Belajar Bahasa Nggak Harus Sendirian, Temukan Circle Belajar Terbesarmu di Sini. Berhenti merasa buntu saat belajar mandiri. Bergabunglah dengan Cetta Virtual Society (CVS), komunitas belajar bahasa terbesar di Indonesia tempat ribuan pejuang bahasa saling mendukung, berbagi, dan tumbuh bersama



Punya pertanyaan soal tata bahasa jam 2 pagi? Selalu ada teman seperjuangan yang siap membantu
Bertemu dengan mahasiswa hingga profesional dari berbagai latar belakang yang memiliki minat bahasa yang sama denganmu
Tempat aman untuk berani bicara salah, karena di sini kita semua adalah pembelajar
Praktik bicara langsung via voice note atau Zoom dengan topik seru setiap minggu
Sesi tukar pikiran antar member dari berbagai bahasa (misal: member Cetta Japan belajar bareng member Cetta English)
Tantangan harian untuk menjaga konsistensi belajarmu agar tetap on-track
Anggota Aktif di Seluruh Indonesia
Grup Belajar Spesifik Berdasarkan Level & Bahasa
Sesi Pertemuan Komunitas yang Telah Terlaksana








Siapa sangka, ketertarikan pada budaya Korea sejak kecil bisa membawa Andrea Kurniawan menjadi exchange student

Ataya Soewandi, atau yang biasa lebih dikenal sebagai Kak Taya, merupakan seorang poliglot asal Jakarta

“Sekarang lagi Golden Time banget kerja ke Jepang. Jangan ragu, karena di Jepang banyak lowongan

Melanie Mudita Purnayudha mungkin masih duduk di bangku kelas 11 SMA, tetapi keseriusannya dalam mempelajari

Michella Wijaya memang baru berusia 24 tahun, tapi ia memiliki segudang prestasi. Ia percaya bahwa

Bagi sebagian orang, bahasa asing mungkin hanya pelengkap. Namun, tidak demikian bagi Raden Vickel. Pria
Awalnya aku cuma iseng nonton drama Korea tanpa ngerti bahasanya. Setelah hampir 2 bulan ikut kelas di Cetta, sekarang aku bisa baca hangeul dan mulai paham percakapan sederhana.
Setelah 6 bulan belajar di Cetta, saya sadar bahasa Jepang bukan lagi sekadar subtitle di layar, tapi bagian dari hidup saya. Para sensei membuat proses belajar cair dan penuh cerita, jadi saya merasa benar-benar terhubung dengan bahasa dan budaya Jepang.
Hampir semua tahu betapa susahnya belajar bahasa Jepang. Awalnya aku juga mikir gitu, sampai akhirnya ketemu Cetta dan merasa beruntung bisa belajar di sini. Apalagi langsung dapat sensei yang asyik dan sepantaran, jadi belajar terasa ringan.
Hampir semua tahu betapa susahnya belajar bahasa Jepang. Awalnya aku juga mikir gitu, sampai akhirnya ketemu Cetta dan merasa beruntung bisa belajar di sini. Apalagi langsung dapat sensei yang asyik dan sepantaran, jadi belajar terasa ringan.

Awalnya aku sempet mikir Bahasa Mandarin itu susah. Tapi setelah aku join kelas Mandarin di Cetta Mandarin, ternyata aku ngerasain hal yang berbeda. Belajar Mandarin gak sesusah itu, loh! Malah seru, asyik, dan menyenangkan. Materi belajar di Cetta Mandarin juga terstruktur dan mudah dipahami oleh pemula. Hal lain yang bikin aku happy adalah laoshi-nya yang kompeten dan profesional, ngajarnya sabar dan responsif banget. Pertanyaan randomku tentang Mandarin pun selalu dijawab, jadi kaya ngobrol sama temen!

Kalau udah beres kerja, aku tuh selalu cari kegiatan karena aku itu orangnya gak bisa diem. Sejak les di @cettamandarin jadwalku jadi lebih produktif. Bahasa Mandarinku jadi lebih luwes. Karena lesnya online, belajarnya jadi gak ganggu jadwal yang udah aku susun. Malah jadi ngerasa lebih seneng karena ada kegiatan di malam hari. Aku ambil kelas reguler biar ketemu temen-temen baru. Kelasnya interaktif dan semua murid dapet giliran ngomong pake Bahasa Mandarin! Sekarang, selain ngerasa produktif, aku juga ngerasa puas karena punya skill baru!

Di Cetta, kerja rasanya asik banget. Suasananya hangat, semua orang gampang diajak kolaborasi. Ide-ide baru dihargai dan selalu ada dorongan untuk coba hal yang berbeda. Setiap hari jadi semangat karena lingkungannya positif dan penuh energi.
Yang bikin makin nyaman, di sini kesalahan nggak bikin takut. Justru dijadiin kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Jadi makin pede buat ambil tantangan baru. Banyak kesempatan untuk berkembang, dan rasanya menyenangkan bisa jadi bagian dari tim yang suportif dan bikin betah kerja setiap har

Bisa kerja di Cetta itu somehow a privilege. Kerjanya remote, waktu kami nggak habis di jalan. Bisa kerja dari rumah pake daster, dandan cakep sambil cafe hopping, bahkan bisa sambil kuliah, wow! Kami juga masih punya banyak ruang buat explore hobi di samping kerjaan, bener-bener Gen Z banget karena work-life balance tetep terjaga.
Meski demikian, team members-nya pun sangat passionate dalam bekerja di bidangnya masing-masing dan punya semangat untuk terus berkembang. Kalau kamu orang yang suka belajar dan inovatif, Cetta is definitely a place for you!

Adalah semboyan favoritku sejak pertama bergabung di Cetta. Awalnya hanya rangkaian kata di dinding kantor digital, tapi lama-lama, ia menjelma jadi cara pandang. Semboyan itu mengenyahkan pemikiran-pemikiran sempit tentang tumbuh dan memantik api-api kecil dalam tubuh.
Bekerja dari mana saja membuat dunia terasa lebih lebar, tapi juga lebih dekat. Tak ada lagi desak-desakan di angkutan umum, tak ada lagi serempetan di jalanan. Yang tersisa hanya ruang tenang, tempat ide bisa tumbuh tanpa tergesa.
Di Cetta Virtual Society, kamu bisa belajar tanpa takut salah, Yuk gabung sekarang karena tempatmu bertumbuh ada di sini!
