Artikel ini membahas tentang kebingungan yang sering dialami banyak orang saat ditanya seberapa jago mereka berbahasa Inggris. Kebanyakan dari kita sering terjebak dalam jawaban “bisa dikit-dikit” atau “little-little can” karena memang tidak tahu standar ukurannya. Padahal, tanpa tahu level yang pasti, kamu bakal kesulitan menentukan materi belajar yang tepat, apalagi kalau tujuannya untuk karier atau beasiswa.
Untuk mengatasi kebingungan ini, dunia internasional sepakat menggunakan CEFR (Common European Framework of Reference for Languages). Bayangkan CEFR ini sebagai “meteran” resmi yang membagi kemampuan bahasa seseorang menjadi 6 level objektif. Jadi, nggak ada lagi ceritanya kamu menebak-nebak kemampuan hanya berdasarkan perasaan atau hasil nilai rapor sekolah dulu.
Sebelum kita bedah satu-satu levelnya, buat kamu yang merasa masih di titik nol dan bingung harus mulai dari mana, jangan bimbang. Kamu bisa mulai dengan kepoin tahap belajar bahasa Inggris dari nol agar punya fondasi yang kuat sebelum naik ke level-level berikutnya!
Basic User: Level A1 & A2
Di tahap awal ini, kamu berada di level fundamental di mana interaksi masih sangat terbatas namun krusial sebagai titik awal perjalananmu.
A1 (Beginner)
Pada level A1, kamu dianggap sebagai pengguna bahasa yang paling dasar. Kamu biasanya baru bisa memahami dan menggunakan ungkapan sehari-hari yang sangat simpel, seperti memperkenalkan diri, menyapa orang, atau menanyakan arah jalan. Kemampuanmu masih sangat bergantung pada lawan bicara yang mau bicara pelan-pelan dan membantu kamu memahami kata-kata tertentu.
Selain itu, di level ini kamu mungkin baru bisa memesan makanan di kafe atau menanyakan harga barang saat belanja dengan kalimat yang sudah dihafal sebelumnya. Kamu belum bisa melakukan diskusi panjang, tapi setidaknya kamu sudah bisa menangkap informasi dasar dari teks pendek atau pengumuman yang sangat sederhana di tempat umum.
A2 (Elementary)
Naik sedikit ke level A2, kamu mulai bisa bercerita tentang hal-hal yang lebih personal, seperti latar belakang keluarga, pekerjaan, atau lingkungan sekitar secara lebih detail. Kalimatmu tidak lagi hanya satu-dua kata, melainkan mulai membentuk struktur yang utuh meskipun masih sering terjadi kesalahan grammar. Kamu mulai merasa lebih percaya diri untuk berkomunikasi dalam situasi rutin.
Keunggulan di level ini adalah kamu sudah mulai bisa survive kalau nyasar di luar negeri. Kamu mampu menukar informasi mengenai tugas sehari-hari dan memahami poin utama dari percakapan yang lambat. Meskipun kosakata masih terbatas, kamu sudah punya cukup “bekal” untuk berinteraksi secara sosial dalam konteks yang sangat akrab dan umum.
Independent User: Level B1 & B2
Ini adalah level “aman” di mana kamu mulai bisa menggunakan bahasa Inggris secara mandiri tanpa terlalu banyak bantuan dari orang lain.
B1 (Intermediate)
Level B1 sering disebut sebagai si “Berani Traveling”. Di tingkat ini, kamu mulai bisa curhat masalah perasaan, memberikan opini singkat tentang sebuah film, hingga paham inti dari berita di TV atau koran. Kamu tidak lagi panik saat harus menghadapi situasi tak terduga saat bepergian ke negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
Selain itu, kamu sudah mampu memproduksi teks sederhana tentang topik yang akrab atau minat pribadi. Kamu bisa menjelaskan rencana, ambisi, serta memberikan alasan singkat di balik opini yang kamu sampaikan. Meskipun belum sepenuhnya mahir, level ini adalah gerbang utama menuju kemandirian berbahasa yang sesungguhnya.
B2 (Upper Intermediate)
Level B2 adalah si “Siap Kerja & Kuliah” dan merupakan level yang paling banyak dicari oleh perusahaan internasional. Kamu sudah bisa memahami ide kompleks dari teks yang konkret maupun abstrak, termasuk diskusi teknis di bidang spesialisasi kamu. Kamu sudah lancar ngobrol sama native speaker secara spontan tanpa harus banyak mikir atau merasa tertekan di tengah percakapan.
Di tahap ini, kamu mampu menghasilkan teks yang jelas dan detail tentang berbagai macam subjek. Kamu bisa menjelaskan sudut pandang tentang isu terkini dengan memberikan keuntungan dan kerugian dari berbagai pilihan. Inilah level “aman” yang biasanya menjadi syarat minimal untuk bisa bertahan di lingkungan akademik atau profesional luar negeri.
Tips Level Up
Sambil berjuang naik ke level yang lebih tinggi, kamu bisa banget manfaatin teknologi yang ada di genggamanmu. Konsistensi adalah kunci, jadi pastikan kamu terpapar bahasa Inggris setiap hari, baik melalui film, podcast, atau interaksi langsung dengan komunitas belajar.
Cek juga rekomendasi aplikasi untuk belajar bahasa Inggris yang bisa bantu kamu latihan vocab dan listening tiap hari di mana saja. Dengan bantuan aplikasi yang tepat, transisi dari level Independent ke level Proficient akan terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan!
Proficient User: Level C1 & C2
Selamat datang di level dewa! Di sini, bahasa Inggris bukan lagi menjadi hambatan, melainkan alat untuk mengekspresikan ide-ide kompleks.
C1 (Advanced)
Level C1 membuatmu dikenal sebagai si “Professional Talker”. Kamu sudah bisa membaca teks yang panjang dan rumit, serta mengenali makna tersirat di dalamnya. Kamu mampu mengekspresikan diri dengan lancar dan spontan tanpa terlihat seperti sedang mencari-cari kosakata yang tepat di tengah pembicaraan.
Penggunaan bahasa di level ini sudah sangat fleksibel dan efektif untuk tujuan sosial, akademik, hingga profesional. Kamu bisa menyusun teks yang terstruktur dengan baik dan detail tentang subjek yang kompleks, menunjukkan penguasaan yang matang terhadap pola organisasi dan kata penghubung dalam bahasa Inggris.
C2 (Mastery)
Level C2 adalah si “Native Vibes” karena kamu sudah berada di level kemahiran tertinggi. Kamu bisa dengan mudah memahami hampir semua hal yang didengar atau dibaca. Kamu mampu merangkum informasi dari berbagai sumber lisan maupun tulisan, serta menyusun kembali argumen dan laporan dalam penyajian yang runtut dan logis.
Kamu sudah selevel dengan orang yang lahir dan besar di sana dalam hal pemahaman idiom, slang, hingga struktur kalimat yang super kompleks. Kamu bisa mengekspresikan diri secara spontan, sangat lancar, dan tepat, bahkan mampu membedakan nuansa makna yang paling halus dalam situasi yang sangat kompleks sekalipun.
The Big Question
Pasti banyak yang penasaran, seberapa cepat sih kita bisa pindah dari level A1 ke level C2? Jawabannya tentu sangat bergantung pada intensitas belajar, lingkungan, serta metode yang kamu gunakan setiap harinya. Tidak ada jalan pintas yang instan, tapi progres yang konsisten pasti akan membuahkan hasil.
Yuk, cari tahu jawaban lebih detailnya di artikel butuh waktu berapa lama untuk lancar bahasa Inggris agar ekspektasi kamu nggak zong! Dengan mengetahui estimasi waktu yang dibutuhkan, kamu bisa menyusun strategi belajar yang lebih masuk akal dan tetap termotivasi sepanjang perjalanan.
Cara Valid Tahu Level Kamu (Bukan Pake Feeling!)
Jangan pernah menebak skor atau level bahasa Inggris kamu cuma berdasarkan feeling atau karena “merasa” sudah sering nonton film tanpa subtitle. Cara paling valid buat tahu posisi kamu sebenarnya adalah dengan mengikuti Placement Test atau simulasi TOEFL yang terstandarisasi. Tes ini didesain secara ilmiah buat mengukur kemampuan grammar, vocabulary, listening, hingga reading kamu secara objektif, jadi hasilnya nggak bakal menipu.
Perlu diingat juga kalau sertifikasi resmi kayak TOEFL atau IELTS itu punya cara baca tersendiri dalam skala CEFR (standar internasional). Memahami ini penting banget biar kamu tahu target skor yang harus dikejar saat mau daftar beasiswa atau kerja. Buat kamu yang mungkin juga lagi nimbang-nimbang ambil IELTS, kamu bisa kepoin artikel tentang apakah IELTS 6.5 bagus buat dapet gambaran perbandingan nilai CEFR dan skor IELTS yang pas buat targetmu.
Dengan tahu “angka” kamu sekarang, kamu jadi punya strategi yang lebih terukur. Kamu nggak bakal lagi belajar membabi buta, tapi bisa fokus nambal bagian yang emang masih bolong. Ingat, pejuang TOEFL yang sukses itu bukan yang cuma modal nekat, tapi yang tahu persis di mana titik lemahnya dan tahu cara memperbaikinya!
FAQ: Hal-Hal yang Sering Bikin Bingung
Berikut adalah pertanyaan seputar tingkatan dalam bahasa Inggris yang sering diajukan:
1. “Bisa nggak sih loncat level?”
Secara teknis kamu tidak bisa “loncat” karena setiap level adalah fondasi bagi level berikutnya. Namun, dengan belajar intensif, kamu bisa melewati satu level dengan waktu yang jauh lebih singkat dibanding orang lain.
2. “Kenapa skor IELTS aku beda-beda tiap levelnya?”
IELTS mengukur empat skill berbeda. Bisa jadi listening kamu ada di level B2, tapi writing kamu masih di B1. Inilah kenapa skor keseluruhan merupakan rata-rata dari semua skill.
3. “Level mana yang minimal buat daftar kerja di luar negeri?”
Umumnya, perusahaan internasional mematok minimal level B2 agar kamu bisa berkomunikasi dengan lancar dalam lingkungan kerja tanpa hambatan bahasa yang berarti.
Level-mu Masih di Situ-situ Saja? Cetta Solusinya!
Sekarang kamu sudah tahu kan bedanya A1 sampai C2? Tahu posisi diri itu sangat penting agar proses belajarmu tidak salah arah dan tidak membuang waktu secara sia-sia.
Masalahnya, belajar sendirian seringkali membuat kita tidak sadar akan kesalahan yang dilakukan. Kamu bisa saja merasa sudah di level B2, tapi saat berbicara langsung, ternyata masih di level A2 karena grammar dan pronunciation yang berantakan tanpa ada yang mengoreksi.
Ingin naik level tapi bingung mulai dari mana, Belajar sendiri malah bikin pusing kepala. Yuk gabung Cetta, tutor asik siap membina, Skill meningkat, masa depan cerah ada di depan mata!
Jangan biarkan levelmu jalan di tempat! Cetta punya berbagai macam level kelas yang bisa disesuaikan dengan hasil tesmu. Khusus buat kamu yang masih pemula, kamu bisa banget gabung di Kelas Antares.
Di kelas ini, kamu bakal fokus melancarkan speaking dari nol, mempelajari vocabulary dasar, hingga membenahi grammar dengan cara yang seru. Yuk, ikut konsultasi gratis di Cetta, dijamin kamu nggak akan bingung lagi perihal levelmu!










