa muncul di rumah, sekolah, tempat kerja, sampai di karya sastra atau anime. Yuk kita bedah satu per satu.
1. Di Keluarga & Sekolah
Dalam keluarga, kakak bisa memanggil adik laki-lakinya dengan nama plus -kun. Misalnya, “Takeshi-kun” buat nunjukin kedekatan sekaligus kasih sayang.
Di sekolah atau dojo seni bela diri, guru kadang memanggil murid laki-lakinya dengan -kun. Nuansanya lebih akrab dibanding -san, tapi tetap ada rasa hormat dari relasi guru-murid.
Kalau kamu penasaran dengan sapaan keluarga lain dalam bahasa Jepang, bisa cek artikel tentang panggilan anggota keluarga dalam bahasa Jepang.
2. Di Lingkungan Kerja
Dalam suasana kerja, atasan, terutama perempuan, kadang memanggil bawahannya yang laki-laki dengan -kun. Fungsinya buat menjaga kesan akrab tapi tetap sopan.
Namun, hati-hati ya. Kalau konteksnya sangat formal atau bisnis serius, biasanya -kun kurang tepat dipakai. Di situasi seperti ini, sapaan -san atau langsung pakai jabatan lebih umum digunakan.
3. Di Anime, Manga, dan Sastra
Kalau kamu suka nonton anime, pasti sering dengar -kun. Biasanya dipakai buat karakter pria muda. Misalnya, tokoh utama cowok sering dipanggil “Haruto-kun” oleh teman ceweknya.
Penggunaan ini membantu penonton atau pembaca paham hubungan antar tokoh. Apakah mereka akrab, lebih muda, atau ada rasa khusus, semuanya bisa ketebak hanya dari sapaan ini.
Buat kamu yang tertarik ngulik lebih jauh tentang gimana budaya Jepang memengaruhi subkultur kayak anime atau manga, seru banget kalau baca juga artikel budaya Jepang di mata Cetta dan pengaruhnya untuk subkultur Indonesia.
Apakah -Kun Bisa Dipakai untuk Perempuan?
Mungkin kamu pernah juga dengar ada tokoh cewek yang dipanggil dengan -kun. Nah, sebenarnya bisa nggak sih -kun dipakai buat perempuan? Jawabannya: bisa, tapi jarang.
Penggunaan -kun untuk perempuan biasanya muncul di dua situasi:
- Dalam dunia kerja atau organisasi, terutama kalau posisinya sama dengan rekan laki-laki. Misalnya, seorang atasan bisa memanggil staf perempuannya dengan -kun supaya netral dan profesional.
- Dalam karya fiksi seperti anime atau manga, kadang ada cewek yang dipanggil -kun untuk memberi kesan unik atau membedakan karakternya.
Tapi secara umum, sapaan yang lebih lazim untuk perempuan tetap -chan (akrab dan imut) atau -san (lebih formal dan netral). Jadi, kalau kamu lagi ngobrol santai pakai bahasa Jepang, lebih aman pakai honorifik yang umum untuk cewek.
Perbedaan -Kun dengan Honorifik Lain
Supaya nggak bingung kapan harus pakai -kun, yuk bandingin dengan honorifik lain yang sama-sama sering muncul di bahasa Jepang.
1. -san (さん)
Honorifik paling umum dan netral. Dipakai untuk hampir semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, dalam situasi formal maupun sehari-hari. Kalau kamu baru kenal seseorang, aman banget pakai -san.
2. -chan (ちゃん)
Biasanya dipakai untuk perempuan, anak kecil, atau orang yang dekat banget hubungannya. Nuansanya lebih imut, hangat, dan akrab.
3. -sama (さま)
Bentuk super sopan dari -san. Dipakai untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi, misalnya ke pelanggan, tokoh penting, atau dewa (kami-sama).
4. -kun (くん)
Lebih sering untuk laki-laki yang lebih muda, bawahan, atau teman dekat. Nuansanya akrab tapi tetap sopan. Kadang bisa dipakai untuk perempuan dalam situasi tertentu, tapi jarang.
Jadi, kalau dibandingkan, -kun itu ada di tengah-tengah, lebih akrab daripada -san, tapi nggak se-casual -chan.
-Kun Ternyata Bermakna Dalam
Jadi gimana, Cetz? Sekarang kamu udah tahu kan kalau -kun itu bukan hanya tambahan kata di belakang nama. Sapaan ini punya makna sosial, budaya, bahkan emosional. Mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, sampai anime, kun dipakai buat menunjukkan kedekatan, hierarki, sekaligus rasa hormat.
Kalau buat cewek, -kun juga bisa dipakai, tapi jarang. Alternatifnya biasanya -chan atau -san yang lebih umum. Intinya, memahami honorifik ini bikin kamu bukan cuma jago bahasa Jepang, tapi juga paham nilai budaya di baliknya.
Nah, kalau kamu pengin belajar honorifik lain sekaligus percakapan dasar bahasa Jepang, sekarang saatnya gabung di Japanese Shokyuu 1 bareng Cetta. Ada banyak pilihan kelas yang bisa kamu sesuaikan sama waktumu:
Masih bingung pilih kelas yang pas? Tenang, kamu bisa langsung tanya admin lewat WhatsApp.
Belajar bahasa Jepang jadi makin gampang, fleksibel, dan seru kalau ada yang nemenin dari nol. Jadi, yuk mulai perjalanan belajar Jepangmu bareng Cetta








