Kaizen, Filosofi dari Jepang yang Bermanfaat

Kaizen, Filosofi dari Jepang yang Bermanfaat

Cetta Online Class
Belajar Kategori tidak ditemukan Tanpa Ribet
Plus Dapet Diskon 10%

CETTAJika kamu sedang mencari solusi untuk pengembangan organisasi/perusahaan tempat kamu berada, Kaizen bisa menjadi jawabannya.

Apa itu Kaizen?

Bagaimana bisa Kaizen meningkatkan performa organisasi, komunitas, atau perusahaan kamu?

Artikel ini akan menjelaskan filosofi tersebut secara mendalam, khusus buatmu!

Apa Itu Kaizen?

Kaizen adalah istilah dalam bahasa Jepang yang memiliki arti ‘perubahan yang lebih baik’ atau ‘peningkatan yang bersifat kontinual’.

Menurut Investopedia, Kaizen adalah sebuah filosofi bisnis dari Jepang yang mengupayakan adanya peningkatan performa dalam perusahaan secara terus menerus.

Oleh karena itu, keikutsertaan seluruh karyawan untuk mengupayakan peningkatan tersebut merupakan aspek yang sangat penting.

Dapat dikatakan kalau filosofi itu bertujuan untuk menciptakan tim dengan atmosfir yang baik serta prosedur yang terus ditingkatkan tiap harinya demi membuat pekerjaan menjadi lebih memuaskan, aman, dan tidak terlalu melelahkan.

Dengan Kaizen, perubahan akan dilihat sebagai hal yang perlahan (gradual) dan metodis.

Selain itu, ada juga penanaman bahwa perubahan kecil yang dibuat pada saat ini akan mampu memberi dampak besar di masa depan.

Untuk mampu menciptakan perubahan yang lebih optimal, tiap orang mempunyai hak untuk menciptakan solusi demi kemajuan perusahaan.

Semua orang harus bisa berkembang, di saat yang sama, untuk menciptakan model bisnis yang lebih efisien bagi organisasi/perusahaan/komunitasnya masing-masing.

Terdapat cukup banyak perusahaan besar yang telah menganut Kaizen di dalam model bisnisnya, salah satunya adalah perusahaan manufaktur otomotif dari Jepang, Toyota.

Menurut TechTarget, Pasca Perang Dunia 2, Toyota mulai menggunakan filosofi ini.

Perusahaan multinasional tersebut mengupayakan adanya kecacatan produk, memberdayakan karyawan, dan menciptakan solusi untuk kebaikan bersama.

Baca juga: Platform Musik Korea Selatan, K-Poper Wajib Tahu!

Bagaimana Cara Mengimplementasikannya?

Untuk menggunakan Kaizen, ada beberapa metode yang bisa kamu gunakan.

Salah satunya adalah metode 7-Step Cycle.

Menurut TechTarget, begini cara menggunakannya!

  1. Ajak Karyawan Ikut Serta

Kaizen akan lebih optimal jika semua pihak yang ada terlibat.

Oleh karena itu, penting banget buat menciptakan atmosfer tim yang baik!

  1. Cari Permasalahan

Carilah permasalahan-permasalahan yang ada dengan meminta kritik dari karyawan.

Jika perlu, buat daftar-daftar permasalahan yang ada.

  1. Buat Solusi

Ajak karyawan untuk membuat solusi-solusi kreatif. 

Setelah itu, pilihlah solusi yang paling memungkinkan untuk permasalahan tersebut.

  1. Uji Coba Solusi Terpilih

Terapkan solusi terpilih dengan seluruh pihak terlibat.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah solusi yang terpilih memang efektif dan efisien untuk menanggulangi permasalahan yang ada.

  1. Analisis Hasil Uji Coba

Amati perubahan-perubahan yang ada pada masa uji coba. 

Setelah itu, coba tentukan seberapa besar kesuksesan yang dihasilkan dari perubahan tersebut.

  1. Terapkan Perubahan ke Seluruh Organisasi/Perusahaanmu

Jika hasil yang didapatkan berbuah positif, kamu bisa banget menerapkan solusi terpilih untuk diimplementasikan secara nyata ke organisasi/perusahaanmu.

  1. Lakukan Langkah-langkah di Atas Secara Berulang

Lakukan terus langkah-langkah di atas untuk menerapkan Kaizen secara optimal bagi organisasi/perusahaanmu.

Baca juga: Cari Tahu Soal Idol Group dari Jepang, Yuk!

Kelebihan dan Kekurangan Kaizen

Kaizen, layaknya semua hal, tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan pertama Kaizen adalah perubahan yang diciptakan tidak akan terlalu membuat karyawan terkejut.

Filosofi tersebut berusaha untuk membuat perubahan secara perlahan, alih-alih menciptakan perbedaan dengan drastis.

Moral karyawan juga akan naik, karena Kaizen mengutamakan makna dan tujuan pada tiap langkah yang diambil.

Selain itu, kerja sama tim juga akan meningkat karena karyawan tak hanya melihat permasalahan yang ada di dalam tim mereka, tetapi permasalahan yang ada di perusahaan secara keseluruhan.

Nah, dibalik semua kelebihannya, filosofi dari Jepang ini mempunyai kekurangan-kekurangan, loh.

Misalnya, kalau suatu organisasi memiliki budaya komunikasi yang tertutup, proses Kaizen tidak akan berjalan optimal.

Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan budaya terlebih dahulu agar Kaizen dapat berjalan secara efektif.

Selain itu, menjalankan Kaizen juga membutuhkan konsistensi yang terus menerus.

Jika hanya dijalankan secara sesaat, dampak baik yang mampu diraih di masa depan tidak akan tercapai.

Sekarang kamu jadi tertarik nggak, nih, untuk mempelajari dan mengimplementasikan Kaizen?

Atau malah tertarik mau mempelajari filosofi Jepang lainnya dan bahasanya secara sekaligus?

Kursus Bahasa Jepang, Cetta Online Class

Yuk, ikutan Japanese Programs dari Cetta Online Class buat ketemu tutor-tutor Cetta Japanese yang berpengalaman untuk bisa mendapatkan banyak ilmu!

Khusus kamu yang sudah baca artikel ini, kamu bisa pakai kode promo BACACETTASUPDATES dan dapatkan diskon 10% untuk pembelian kelas di Cetta Online Class!

Yuk, langsung daftar sekarang!

Bagikan Artikel ini:

Artikel Lainnya

Isi Data Diri Dulu, Yuk!
Cetta Akan Kirimkan Kode Promonya ke Emailmu