Jakarta, 7 Maret 2026 — Komunitas pembelajar bahasa asing Cetta Virtual Society (CVS) menggelar kegiatan buka puasa bersama di Panti Yasni, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lebih dari sekadar berbagi hidangan berbuka di bulan Ramadan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara anggota komunitas dengan anak-anak panti, sekaligus menghadirkan pesan tentang keberanian dan kepercayaan diri.
Sore itu, sejumlah anggota dan pengurus CVS datang membawa berbagai bingkisan untuk anak-anak panti. Namun suasana hangat yang tercipta tidak hanya datang dari paket makanan atau donasi, melainkan dari waktu yang mereka luangkan untuk berbincang, bermain, dan berkenalan dengan para penghuni panti.
Melalui inisiatif ini, CVS berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.550.000 yang kemudian disalurkan kepada anak-anak di Panti Yasni.
Kegiatan ini digagas oleh Kevan, salah satu anggota aktif CVS. Ia mengungkapkan bahwa ide kegiatan sosial di panti asuhan sebenarnya sudah pernah ia jalankan bersama anggota CVS di Malang pada tahun sebelumnya.
“Ramadan identik dengan berbagi. Dari dulu saya ingin CVS juga bisa memberikan manfaat bagi komunitas yang lebih luas, bukan hanya untuk sesama member,” ujar Kevan.
Menurutnya, pengalaman kegiatan serupa di Malang mendapat respons positif dari anggota komunitas. Hal tersebut mendorongnya untuk menghadirkan kegiatan yang sama di Jakarta.
Kevan menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pengingat bagi komunitas yang sering berbicara tentang mimpi global agar tetap terhubung dengan lingkungan sekitar.
“Kita sering memikirkan masa depan di luar negeri, tentang dunia internasional. Tapi ada kalanya kita perlu melihat lingkungan terdekat dan bertanya: apa yang bisa kita berikan di sini?” katanya.
Sebelum azan Maghrib berkumandang, suasana di Panti Yasni mulai ramai oleh percakapan antara anggota CVS dan anak-anak panti. Momen perkenalan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Beberapa anak tampak malu-malu ketika diminta memperkenalkan diri. Bahkan sekadar menyebutkan nama terasa tidak mudah bagi sebagian dari mereka.
Kevan dan anggota CVS mencoba mencairkan suasana dengan memberi dorongan sederhana.
“Kita hanya bilang, tidak apa-apa. Coba saja dulu, kenalan dulu, tidak perlu takut salah,” katanya.
Perlahan suasana berubah. Salah satu anak bernama Hikari yang awalnya tampak pendiam akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu kepada para anggota komunitas.
Bagi para anggota CVS, momen kecil itu menjadi pengalaman yang berkesan.
Tidak Hanya Berdonasi, Tapi Juga Memberi Nilai Percaya Diri
Cetta Virtual Society lahir dari semangat komunitas belajar bahasa yang ingin membantu pelajar Indonesia lebih percaya diri menggunakan bahasa asing. Namun menurut Kevan, kepercayaan diri tidak selalu dimulai dari panggung besar atau percakapan internasional.
“Kepercayaan diri sering dimulai dari hal yang sangat sederhana: berani menyapa orang di sebelah kita,” ujarnya.
Nilai tersebut yang ingin dibagikan dalam kegiatan di Panti Yasni. Bagi CVS, keberanian untuk mencoba—meski masih ragu—menjadi langkah awal menuju banyak hal yang lebih besar.
“Pede dulu. Itu yang selalu kami dorong. Mau kenalan, mau menyampaikan ide, atau punya mimpi besar, semuanya dimulai dari keberanian itu,” kata Kevan.
Melalui kegiatan ini, CVS berharap semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui interaksi yang memberi dorongan dan inspirasi bagi anak-anak untuk lebih percaya diri menghadapi masa depan.










