Artikel ini membahas tentang strategi rahasia buat naklukin DELF B1, supaya kamu nggak cuma sekadar ‘hampir lulus’, tapi bisa dapet skor yang memuaskan. Banyak orang kaget karena lonjakan kesulitan dari A2 ke B1 itu paling terasa, dari yang tadinya cuma cerita fakta sehari-hari, sekarang kamu dituntut buat bisa berargumen dan kasih pendapat. Fenomena “The Big Jump” ini sering bikin mental peserta ciut duluan sebelum ujian dimulai.
Meskipun B1 sudah masuk level menengah, bukan berarti sertifikat ini mustahil buat didapetin. Dengan strategi yang pas dan pemahaman mendalam soal apa itu ujian DELF, kamu bisa mengamankan skor aman dengan lebih pede. Intinya, kunci lulus B1 bukan cuma soal seberapa banyak vocab yang kamu hafal, tapi seberapa lihai kamu “menjual” pendapatmu di depan penguji.
Tips Lulus DELF B1, Dijamin Lancar
Biar kamu nggak cuma jadi penonton saat orang lain dapet sertifikat, yuk terapin sepuluh strategi maut berikut ini.
1. Kuasai Connecteurs Logiques
Wajib hukumnya pakai kata sambung seperti néanmoins, par contre, atau de plus biar argumenmu terlihat pro dan terstruktur. Di level B1, penguji nggak cuma liat poin argumenmu, tapi seberapa mulus kamu menghubungkan satu ide ke ide lainnya. Tanpa kata sambung yang kuat, tulisan atau omonganmu bakal terasa patah-patah dan kurang meyakinkan.
Gunakan kata sambung ini sebagai navigasi buat pembaca atau pendengar kamu agar mereka paham alur berpikirmu. Semakin bervariasi connectors yang kamu gunakan, semakin tinggi pula skor orisinalitas bahasa yang bakal kamu raih.
Contoh Soal (Writing): Berikan pendapatmu tentang pengurangan penggunaan plastik.
Jawaban yang Benar (Level B1):
- Prancis: “Le plastique est très pratique au quotidien. Néanmoins, il pollue gravement l’environnement. C’est pourquoi il est urgent de réduire sa consommation.”
- Indo: “Plastik sangat praktis untuk sehari-hari. Namun, ia mencemari lingkungan dengan parah. Oleh karena itu, sangat mendesak untuk mengurangi konsumsinya.”
2. Pahami Tema Populer
Siapkan tabungan vocabulary seputar isu lingkungan, gadget, dunia kerja, dan pendidikan yang jadi “langganan” keluar di ujian B1. Kamu nggak perlu jadi ahli di bidang itu, tapi minimal kamu tahu istilah-istilah dasarnya agar nggak bingung saat harus memberikan opini.
Biasanya, soal-soal B1 bakal memancing kamu buat membandingkan kondisi dulu dan sekarang atau dampak teknologi bagi kehidupan. Kalau kamu sudah punya “stok” vocab yang relevan, kamu bakal lebih cepat dalam menyusun kalimat. Strategi ini sangat membantu buat kamu yang ingin level up setelah sebelumnya sukses mempraktekkan tips lulus DELF A1 dari Cetta.
Contoh Vocabulary Tema B1:
- Le télétravail (WFH/Bekerja jarak jauh)
- Le réchauffement climatique (Pemanasan global)
- Les réseaux sociaux (Media sosial)
Contoh Pertanyaan (Listening/Reading): “Quels sont les avantages des transports en commun ?” (Apa keuntungan transportasi umum?)
3. Latihan Opini Tiap Hari
Biasakan selalu memberikan alasan “kenapa” dalam setiap kalimat atau pernyataan yang kamu buat. Jangan cuma bilang “saya suka musik”, tapi tambahkan alasan yang logis seperti “karena musik bisa menurunkan stres setelah bekerja”.
Latihlah hal ini di kehidupan nyata, misalnya saat lagi ngobrol bareng temen atau nulis jurnal harian. Semakin sering kamu berlatih memberikan alasan, otakmu bakal otomatis terlatih buat berpikir kritis dalam bahasa Prancis. Ini adalah kunci utama buat dapet nilai tinggi di sesi speaking.
Contoh Pertanyaan: “Kenapa kamu suka olahraga?”
Jawaban Level A2 (Terlalu Dasar):
- Prancis: “J’aime le sport parce que c’est bon pour la santé.”
- Indo: “Saya suka olahraga karena itu baik untuk kesehatan.” (Hanya menyatakan fakta simpel).
Jawaban Level B1 (Standar Lulus):
- Prancis: “À mon avis, le sport est essentiel non seulement untuk kesehatan fisik, mais aussi karena ia memungkinkan kita mengurangi stres setelah bekerja.”
- Indo: “Menurut pendapat saya, olahraga itu esensial tidak hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga karena ia memungkinkan kita mengurangi stres setelah bekerja.”
4. Hafalkan Template Lettre Formelle
Hafalkan format surat pembaca atau surat untuk walikota karena jenis tulisan ini paling sering keluar di sesi Writing B1. Kamu harus tahu posisi alamat, cara menyapa yang formal, hingga kalimat penutup yang standar dalam surat resmi Prancis. Punya template yang sudah paten di kepala bakal menghemat waktu kamu buat fokus ke isi argumennya saja.
Jangan sampai kamu salah pakai gaya bahasa informal saat diminta menulis surat resmi, karena poin etika komunikasimu bisa langsung dipotong. Template yang rapi menunjukkan kalau kamu adalah pembelajar yang disiplin dan paham budaya korespondensi di sana.
Kalimat Pembuka (Menyampaikan Keluhan):
- Prancis: “Je vous écris pour attirer votre attention sur un problème…”
- Indo: “Saya menulis kepada Anda untuk menarik perhatian Anda pada sebuah masalah…”
Kalimat Penutup (Wajib Sopan):
- Prancis: “Dans l’attente de votre réponse, je vous prie d’agréer, Monsieur le Maire, l’expression de mes salutations distinguées.”
- Indo: “Menantikan jawaban Anda, mohon terima, Bapak Walikota, ungkapan salam hormat saya.”
5. Dengarkan Radio France International (RFI)
Fokuskan latihan dengerin program “Journal en français facile” milik RFI secara rutin setiap hari. Berita yang dibawakan pakai bahasa Prancis yang lebih simpel dengan tempo yang nggak terlalu ngebut, jadi pas banget buat telinga level B1. Kebiasaan ini bakal bikin kamu terbiasa dengan intonasi dan kecepatan bicara native speaker yang sesungguhnya.
Mendengarkan berita juga bikin kamu tetap update dengan isu-isu terkini yang mungkin banget muncul jadi tema ujian. Kamu bakal merasa lebih pede saat sesi listening karena telinga kamu sudah terlatih menangkap kata kunci di tengah diskusi. Jadikan ini sebagai menu wajib harian kamu selama masa persiapan.
Contoh Soal (Listening): Kamu mendengar berita tentang polusi, lalu ada pertanyaan: “Quelle solution est proposée par le journaliste ?” (Solusi apa yang diajukan oleh jurnalis tersebut?)
6. Gunakan Subjonctif dan Conditionnel
Sisipkan sedikit bumbu grammar tingkat lanjut seperti subjonctif atau conditionnel buat nunjukin kalau kemampuan bahasamu sudah naik kelas. Meskipun cuma satu atau dua kalimat, penggunaan struktur ini bakal bikin penguji terkesan dan ngasih nilai plus. Penguji bakal ngeliat kalau kamu nggak cuma main aman di struktur kalimat yang itu-itu saja.
Misalnya, daripada cuma bilang “saya ingin pergi”, coba pakai “saya ingin agar kita bisa pergi” dalam bentuk subjonctif. Hal-hal kecil kayak gini yang bakal ngasih perbedaan besar di skor akhir kamu. Anggap saja ini sebagai cara buat pamer skill bahasa Prancis kamu secara elegan.
Contoh Penggunaan Subjonctif (Keharusan):
- Prancis: “Il faut que le gouvernement prenne des mesures contre la pollution.”
- Indo: “Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap polusi.” (Kata prenne adalah bentuk subjonctif dari prendre).
Contoh Penggunaan Conditionnel (Saran Sopan):
- Prancis: “Je voudrais proposer une solution alternative.”
- Indo: “Saya ingin (kiranya) mengusulkan solusi alternatif.”
7. Manajemen Waktu yang Ketat
Jangan sampai kamu habiskan waktu cuma di satu teks Reading atau satu paragraf Writing saja. Ingat, durasi ujian B1 cukup panjang tapi tantangannya juga jauh lebih berat, jadi setiap menit itu sangat berharga. Kalau ada soal yang bener-bener mentok, lewati dulu dan balik lagi nanti kalau ada sisa waktu di akhir.
Latihlah pembagian waktu ini saat kamu sedang belajar mandiri atau simulasi di rumah. Mengetahui kapan harus berhenti dan pindah ke soal berikutnya adalah tanda kalau kamu punya strategi ujian yang matang. Manajemen waktu yang baik bakal ngejauhin kamu dari rasa panik saat waktu hampir habis.
Tips: Baca pertanyaan dulu. Misal ada pertanyaan soal “tanggal”, langsung cari angka-angka di teks. Jangan baca teks dari awal sampai akhir dulu baru baca soal, nanti waktumu habis!
8. Jangan Kosongkan Jawaban
Ingat baik-baik aturan note éliminatoire di mana kamu wajib dapet minimal 5 poin di setiap bagian ujian. Kalau ada bagian yang dapet nilai di bawah itu, kamu otomatis gagal meskipun total skor kamu sudah di atas 50. Jadi, jangan pernah biarkan lembar jawaban kamu kosong melompong tanpa isi sama sekali.
Tuliskan apa saja yang kamu tahu atau tebak jawaban terbaikmu daripada nggak ngisi sama sekali. Kadang, keberuntungan ada di pihak mereka yang berani mencoba memberikan jawaban daripada menyerah begitu saja. Pastikan setiap komponen ujian aman di atas batas minimal buat menjaga peluang kelulusanmu.
Contoh kalau mentok di Speaking:
- Prancis: “C’est une question très intéressante, laissez-moi réfléchir…“
- Indo: “Itu pertanyaan yang sangat menarik, biarkan saya berpikir sejenak…” (Ini ngebantu kamu dapet waktu berpikir biar nggak hening kelamaan).
9. Latihan Debat
Belajarlah cara menyanggah pendapat orang lain dengan sopan dan terstruktur dalam bahasa Prancis. Di sesi speaking level B1, kamu bakal diajak diskusi atau simulasi debat ringan dengan penguji tentang suatu topik. Di sini, kamu harus bisa mempertahankan argumenmu tanpa terlihat agresif atau kehabisan kata-kata.
Kemampuan berdebat ini bakal kepake banget kalau nanti kamu beneran tinggal di sana, jadi nggak ada ruginya buat dilatih dari sekarang. Biar makin semangat latihannya, jangan lupa baca juga panduan hidup Mahasiswa di Prancis biar kamu makin punya gambaran seru tentang interaksi sosial di sana. Debat yang asik adalah debat yang didukung dengan data dan cara penyampaian yang luwes.
Contoh Cara Menyanggah:
- Prancis: “Je comprends votre point de vue, pourtant je pense qu’il y a d’autres solutions plus efficaces.”
- Indo: “Saya mengerti sudut pandang Anda, namun demikian saya pikir ada solusi lain yang lebih efektif.”
10. Ikut Simulasi Intensif
Biar nggak kaget sama tekanan waktu dan suasana ujian yang asli, wajib banget buat ikut simulasi intensif. Simulasi ini bakal ngebantu kamu buat ngukur sejauh mana kesiapan mental dan teknis kamu sebelum terjun ke “medan perang” yang sesungguhnya.
Dengan simulasi, kamu jadi tahu rasanya dikejar waktu saat nulis opini atau rasanya harus mikir cepet pas lagi dengerin audio. Semakin sering simulasi, mental kamu bakal makin terbentuk jadi mental juara. Latihan yang serius nggak akan pernah mengkhianati hasil akhir yang kamu dapet nanti.
Contohnya dengan ikut kelas di Cetta DELF Preparation, kamu akan mendapatkan contoh soal dan latihan soal bersama para tutor berpengalaman dan teman-teman seperjuangan yang asik.
Format Ujian DELF B1 (Jangan Sampai Salah Strategi!)
Di level B1, kamu sudah dianggap sebagai pengguna bahasa yang mandiri atau utilisateur indépendant yang bisa bertahan di berbagai situasi.
| Komponen Tes | Durasi | Skor Maksimal | Deskripsi Singkat |
| Compréhension de l’oral (Listening) | ± 25 Menit | 25 Poin | Mendengarkan rekaman tentang opini atau diskusi publik. |
| Compréhension des écrits (Reading) | 45 Menit | 25 Poin | Menganalisis teks panjang dan mencari informasi spesifik. |
| Production écrite (Writing) | 45 Menit | 25 Poin | Menulis surat formal atau artikel berisi opini pribadi. |
| Production orale (Speaking) | ± 15 Menit | 25 Poin | Percakapan santai, monolog informatif, dan diskusi/debat. |
| TOTAL | ± 1 Jam 50 Menit | 100 Poin | Syarat Lulus: Total 50/100 (Min. 5/25 per bagian) |
Skill yang Dinilai di Tes DELF B1 (Apa Sih yang Penguji Cari?)
Penguji punya standar tertentu saat menilai kamu di level menengah ini, jadi pastikan kamu menonjolkan kemampuan berikut:
- Prise de Position: Ini adalah kemampuan paling penting di mana kamu harus berani punya sikap atau pendapat yang jelas terhadap suatu isu.
- Koherensi & Kohesi: Penguji bakal liat seberapa nyambung alur omongan dan tulisan kamu dari awal sampai akhir.
- Kemampuan Bertahan: Gimana cara kamu tetep ngomong pakai kalimat lain (paraprasa) saat tiba-tiba lupa satu kosakata spesifik.
Perbedaan Soal DELF A2 dan B1
Biar kamu nggak salah persiapan, pahami perbedaan mencolok antara level dasar dan level menengah ini dalam tabel berikut:
| Aspek Perbedaan | DELF A2 (Dasar) | DELF B1 (Menengah) |
| Fokus Konten | Deskripsi aktivitas harian dan fakta simpel. | Argumen, opini pribadi, dan alasan logis. |
| Tingkat Teks | Teks pendek dengan bahasa sehari-hari. | Teks panjang dengan bahasa yang lebih abstrak. |
| Jenis Interaksi | Menjawab pertanyaan penguji secara pasif. | Berdebat dan mempertahankan argumen secara aktif. |
| Durasi Ujian | Lebih singkat (Sekitar 1 Jam 40 Menit). | Lebih panjang dan melelahkan (Sekitar 1 Jam 50 Menit). |
B1 Emang Menantang, Bareng Cetta Lulusnya Makin Gampang!
Naik kelas ke level B1 emang butuh perjuangan ekstra karena standarnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan level pemula. Seringkali kita ngerasa sudah belajar mati-matian, tapi pas coba bikin argumen tertulis atau debat lisan, rasanya lidah masih kaku dan ide mendadak buntu.
Lulus B1 emang butuh effort ekstra, tapi bukan berarti kamu harus berjuang sendirian sampai stres sendiri. Kalau mau teman bimbingan dan pembimbing yang asik, yuk gabung di kelas DELF B1 Preparation di Cetta! Di sini, kamu nggak cuma dapet materi, tapi juga lingkungan belajar yang suportif dan seru.
Kenapa harus Cetta? Karena kita percaya belajar bahasa Prancis level menengah itu nggak harus kaku dan ngebosenin. Dengan metode fun learning dan komunitas yang asik, kamu bakal lebih pede buat praktik all skills DELF sampai bener-bener lancar. Yuk, langsung cek kelasnya dan mari kita buat impian lulus DELF B1 kamu jadi kenyataan! Klik linknya sekarang buat konsultasi gratis dan mulai langkah suksesmu bareng Cetta!










